Saham Meta Turun 3,3%, Ini Sentimennya (15 Oktober 2026)

Setya MahardikaSetya MahardikaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra
AI-powered contentSome parts of this article are powered by AI.

Bagikan artikel

Saham Meta Turun 3,3%, Ini Sentimennya (15 Oktober 2026)

Ringkasan

  • Saham Meta Platforms (META) turun 3,27% ke $737,54 pada sesi 14 Oktober 2026, lebih dalam dari Nasdaq Composite yang turun 1,88%.
  • Media keuangan mengaitkan penurunan dengan sorotan biaya AI, setelah Guggenheim menaikkan estimasi belanja modal Meta 2027 menjadi $225 miliar.
  • Meta dijadwalkan merilis laporan keuangan kuartal ketiga 2026 pada 21 Oktober 2026.

Gotrade News - Saham Meta Platforms (META) turun 3,27% dan ditutup di $737,54 pada sesi Rabu, 14 Oktober 2026 waktu New York, melemah $24,96 dari penutupan sebelumnya di $762,50. Media keuangan mengaitkan saham Meta turun dengan sorotan atas besarnya belanja modal AI perusahaan, setelah seorang analis menaikkan estimasi belanja modal Meta untuk 2027 menjadi $225 miliar.

Data Perdagangan Saham META

DataNilai
Harga penutupan$737,54
Perubahan-$24,96 (-3,27%)
Penutupan sebelumnya$762,50
Harga pembukaan$760,75
Rentang harian$734,29 hingga $761,50
Volume16,1 juta saham
Rata-rata volume 30 hari21,4 juta saham
Rentang 52 minggu$520,26 hingga $779,82
Kapitalisasi pasar$1,94 triliun
Setara dalam rupiahsekitar Rp 13.177.000 per saham (kurs Rp 17.867 per dolar AS)

Data penutupan sesi reguler Rabu, 14 Oktober 2026 pukul 16.00 waktu New York (Kamis, 15 Oktober 2026 pukul 03.00 WIB). Harga saham: Yahoo Finance, dicek silang dengan penutupan resmi Nasdaq. Kurs Rp 17.867 per dolar AS: Yahoo Finance, 14 Oktober 2026, dicek silang dengan kurs referensi ECB. Indeks, imbal hasil obligasi AS 10 tahun dan minyak (Brent dan WTI kontrak berjangka terdekat): penutupan harian Yahoo Finance di tanggal yang sama.

Pantau pergerakan harga META terkini di halaman harga saham Meta (META) hari ini.

Baca juga: Saham Chip Asia Rontok: SK Hynix Anjlok 11%, Kospi Turun 8%

Pergerakan Saham META Sepanjang Sesi

META dibuka di $760,75 dan sempat menyentuh level tertinggi harian $761,50, lalu bergerak turun hingga level terendah $734,29. Saham ditutup $3,25 di atas level terendah harian tersebut, sehingga penutupan berada dekat titik terlemah sesi.

Volume perdagangan tercatat 16,1 juta saham, 24,70% di bawah rata-rata 21,4 juta saham.

Penurunan META lebih dalam dibanding pasar. Nasdaq Composite turun 1,88% ke 26.692,87, S&P 500 melemah 1,11% ke 7.718,94, dan Dow Jones Industrial Average turun 0,09% ke 51.621,48, sehingga kinerja META tertinggal -1,39 poin persentase dari Nasdaq. Saham teknologi besar lain ikut melemah: Nvidia (NVDA) turun 3,16%, Microsoft (MSFT) turun 1,80%, dan Alphabet (GOOGL) turun 1,74%.

Baca juga: Gotrade Daily: Laba TSMC Melesat, Pasar Cerna Inflasi Panas

Pada penutupan ini, META berada 5,42% di bawah level tertinggi 52 minggu di $779,82 dan 41,76% di atas level terendah 52 minggu di $520,26.

Kenapa Saham Meta Turun?

Belum ada pernyataan resmi Meta yang menjelaskan pergerakan sesi ini. Media keuangan mengaitkan pelemahan saham dengan biaya pembangunan infrastruktur AI yang terus membesar.

Melansir GuruFocus, analis Guggenheim Michael Morris, seperti dilaporkan Barron's, menaikkan estimasi belanja modal Meta untuk 2027 menjadi $225 miliar dari sebelumnya $203 miliar. GuruFocus menegaskan angka itu adalah estimasi analis, bukan panduan perusahaan.

Sorotan pada belanja AI juga datang dari pimpinan Meta sendiri. Menurut Benzinga, Mark Zuckerberg dalam sebuah podcast mengatakan Meta siap mengeluarkan dana "seperti, saya tidak tahu, $100 miliar, $200 miliar" agar perusahaan bisa memimpin di bidang AI "selama dekade mendatang". Menurut Zuckerberg, bisnis inti dan kekuatan kredit Meta memungkinkan perusahaan menanggung biaya tersebut.

Di sisi lain, model AI Muse milik Meta tetap menjadi perhatian. Dilansir Stocktwits, Gene Munster dan Doug Clinton menilai Muse sebagai risiko jangka panjang yang lebih besar bagi bisnis pencarian Google dibanding ChatGPT, karena agen AI personal dapat menyelesaikan transaksi secara langsung.

Analisis Saham META: Faktor Pendukung dan Risiko

Faktor Pendukung

  • Menurut GuruFocus, pendapatan Meta pada kuartal kedua 2026 naik 28% menjadi $60,80 miliar, dengan impresi iklan tumbuh 14% dan rata-rata harga iklan naik 12%.
  • Munster dan Clinton menempatkan Muse sebagai pesaing serius di ranah transaksi berbasis agen AI, menurut Stocktwits.
  • Meta berencana memonetisasi Muse lewat langganan premium untuk konsumen dan perangkat AI untuk usaha kecil, menurut Benzinga.

Risiko

  • Menurut GuruFocus, laba operasional kuartal kedua 2026 turun 8% menjadi $18,78 miliar, dengan margin operasional sekitar 30,9%.
  • Estimasi belanja modal 2027 dari Guggenheim sebesar $225 miliar menandakan beban investasi yang lebih berat dari perkiraan sebelumnya.
  • Menurut Benzinga, mengoperasikan satu klaster berkapasitas satu gigawatt memerlukan sekitar $15 miliar per tahun, dengan belanja modal awal sekitar $50 miliar hingga $60 miliar.

Berdasarkan pengumuman resmi Meta tertanggal 12 Oktober 2026, perusahaan akan merilis laporan keuangan kuartal ketiga 2026 setelah pasar tutup pada Rabu, 21 Oktober 2026.

Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi, bukan nasihat investasi. Keputusan investasi ada di tangan kamu setelah melakukan riset mandiri.

Sumber

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Setya Mahardika
Ditulis oleh
Setya Mahardika
Setya Mahardika memimpin editorial untuk konten pasar AS dan berita Gotrade. Dengan pengalaman 4+ tahun di fintech dan industri terkait lainnya, ia memverifikasi setiap artikel terhadap sumber primer, laporan keuangan perusahaan, data bursa, dan rilis resmi sebelum tayang. Fokusnya adalah akurasi dan kejelasan sumber, agar investor Indonesia dapat mempercayai apa yang mereka baca sebelum berinvestasi.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1 juta+

Gotraders 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
Traders League IV

Total hadiah
lebih dari $4000

termasuk langganan
TradingView untuk
semua pemenang

Daftar sekarang

*Syarat dan ketentuan berlaku