Saham Google (GOOGL) Turun 0,3% ke $278,99 (3 November 2026)

Setya MahardikaSetya MahardikaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra
AI-powered contentSome parts of this article are powered by AI.

Bagikan artikel

Saham Google (GOOGL) Turun 0,3% ke $278,99 (3 November 2026)

Ringkasan

  • Saham Alphabet (GOOGL) turun 0,30% ke $278,99 pada sesi 2 November 2026, lebih kecil dari pelemahan Nasdaq Composite sebesar 1,07%.
  • Laporan pasar yang dirujuk tidak menyebut kabar khusus dari Alphabet; CNBC mencatat investor melanjutkan rotasi keluar dari saham teknologi setelah Oracle mengumumkan penggalangan dana untuk infrastruktur AI.
  • GOOGL ditutup 3,06% di atas level terendah 52 minggu, kurang dari sepekan setelah laporan kuartal III mencatat arus kas bebas negatif $9,1 miliar.

Gotrade News - Saham Google turun tipis pada sesi Senin, 2 November 2026 waktu New York. Saham Alphabet (GOOGL) ditutup di $278,99, melemah $0,85 atau 0,30% dari penutupan sebelumnya di $279,84, pada sesi yang berakhir Selasa, 3 November 2026 pukul 04.00 WIB. Laporan pasar yang dirujuk tidak menyebut kabar khusus dari Alphabet hari itu; pelemahan terjadi di tengah aksi jual saham teknologi setelah Oracle mengumumkan rencana penggalangan dana untuk membangun infrastruktur AI.

Data Perdagangan Saham GOOGL

DataNilai
Harga penutupan$278,99
Perubahan-$0,85 (-0,30%)
Penutupan sebelumnya$279,84
Harga pembukaan$282,45
Rentang harian$278,87 hingga $287,00
Volume48,5 juta saham
Rata-rata volume 30 hari31,2 juta saham
Rentang 52 minggu$270,70 hingga $408,61
Setara dalam rupiahsekitar Rp 5.054.000 per saham (kurs Rp 18.114 per dolar AS)

Data penutupan sesi reguler Senin, 2 November 2026 pukul 16.00 waktu New York (Selasa, 3 November 2026 pukul 04.00 WIB). Harga saham: Yahoo Finance, dicek silang dengan harga penutupan di Nasdaq.com. Volume dan rata-rata volume 30 hari: Nasdaq.com. Rentang 52 minggu: harga tertinggi dan terendah harian Yahoo Finance sejak 3 November 2025. Kurs Rp 18.114 per dolar AS: Yahoo Finance, 2 November 2026, dicek silang dengan kurs referensi ECB. Indeks dan imbal hasil obligasi AS 10 tahun: penutupan harian Yahoo Finance di tanggal yang sama.

Pantau pergerakan harga GOOGL terkini di halaman harga saham Google (GOOGL) hari ini.

Baca juga: Gotrade Daily: Demokrat Unggul, AMD dan Qualcomm Malam Ini

Pergerakan Saham GOOGL Sepanjang Sesi

GOOGL dibuka di $282,45, di atas penutupan sebelumnya, lalu sempat naik ke level tertinggi harian $287,00. Penguatan itu tidak bertahan hingga penutupan: saham berbalik turun dan ditutup hanya $0,12 di atas level terendah harian $278,87. Volume perdagangan mencapai 48,5 juta saham, 55,43% di atas rata-rata 31,2 juta saham.

Penurunan 0,30% itu lebih kecil dari pelemahan Nasdaq Composite sebesar 1,07% ke 25.164,36, sehingga GOOGL bergerak 0,77 poin persentase lebih baik dari indeks tersebut. S&P 500 turun 0,51% ke 7.541,40, sementara Dow Jones Industrial Average naik 0,41% ke 51.983,98. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun 3,5 basis poin ke 4,89%.

Di antara saham teknologi besar, Microsoft (MSFT) turun 2,83%, Meta Platforms turun 1,34%, dan Nvidia turun 1,26%, sedangkan Amazon (AMZN) naik 2,20%. Dengan penutupan ini, GOOGL berada 31,72% di bawah level tertinggi 52 minggu di $408,61 dan 3,06% di atas level terendah 52 minggu di $270,70.

Baca juga: AMD Rilis Laba Kuartal III 2026, Pendapatan $13,4 Miliar

Kenapa Saham Google Turun?

Sumber yang dirujuk artikel ini tidak mengaitkan pergerakan GOOGL pada 2 November 2026 dengan kabar khusus dari Alphabet, sehingga pelemahannya perlu dilihat bersama indeks dan saham teknologi lain. Dilansir CNBC, investor melanjutkan rotasi keluar dari saham teknologi hari itu. Menurut laporan yang sama, Oracle (ORCL) mengumumkan rencana menjual saham biasa senilai $10 miliar bersama penerbitan obligasi untuk mendanai pembangunan infrastruktur AI, sementara Marvell Technology jatuh setelah sepakat mengakuisisi Lumentum senilai $115 miliar. Saham Oracle ditutup turun 8,76% pada sesi tersebut.

Sesi ini juga berlangsung kurang dari sepekan setelah Alphabet merilis laporan kuartal III 2026 pada 28 Oktober 2026. Menurut rilis resmi Alphabet yang diajukan ke SEC, belanja modal kuartal itu mencapai $51,4 miliar, melampaui arus kas operasi $42,3 miliar, sehingga arus kas bebas tercatat negatif $9,1 miliar. Motley Fool mencatat penurunan saham usai laporan itu menghapus sekitar $500 miliar nilai pasar Alphabet, di tengah kekhawatiran investor bahwa pertumbuhan AI belum sebanding dengan besarnya belanja.

Analisis Saham GOOGL: Faktor Pendukung dan Risiko

Faktor Pendukung

  • Pendapatan Google Cloud tumbuh 103% menjadi $30,7 miliar pada kuartal III 2026. Menurut CEO Sundar Pichai dalam rilis perusahaan, pertumbuhan itu didorong permintaan besar atas infrastruktur dan solusi AI Google.
  • Total pendapatan Alphabet naik 25% menjadi $127,6 miliar dan laba operasional naik 30% menjadi $40,6 miliar, menurut rilis yang sama.
  • Alphabet mengumumkan dividen tunai $0,22 per saham yang dibayarkan pada 14 Desember 2026 kepada pemegang saham tercatat per 7 Desember 2026.

Risiko

  • Alphabet tidak membeli kembali saham pada kuartal III dan justru menghimpun $12,4 miliar dari penerbitan saham baru melalui program at-the-market, selain menerbitkan obligasi senior senilai $28,7 miliar, menurut rilis perusahaan.
  • Menurut Fortune, pertumbuhan pendapatan Search melambat menjadi 12%, dari 17% pada kuartal II dan 19% pada kuartal I, dan Alphabet meminta investor bersiap menghadapi kenaikan belanja modal yang signifikan pada 2027.
  • CNBC melaporkan JPMorgan menilai kemenangan Partai Demokrat di kedua kamar Kongres pada pemilu sela AS dapat memicu aksi jual saham AI.

Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi, bukan nasihat investasi. Keputusan investasi ada di tangan kamu setelah melakukan riset mandiri.

Artikel ini disusun dengan bantuan AI dan diperiksa oleh tim Gotrade sebelum terbit.

Sumber

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.

Investasi saham berisiko tinggi dan tidak sesuai untuk semua orang. Lakukan analisis pribadi sebelum memutuskan.


Setya Mahardika
Ditulis oleh
Setya Mahardika
Setya Mahardika memimpin editorial untuk konten pasar AS dan berita Gotrade. Dengan pengalaman 4+ tahun di fintech dan industri terkait lainnya, ia memverifikasi setiap artikel terhadap sumber primer, laporan keuangan perusahaan, data bursa, dan rilis resmi sebelum tayang. Fokusnya adalah akurasi dan kejelasan sumber, agar investor Indonesia dapat mempercayai apa yang mereka baca sebelum berinvestasi.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1 juta+

Gotraders 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
Traders League IV

Total hadiah
lebih dari $4000

termasuk langganan
TradingView untuk
semua pemenang

Daftar sekarang

*Syarat dan ketentuan berlaku