Saham Oracle (ORCL) Turun 8,8%, Ini Sentimennya (15 Oktober 2026)

Ringkasan
- Saham Oracle (ORCL) turun 8,83% ke $130,55 pada sesi 14 Oktober 2026, jauh lebih dalam dari Nasdaq yang turun 1,88%.
- Motley Fool mengaitkan pelemahan ini dengan data inflasi AS September yang lebih panas dari perkiraan serta kekhawatiran soal utang Oracle.
- Volume mencapai 52,0 juta saham, 61,20% di atas rata-rata, dan saham kini 59,52% di bawah level tertinggi 52 minggu.
Gotrade News - Saham Oracle (ORCL) turun 8,83% ke $130,55 pada sesi Rabu, 14 Oktober 2026 waktu New York, setelah sehari sebelumnya ditutup di $143,20. Media keuangan mengaitkan saham Oracle turun tajam ini dengan data inflasi AS September yang lebih panas dari perkiraan, ditambah kekhawatiran lama soal utang dan pendanaan ekspansi AI perusahaan.
Data Perdagangan Saham ORCL
| Data | Nilai |
|---|---|
| Harga penutupan | $130,55 |
| Perubahan | -$12,65 (-8,83%) |
| Penutupan sebelumnya | $143,20 |
| Harga pembukaan | $140,00 |
| Rentang harian | $129,23 hingga $141,05 |
| Volume | 52,0 juta saham |
| Rata-rata volume 30 hari | 32,3 juta saham |
| Rentang 52 minggu | $114,50 hingga $322,54 |
| Kapitalisasi pasar | $434,1 miliar |
| Setara dalam rupiah | sekitar Rp 2.332.000 per saham (kurs Rp 17.867 per dolar AS) |
Data penutupan sesi reguler Rabu, 14 Oktober 2026 pukul 16.00 waktu New York (Kamis, 15 Oktober 2026 pukul 03.00 WIB). Harga saham: Yahoo Finance, dicek silang dengan penutupan resmi Nasdaq. Kurs Rp 17.867 per dolar AS: Yahoo Finance, 14 Oktober 2026, dicek silang dengan kurs referensi ECB. Indeks, imbal hasil obligasi AS 10 tahun dan minyak (Brent dan WTI kontrak berjangka terdekat): penutupan harian Yahoo Finance di tanggal yang sama.
Pantau pergerakan harga ORCL terkini di halaman harga saham Oracle (ORCL) hari ini.
Pergerakan Saham ORCL Sepanjang Sesi
ORCL dibuka di $140,00, sedikit di bawah penutupan sebelumnya, lalu tertekan hampir sepanjang hari. Rentang harian bergerak dari $129,23 hingga $141,05, dan saham ditutup hanya $1,32 di atas level terendah harian.
Volume perdagangan mencapai 52,0 juta saham, 61,20% di atas rata-rata 32,3 juta saham. Pelemahan ORCL jauh lebih dalam dibanding pasar: Nasdaq Composite turun 1,88% ke 26.692,87, S&P 500 melemah 1,11% ke 7.718,94, dan Dow Jones Industrial Average turun tipis 0,09% ke 51.621,48. Selisihnya terhadap Nasdaq mencapai 6,95 poin persentase.
Saham teknologi lain juga melemah, meski tidak sedalam Oracle. Microsoft (MSFT) turun 1,80%, sementara Dell (DELL) justru jatuh 11,27%. Dengan penutupan ini, ORCL berada 59,52% di bawah level tertinggi 52 minggu di $322,54 dan 14,02% di atas level terendah 52 minggu di $114,50.
Kenapa Saham Oracle Turun?
Menurut Motley Fool, Oracle melemah setelah data inflasi AS September yang lebih tinggi dari perkiraan mendorong imbal hasil obligasi pemerintah dan menghidupkan kembali spekulasi kenaikan suku bunga. Pada penutupan sesi, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun berada di 5,19%, turun 2,7 basis poin.
Media yang sama juga menyoroti tekanan khusus perusahaan. Belanja infrastruktur AI membuat utang Oracle mengarah ke sekitar $167 miliar, peringkat kreditnya diturunkan ke BBB-, satu tingkat di atas kategori spekulatif, dan ada jeda sebelum pendapatan dari kontrak terkait OpenAI mulai masuk pada 2027. Motley Fool bahkan menyebut kemungkinan Oracle harus memangkas dividen.
Di sisi lain, dilansir Simply Wall St., Oracle bersama Marvell dan Microsoft membentuk kelompok kerja keamanan di Open Compute Project untuk menyusun spesifikasi HSM terintegrasi NIST FIPS 140-3 Level 3, dan UiPath Test Cloud kini tersedia di Oracle Marketplace. Menurut Simply Wall St., kabar ini tidak banyak mengubah katalis jangka pendek maupun risiko utama pendanaan ekspansi.
Analisis Saham ORCL: Faktor Pendukung dan Risiko
Faktor Pendukung
- Pendapatan kuartal pertama fiskal 2027 (berakhir 31 Agustus) naik 30% secara tahunan menjadi $19,3 miliar, didorong lonjakan infrastruktur cloud, menurut Motley Fool.
- Kemitraan baru di bidang keamanan perangkat keras dan pengujian aplikasi memperluas ekosistem cloud Oracle, menurut Simply Wall St.
Risiko
- Utang yang mengarah ke $167 miliar dan peringkat kredit BBB- membuat saham sensitif terhadap kenaikan biaya pinjaman, menurut Motley Fool.
- Simply Wall St. mencatat arus kas bebas negatif dan rencana belanja modal fiskal 2027 sekitar $70 miliar, serta penundaan Project Jupiter yang masih menunggu persetujuan pemerintah.
Menurut Motley Fool, laporan keuangan Oracle berikutnya dijadwalkan pada 14 Desember 2026.
Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi, bukan nasihat investasi. Keputusan investasi ada di tangan kamu setelah melakukan riset mandiri.
Sumber
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.












