Saham Microsoft (MSFT) Turun 2,2%, Ini Sentimennya (23 Oktober 2026)

Ringkasan
- Saham Microsoft (MSFT) turun 2,23% ke $521,08 pada sesi Kamis, 22 Oktober 2026 waktu New York.
- Reuters mengaitkan aksi jual saham teknologi hari itu dengan kembalinya keraguan terhadap belanja AI, sementara belum ada sumber yang menyebut pemicu khusus dari Microsoft.
- Penurunan MSFT lebih ringan dari Nasdaq Composite yang turun 2,60%, dan Microsoft dijadwalkan merilis laporan keuangan kuartal pertama tahun fiskal 2027 pada 28 Oktober 2026.
Gotrade News - Saham Microsoft (MSFT) ditutup melemah 2,23% atau $11,87 ke $521,08 pada perdagangan Kamis, 22 Oktober 2026 waktu New York, atau Jumat, 23 Oktober 2026 pukul 03.00 WIB. Saham Microsoft turun bersama aksi jual luas di sektor teknologi, yang menurut Reuters dipicu kembalinya keraguan investor terhadap belanja kecerdasan buatan (AI).
Data Perdagangan Saham MSFT
| Data | Nilai |
|---|---|
| Harga penutupan | $521,08 |
| Perubahan | -$11,87 (-2,23%) |
| Penutupan sebelumnya | $532,95 |
| Harga pembukaan | $533,14 |
| Rentang harian | $520,30 hingga $533,60 |
| Volume | 21,3 juta saham |
| Rata-rata volume 30 hari | 21,3 juta saham |
| Rentang 52 minggu | $349,20 hingga $553,72 |
| Kapitalisasi pasar | $3,87 triliun |
| Setara dalam rupiah | sekitar Rp 9.384.000 per saham (kurs Rp 18.008 per dolar AS) |
Data penutupan sesi reguler Kamis, 22 Oktober 2026 pukul 16.00 waktu New York (Jumat, 23 Oktober 2026 pukul 03.00 WIB). Harga saham: Yahoo Finance, dicek silang dengan harga penutupan di Nasdaq.com. Volume dan rata-rata volume 30 hari: Nasdaq.com. Kurs Rp 18.008 per dolar AS: Yahoo Finance, 22 Oktober 2026, dicek silang dengan kurs referensi ECB. Indeks, imbal hasil obligasi AS 10 tahun dan minyak (Brent kontrak berjangka terdekat): penutupan harian Yahoo Finance di tanggal yang sama.
Pantau pergerakan harga MSFT terkini di halaman harga saham Microsoft (MSFT) hari ini.
Pergerakan Saham MSFT Sepanjang Sesi
Saham Microsoft sempat dibuka sedikit di atas penutupan sebelumnya, lalu terus melemah sepanjang sesi hingga ditutup hanya $0,78 di atas level terendah hariannya. Volume perdagangan tercatat nyaris setara dengan rata-ratanya, hanya 0,07% di bawah rata-rata.
Di level indeks, Nasdaq Composite turun 2,60% ke 26.008,86 dan S&P 500 melemah 1,21% ke 7.663,43, sementara Dow Jones Industrial Average naik tipis 0,02% ke 52.867,98. Penurunan MSFT 0,37 poin persentase lebih ringan dibanding Nasdaq Composite, tetapi lebih dalam dibanding S&P 500. Di pasar obligasi, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun 19,3 basis poin ke 4,95% pada sesi yang sama.
Sejumlah saham teknologi besar lain melemah lebih tajam. Meta Platforms (META) anjlok 6,98% ke $648,85, Nvidia (NVDA) turun 4,40% ke $212,21, dan Alphabet (GOOGL) terkoreksi 3,15% ke $324,22. Setelah sesi ini, MSFT berada 5,89% di bawah level tertinggi 52 minggu dan 49,22% di atas level terendah 52 minggunya.
Kenapa Saham Microsoft Turun?
Belum ada sumber yang menyebut pemicu khusus dari Microsoft di balik penurunan ini. Laporan Zacks tentang sesi 22 Oktober 2026 membandingkan pergerakan MSFT dengan pasar tanpa menyebut penyebab penurunannya, sehingga pelemahan ini lebih tepat dibaca bersama tekanan di indeks dan saham sejenis.
Menurut Reuters, aksi jual pada 22 Oktober 2026 muncul setelah rilis kinerja sejumlah emiten besar terkait AI menghidupkan kembali kekhawatiran soal perlombaan belanja AI. Laporan kuartalan Meta Platforms melampaui perkiraan analis, tetapi Reuters mencatat perusahaan itu membukukan arus kas keluar pertama dalam lebih dari satu dekade akibat belanja terkait AI. Saham-saham chip juga ikut menyeret indeks Nasdaq lebih dalam.
"Investor mulai menyadari ada beberapa celah dalam cerita AI," ujar Paul Nolte, senior wealth adviser di Murphy & Sylvest, seperti dikutip Reuters.
Pada hari yang sama, TheStreet melaporkan Microsoft termasuk di antara 16 perusahaan yang keberatan atas rencana OKXICE, usaha patungan Intercontinental Exchange dan bursa kripto OKX, untuk menerbitkan versi token dari saham mereka di platform Tokenized Stock Venue. Daftar itu bersumber dari pemberitahuan OKXICE tertanggal 19 Oktober 2026, dan TheStreet tidak mengaitkannya dengan pergerakan saham Microsoft.
Analisis Saham MSFT: Faktor Pendukung dan Risiko
Faktor Pendukung
- Dilansir TheStreet, laporan keuangan terakhir Microsoft mencatat pendapatan Azure tumbuh 43% secara tahunan.
- Menurut Zacks, konsensus memperkirakan laba per saham Microsoft untuk kuartal yang akan dilaporkan sebesar $4,71, naik 14,04% secara tahunan, dengan pendapatan $90,59 miliar atau naik 16,63%.
- Zacks juga mencatat saham Microsoft naik 6,46% dalam sebulan terakhir, saat sektor Computer and Technology turun 3,87%.
Risiko
- Sentimen terhadap belanja AI masih rapuh. Paul Nolte, dikutip Reuters, menyebut teknologi sebagai satu-satunya bagian pasar yang benar-benar tertekan pada 22 Oktober, dan hal itu berdampak pada indeks karena bobot saham teknologi di dalamnya sangat besar.
- Harga minyak yang tinggi menjadi faktor makro yang membayangi pasar: minyak Brent kontrak berjangka terdekat ditutup di $113,17 per barel pada sesi yang sama. Reuters menyebut harga minyak mentah naik ke level tertinggi lima bulan setelah serangan baru kelompok Houthi terhadap sasaran di Arab Saudi.
Menurut pengumuman resmi Microsoft, perusahaan akan merilis laporan keuangan kuartal pertama tahun fiskal 2027 setelah penutupan pasar pada Rabu, 28 Oktober 2026, dengan webcast konferensi laporan keuangan pukul 14.30 waktu Pasifik.
Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi, bukan nasihat investasi. Keputusan investasi ada di tangan kamu setelah melakukan riset mandiri.
Artikel ini disusun dengan bantuan AI dan diperiksa oleh tim Gotrade sebelum terbit.
Sumber
- Microsoft announces quarterly earnings release date (Microsoft, via PR Newswire)
- S&P 500, Nasdaq end sharply lower as revived AI doubts ignite tech selloff (Reuters)
- Microsoft (MSFT) Falls More Steeply Than Broader Market: What Investors Need to Know (Zacks)
- Microsoft, Google parent and McDonald's protest new trading plan (TheStreet)
- How much MSFT stock does Microsoft CEO Satya Nadella actually own? (TheStreet)
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.












