Saham Chip AI Sorotan: Upgrade Analis & Foxconn Naik 39,8%
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Share this article
Gotrade News - Pendapatan kuartal kedua Foxconn melonjak 39,8% secara tahunan menjadi T$2,513 triliun (US$78,71 miliar), memperkuat sinyal bahwa permintaan infrastruktur AI masih menjadi mesin utama sektor teknologi global. Lonjakan ini datang bersamaan dengan gelombang upgrade analis untuk saham chip dan penilaian BlackRock atas saham AI paling penting, menempatkan perdagangan chip dan infrastruktur AI kembali ke pusat perhatian investor.
Angka Foxconn melampaui estimasi analis LSEG sebesar T$2,372 triliun. Sebagai manufaktur elektronik kontrak terbesar dunia, Foxconn merupakan pembuat server utama untuk Nvidia (NVDA) sekaligus perakit iPhone utama Apple, sehingga kinerjanya kerap dibaca sebagai barometer awal permintaan komputasi AI di seluruh rantai pasok.
Pendapatan Foxconn Naik 39,8%, Ditopang Server AI
Menurut Investing.com, lonjakan pendapatan Foxconn didorong oleh permintaan cloud dan produk networking berbasis AI. Perusahaan memperkirakan pengiriman rak AI akan terus tumbuh pada kuartal berjalan, sebuah indikasi bahwa siklus belanja modal pusat data belum mereda.
Namun manajemen tidak sepenuhnya bebas kekhawatiran. Foxconn memperingatkan adanya "dampak volatilitas politik dan ekonomi global" terhadap prospek bisnisnya, sebuah pengingat bahwa risiko geopolitik tetap membayangi rantai pasok semikonduktor meski permintaan struktural AI kuat.
Sementara sisi manufaktur menguat, CEO Nvidia Jensen Huang menyoroti hambatan teknis baru dalam skala komputasi AI: kecepatan transfer data antara chip dan server. Dilansir The Motley Fool, solusi yang diusung untuk mengatasi bottleneck ini adalah silicon photonics, teknologi yang memindahkan data menggunakan cahaya alih-alih sinyal listrik.
Huang menegaskan skala kebutuhannya. "The amount of silicon photonics technology capacity that we need is substantially higher than the world has today," ujarnya seperti dikutip The Motley Fool. Pernyataan ini menempatkan pemasok komponen optik sebagai penerima manfaat langsung dari ekspansi infrastruktur AI.
Beberapa nama yang disebut berpotensi diuntungkan mencerminkan minat Nvidia sendiri. Coherent (COHR) telah naik sekitar 110% sepanjang tahun berjalan, dengan Nvidia memegang saham senilai US$2 miliar. Lumentum (LITE) menguat sekitar 130% year-to-date dengan porsi Nvidia juga US$2 miliar, sementara Nokia (NOK) naik lebih dari 100% dengan kepemilikan Nvidia sebesar US$1 miliar.
Wells Fargo Naikkan Target AMD ke US$615
Momentum positif juga terlihat pada Advanced Micro Devices (AMD). Melansir Insider Monkey, Wells Fargo mempertahankan rating Overweight dan menaikkan target harga dari US$505 ke US$615 pada 30 Juni. Bank tersebut mengutip permintaan CPU server EPYC yang kuat serta kekuatan GPU pusat data sebagai pendorong utama.
Wells Fargo juga menaikkan perkiraan laba per saham AMD menjadi US$13,40 untuk 2027 dan US$18,75 untuk 2028. Pada hari yang sama, Cantor Fitzgerald menaikkan targetnya ke US$700, mengutip "generational cycle" di semikonduktor AI. Berikut ringkasan target harga terbaru dari kedua sekuritas untuk AMD:
Sekuritas
Rating
Target Harga
Tanggal
Wells Fargo
Overweight
US$615 (dari US$505)
30 Juni
Cantor Fitzgerald
-
US$700
30 Juni
Broadcom Masuk Daftar 30 Saham AI Terpenting BlackRock
Nama besar lain yang mendapat sorotan adalah Broadcom (AVGO), yang disebut sebagai salah satu dari 30 saham AI paling penting versi BlackRock. Menurut Insider Monkey, daya tariknya terletak pada portofolio jaringan edge-AI, termasuk SoC gateway 50G PON dengan NPU tertanam, Wi-Fi 8, serta platform fixed wireless access yang dikembangkan bersama Samsung.
Sentimen analis terhadap Broadcom juga positif. JPMorgan mempertahankan rating Overweight dengan target harga US$580 pada 17 Juni, menyebut valuasi Broadcom "highly attractive" di tengah ekspansi permintaan infrastruktur AI.
Implikasi bagi Investor Saham AI
Kombinasi lonjakan pendapatan Foxconn, upgrade analis untuk AMD, dan pengakuan BlackRock atas Broadcom memperkuat narasi bahwa belanja infrastruktur AI masih berada dalam fase ekspansi, bukan puncak. Bottleneck silicon photonics yang disoroti Jensen Huang juga memperluas peta penerima manfaat dari sekadar produsen GPU ke pemasok komponen optik dan jaringan.
Meski demikian, peringatan Foxconn soal volatilitas geopolitik menjadi catatan penting. Bagi investor, tema infrastruktur AI menawarkan katalis fundamental yang kuat, namun tetap perlu diimbangi dengan kesadaran atas risiko rantai pasok dan valuasi yang sudah berlari kencang di sejumlah saham.
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.