Saham Grab Naik 5,5% ke $2,86 (3 November 2026)

Setya MahardikaSetya MahardikaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra
AI-powered contentSome parts of this article are powered by AI.

Bagikan artikel

Saham Grab Naik 5,5% ke $2,86 (3 November 2026)

Ringkasan

  • Saham Grab naik 5,54% ke $2,86 pada sesi 2 November 2026, saat Nasdaq Composite turun 1,07%.
  • Belum ada sumber yang menyebut pemicu khusus selama sesi, karena laporan kuartal III 2026 baru dirilis setelah bursa tutup.
  • Menurut Grab, pendapatan kuartal III naik 27% dan panduan setahun 2026 dinaikkan, sementara sahamnya masih 54,13% di bawah level tertinggi 52 minggu.

Gotrade News - Saham Grab naik 5,54% ke $2,86 pada sesi Senin, 2 November 2026 waktu New York, yang ditutup Selasa, 3 November 2026 pukul 04.00 WIB. Kenaikan saham Grab Holdings itu terjadi saat Nasdaq Composite turun 1,07%, dan belum ada sumber yang menyebut pemicu khusus dari perusahaan selama sesi, karena laporan kuartal III 2026 baru dirilis setelah bursa tutup.

Data Perdagangan Saham GRAB

DataNilai
Harga penutupan$2,86
Perubahan+$0,15 (+5,54%)
Penutupan sebelumnya$2,71
Harga pembukaan$2,77
Rentang harian$2,75 hingga $2,94
Volume69,4 juta saham
Rata-rata volume 30 hari68,9 juta saham
Rentang 52 minggu$2,67 hingga $6,24
Setara dalam rupiahsekitar Rp 52.000 per saham (kurs Rp 18.114 per dolar AS)

Data penutupan sesi reguler Senin, 2 November 2026 pukul 16.00 waktu New York (Selasa, 3 November 2026 pukul 04.00 WIB). Harga saham: Yahoo Finance, dicek silang dengan harga penutupan di Nasdaq.com. Volume dan rata-rata volume 30 hari: Nasdaq.com. Rentang 52 minggu: harga tertinggi dan terendah harian Yahoo Finance sejak 3 November 2025. Kurs Rp 18.114 per dolar AS: Yahoo Finance, 2 November 2026, dicek silang dengan kurs referensi ECB. Indeks dan imbal hasil obligasi AS 10 tahun: penutupan harian Yahoo Finance di tanggal yang sama.

Pantau pergerakan harga GRAB terkini di halaman harga saham Grab (GRAB) hari ini.

Baca juga: AMD Rilis Laba Kuartal III 2026, Pendapatan $13,4 Miliar

Pergerakan Saham GRAB Sepanjang Sesi

Saham GRAB dibuka di $2,77, di atas penutupan sebelumnya di $2,71, lalu bergerak di rentang $2,75 hingga $2,94 sebelum ditutup di $2,86, atau $0,11 di atas level terendah hari itu. Volume perdagangan mencapai 69,4 juta saham, 0,77% di atas rata-rata 68,9 juta saham.

Pergerakan itu berlawanan dengan arah pasar. Nasdaq Composite turun 1,07% ke 25.164,36 dan S&P 500 melemah 0,51% ke 7.541,40, sementara Dow Jones Industrial Average naik 0,41% ke 51.983,98. Dengan begitu, GRAB mengungguli Nasdaq sebesar 6,61 poin persentase.

Sesama perusahaan teknologi Asia Tenggara yang tercatat di bursa AS, Sea Limited (SE), naik 1,67% ke $75,48. Di sisi lain, saham chip tertekan, dengan Intel (INTC) turun 8,80% dan AMD turun 7,52%. Meski naik, saham GRAB masih 54,13% di bawah level tertinggi 52 minggu di $6,24 dan hanya 7,12% di atas level terendah 52 minggu di $2,67.

Baca juga: Booking Holdings Rilis Laba Kuartal III 2026, EPS Disesuaikan $4,66

Kenapa Saham Grab Naik?

Tidak ada sumber yang kami baca yang menyebut pemicu khusus dari Grab untuk kenaikan selama sesi reguler 2 November. Laporan kuartal III 2026 perusahaan, yang bertanggal Singapura 3 November 2026, keluar setelah sesi itu berakhir, dan Investing.com mencatat penutupan di $2,86 dengan kenaikan 5,54% sebagai pergerakan sesi reguler. Artinya, pasar belum memegang angka kuartal III saat saham bergerak.

Menurut rilis resmi Grab, pendapatan kuartal III 2026 naik 27% secara tahunan, atau 30% dengan kurs konstan, menjadi $1.112 juta. EBITDA yang disesuaikan naik 73% ke rekor $237 juta dengan margin 21,3%, dan segmen Financial Services mencatat EBITDA yang disesuaikan positif untuk pertama kalinya, sebesar $12 juta. Jumlah pengguna yang bertransaksi setiap bulan mencapai rekor 57 juta, menurut perusahaan.

Grab juga menaikkan panduan setahun 2026, yaitu pendapatan menjadi $4,15 hingga $4,20 miliar dan EBITDA yang disesuaikan menjadi $790 hingga $800 juta. Dilansir Investing.com, panduan sebelumnya adalah $4,10 hingga $4,15 miliar untuk pendapatan dan $720 hingga $740 juta untuk EBITDA yang disesuaikan, sehingga ini menjadi kenaikan panduan kedua tahun ini.

Analisis Saham GRAB: Faktor Pendukung dan Risiko

Faktor Pendukung

  • Pendapatan naik 27% dan EBITDA yang disesuaikan naik 73% secara tahunan pada kuartal III 2026, menurut Grab.
  • Grab membeli kembali saham Kelas A senilai $400 juta pada September dan Oktober, dengan sisa $500 juta dalam program pembelian kembali saham. Menurut transkrip panggilan pendapatan di Investing.com, manajemen berencana menuntaskan sisa itu paling lambat September 2027 dan membatalkan saham yang dibeli kembali.
  • Arus kas bebas yang disesuaikan mencapai $286 juta pada kuartal ini dan $533 juta untuk dua belas bulan terakhir, menurut Grab.

Risiko

  • Laba periode berjalan hanya $18 juta, dibanding $17 juta setahun sebelumnya, karena pos nonoperasional, termasuk kerugian bersih $57 juta dari perubahan nilai aset dan liabilitas keuangan, menekan laba operasional $108 juta, menurut Grab.
  • Fair Trade Commission Taiwan menolak rencana akuisisi bisnis foodpanda Taiwan milik Delivery Hero pada Oktober 2026, dan Grab akan membukukan biaya pembatalan $60 juta pada kuartal IV 2026.
  • Menurut transkrip Investing.com, manajemen akan berbelanja secara terencana pada kuartal IV untuk pasokan mitra pengemudi, permintaan musim liburan, dan produk baru, serta sedang berdiskusi dengan kementerian di Indonesia soal aturan layanan antar dan logistik, meski tidak memperkirakan aturan itu berdampak material pada panduan.
  • Rencana akuisisi Atome masih menunggu persetujuan regulator, menurut transkrip yang sama.

Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi, bukan nasihat investasi. Keputusan investasi ada di tangan kamu setelah melakukan riset mandiri.

Artikel ini disusun dengan bantuan AI dan diperiksa oleh tim Gotrade sebelum terbit.

Sumber

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.

Investasi saham berisiko tinggi dan tidak sesuai untuk semua orang. Lakukan analisis pribadi sebelum memutuskan.


Setya Mahardika
Ditulis oleh
Setya Mahardika
Setya Mahardika memimpin editorial untuk konten pasar AS dan berita Gotrade. Dengan pengalaman 4+ tahun di fintech dan industri terkait lainnya, ia memverifikasi setiap artikel terhadap sumber primer, laporan keuangan perusahaan, data bursa, dan rilis resmi sebelum tayang. Fokusnya adalah akurasi dan kejelasan sumber, agar investor Indonesia dapat mempercayai apa yang mereka baca sebelum berinvestasi.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1 juta+

Gotraders 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
Traders League IV

Total hadiah
lebih dari $4000

termasuk langganan
TradingView untuk
semua pemenang

Daftar sekarang

*Syarat dan ketentuan berlaku