SK Hynix Listing US$28 M & Laba Samsung Melonjak 18x
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Share this article
Gotrade News - SK Hynix meluncurkan pencatatan saham senilai US$28 miliar di Nasdaq untuk menunggangi gelombang permintaan chip memori berbasis kecerdasan buatan (AI), menandai puncak supercycle memori yang juga mendorong laba Samsung diperkirakan melonjak 18 kali lipat. Menurut Investing.com, produsen chip asal Korea Selatan itu menjual 17,79 juta American Depositary Receipt (ADR), dengan rasio 10 ADR setara satu saham biasa. Penetapan harga dijadwalkan Kamis dan perdagangan perdana dimulai Jumat, dengan saham SK Hynix telah menguat sekitar 273% sepanjang tahun berjalan.
Pencatatan ini menjadi yang terbesar kedua di pasar AS setelah SpaceX senilai US$85,7 miliar, dan melampaui debut Saudi Aramco US$25,6 miliar pada 2019. Momentum tersebut menegaskan bahwa memori berkecepatan tinggi (high-bandwidth memory/HBM) kini menjadi komponen paling diperebutkan dalam rantai pasok komputasi AI global.
Debut Nasdaq SK Hynix US$28 Miliar dan Investasi 100 Triliun Won
SK Hynix adalah pemasok utama HBM untuk akselerator AI Nvidia dan Google, dua nama yang menjadi mesin permintaan chip memori premium. Ketergantungan industri AI pada pasokan HBM membuat posisi SK Hynix strategis, sekaligus menjelaskan mengapa investor bersedia menyerap pencatatan sebesar ini. Investor yang menargetkan eksposur langsung ke rantai nilai komputasi AI kerap melihat Nvidia (NVDA) sebagai pembeli akhir dari kapasitas HBM yang diproduksi para pemain Korea.
Bersamaan dengan pencatatan, SK Hynix mengumumkan komitmen investasi 100 triliun won atau sekitar US$64,38 miliar untuk membangun pabrik chip baru. Dilansir Investing.com, indeks acuan Korea Selatan KOSPI naik 0,2% menyambut kabar tersebut, mencerminkan optimisme pasar bahwa siklus belanja modal AI masih akan berlanjut.
Lonjakan Laba 18 Kali Lipat Samsung dan Rekor Harga DRAM
Sinyal supercycle memori tidak berhenti di SK Hynix. Samsung Electronics diperkirakan membukukan laba operasi kuartal kedua sebesar 86 triliun won atau sekitar US$56,35 miliar, melonjak 18 kali lipat dari 4,7 triliun won pada periode yang sama tahun lalu. Menurut Investing.com, capaian itu akan menjadi kuartal rekor ketiga berturut-turut bagi raksasa teknologi tersebut.
Pendorong utamanya adalah harga memori yang meroket. Harga DRAM naik 44% secara kuartalan (QoQ), sementara harga NAND melonjak 53%. Samsung memasok chip memori ke Nvidia, Google, dan Apple, sehingga langsung diuntungkan oleh gelombang belanja infrastruktur AI yang mengangkat harga jual rata-rata.
Harga DRAM naik 44% QoQ dan NAND melonjak 53%, mendorong laba operasi Samsung diperkirakan mencapai 86 triliun won, atau 18 kali lipat dibanding setahun sebelumnya.
Reli ini telah mengubah peta valuasi industri semikonduktor. SK Hynix menguat 273% dan Micron naik 242% sepanjang tahun berjalan, dan ketiga produsen memori besar kini bernilai di atas US$1 triliun. Bagi investor yang ingin memetakan skala reli, tabel berikut merangkum pergerakan year-to-date yang dilaporkan Investing.com.
Emiten
Kenaikan YTD
Peran Utama
SK Hynix
+273%
Pemasok HBM Nvidia dan Google
Micron (MU)
+242%
DRAM, NAND, dan memori otomotif
Samsung
Laba +18x QoQ
Pemasok Nvidia, Google, Apple
Perjanjian Micron dengan General Motors dan Investasi Fab US$2 Miliar
Di sisi lain, Micron Technology (MU) memperlihatkan bahwa permintaan memori tidak hanya datang dari pusat data. Melansir Insider Monkey, pada 1 Juli 2026 Micron mengumumkan perjanjian pasokan memori dan penyimpanan jangka panjang dengan General Motors.
Kesepakatan itu mendukung pengalaman in-cabin bertenaga AI serta fitur mengemudi otonom pada kendaraan General Motors (GM). Untuk mendukung komitmen tersebut, Micron menyatakan akan menanamkan US$2 miliar bagi fasilitas produksi (fab) di Manassas, Virginia, sekaligus memperluas kapasitas DRAM. Langkah ini memperlihatkan diversifikasi permintaan memori ke sektor otomotif, yang menjadi bantalan tambahan di luar siklus pusat data.
Risiko Supercycle: Penundaan Belanja Infrastruktur AI
Meski momentumnya kuat, supercycle memori tetap menyimpan risiko. Menurut Investing.com, ancaman utama datang dari kemungkinan penundaan investasi infrastruktur AI oleh pelanggan besar. Jika belanja modal para hyperscaler melambat, permintaan HBM dan DRAM premium bisa terkoreksi, menekan harga jual yang saat ini menopang lonjakan laba.
Untuk saat ini, kombinasi pencatatan raksasa SK Hynix, laba rekor Samsung, dan perluasan basis pelanggan Micron ke sektor otomotif memberikan gambaran bahwa perdagangan chip AI masih berada di fase ekspansi. Investor akan mencermati apakah harga memori dapat bertahan di level tinggi seiring bertambahnya kapasitas produksi baru dalam beberapa tahun ke depan.
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.