Saham Global Turun, Emas Cetak Rekor Saat Isu Tarif Greenland Memanas

Saham Global Turun, Emas Cetak Rekor Saat Isu Tarif Greenland Memanas

Share this article

Jakarta, Gotrade News - Saham global melemah dan emas mencetak rekor baru pada Senin, setelah ancaman tarif terbaru Donald Trump mengguncang sentimen risiko. Tekanan paling terasa di Eropa, sementara investor berpindah ke aset safe haven.

Penurunan saham terjadi saat pasar menilai ulang peluang eskalasi tarif terkait sengketa Greenland, termasuk potensi aksi balasan dari Uni Eropa. Di saat yang sama, perdagangan kas Wall Street libur karena Martin Luther King Jr. Day.


Key Takeaways:

  • Indeks saham Eropa turun tajam, sementara emas melonjak ke rekor baru di tengah mode risk-off.

  • Ancaman tarif 10% mulai 1 Februari, lalu naik ke 25% pada Juni, kembali jadi pemicu utama volatilitas.

  • Pasar memantau respons Uni Eropa dan sinyal dari Davos, termasuk probabilitas dari prediction market.


Benzinga melaporkan indeks Euro STOXX 50 turun 1,3%, dengan DAX Jerman melemah sekitar 1% dan CAC 40 Prancis turun 1,5%, sementara FTSE 100 Inggris turun 0,5%. Pelemahan dipimpin saham berkapitalisasi besar, termasuk ASML yang turun 3,6% dan SAP yang turun 2,4%.

Di Prancis, LVMH disebut turun hampir 4% saat tekanan menyapu sektor luxury. Novo Nordisk juga disebut mencatat pelemahan, memperlebar tekanan pada saham defensif Eropa.

Kenapa pasar beralih ke emas

Di tengah pelemahan ekuitas, logam mulia melesat karena arus masuk ke aset safe haven. Emas yang dipantau lewat SPDR Gold Shares disebut naik 1,6% dan mencetak rekor baru di sekitar $4.670 per ounce, sementara perak naik lebih dari 3% ke sekitar $93.

Salah satu narasi yang menguat adalah pasar mulai percaya ancaman Greenland tidak lagi sekadar retorika. CEO deVere Group Nigel Green menyebut lonjakan emas dan penurunan saham global sebagai sinyal investor mulai memperhitungkan risiko itu.

Pemicunya tarif Greenland dan apa yang dipantau berikutnya

Trump disebut kembali menegaskan rencana tarif terhadap negara-negara Eropa yang menentang ambisi AS terkait Greenland. Skemanya disebut tarif 10% mulai 1 Februari, lalu berpotensi naik menjadi 25% pada Juni jika AS tidak mendapatkan kontrol atas Greenland.

Di Eropa, Presiden Prancis Emmanuel Macron disebut mendorong Uni Eropa menyiapkan langkah balasan, termasuk mengaktifkan instrumen anti-coercion. Pejabat UE juga disebut memperingatkan pembalasan bisa menargetkan hingga €93 miliar ekspor AS.

Isu ini berjalan beriringan dengan pertemuan World Economic Forum di Davos, saat banyak pemimpin global dan CEO teknologi berkumpul. Dalam konteks ini, pasar cenderung sensitif terhadap sinyal negosiasi, karena headline politik bisa cepat berubah menjadi risiko kebijakan nyata.

Prediction market Polymarket disebut memberi probabilitas 39% bahwa tarif terkait Greenland akan berlaku pada 1 Februari, dengan odds negara spesifik seperti Denmark 36% dan Norwegia 35%. Untuk 2026, Polymarket disebut menilai peluang AS memperoleh sebagian Greenland sebesar 25%, sementara peluang invasi militer berada di 11%.

Bagi investor, kuncinya adalah memisahkan noise politik dari dampak kebijakan yang benar-benar bisa menekan profit dan valuasi. Jika eskalasi tarif berlanjut, saham siklikal dan aset berisiko biasanya lebih rentan, sementara aset defensif dan safe haven cenderung mendapat aliran dana.

Lonjakan emas ke rekor baru membuat sebagian investor kembali melirik instrumen yang terkait emas, bukan hanya sebagai spekulasi harga, tetapi sebagai diversifikasi saat volatilitas meningkat.

Jika kamu ingin eksposur ke tema emas tanpa harus pegang fisik, ETF penambang emas bisa jadi salah satu cara mengikuti pergerakan sektor ini. Di Gotrade, kamu bisa mulai investasi bertahap dari Rp15 ribu dan menyesuaikan alokasi sesuai profil risiko.

Cek VanEck Gold Miners ETF (GDX)

Itu dia rangkuman terbaru yang perlu diperhatikan pasar hari ini. Ikuti Gotrade News untuk update saham dan ETF AS, plus perkembangan makro yang relevan untuk investor Indonesia. Untuk belajar lebih terstruktur, kunjungi Panduan Gotrade agar memahami investasi saham Amerika secara lengkap.

Jika ingin merespons berita ini, pantau pergerakan aset dan cek portofolio di aplikasi Gotrade. Investasi saham dan ETF AS di Gotrade bisa dimulai dari Rp15 ribu, lalu sesuaikan langkah dengan tujuan dan profil risiko. Download dan buka aplikasi Gotrade sekarang!

Referensi:


Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade