Saham Amazon (AMZN) Turun 4,6%, Ini Sentimennya (23 Oktober 2026)

Ringkasan
- Saham Amazon (AMZN) ditutup melemah 4,57% ke $250,38 pada 22 Oktober 2026, lebih dalam dari penurunan Nasdaq Composite sebesar 2,60%.
- Sumber yang dibaca tidak menyebut pemicu khusus dari Amazon; menurut TheStreet, aksi jual saham teknologi meluas dari Meta Platforms setelah investor mencemaskan belanja AI perusahaan itu.
- Amazon dijadwalkan membahas kinerja kuartal ketiga 2026 pada 29 Oktober 2026.
Gotrade News - Saham Amazon (AMZN) ditutup melemah 4,57% ke $250,38 pada Kamis, 22 Oktober 2026 pukul 16.00 waktu New York (Jumat, 23 Oktober 2026 pukul 03.00 WIB). Saham Amazon turun di tengah aksi jual saham teknologi yang, menurut TheStreet, meluas dari Meta Platforms setelah investor mencemaskan belanja kecerdasan buatan (AI) raksasa media sosial itu.
Data Perdagangan Saham AMZN
| Data | Nilai |
|---|---|
| Harga penutupan | $250,38 |
| Perubahan | -$11,99 (-4,57%) |
| Penutupan sebelumnya | $262,37 |
| Harga pembukaan | $258,18 |
| Rentang harian | $248,00 hingga $258,41 |
| Volume | 48,8 juta saham |
| Rata-rata volume 30 hari | 35,9 juta saham |
| Rentang 52 minggu | $196,00 hingga $287,20 |
| Kapitalisasi pasar | $2,70 triliun |
| Setara dalam rupiah | sekitar Rp 4.509.000 per saham (kurs Rp 18.008 per dolar AS) |
Data penutupan sesi reguler Kamis, 22 Oktober 2026 pukul 16.00 waktu New York (Jumat, 23 Oktober 2026 pukul 03.00 WIB). Harga saham: Yahoo Finance, dicek silang dengan harga penutupan di Nasdaq.com. Volume dan rata-rata volume 30 hari: Nasdaq.com. Kurs Rp 18.008 per dolar AS: Yahoo Finance, 22 Oktober 2026, dicek silang dengan kurs referensi ECB. Indeks dan imbal hasil obligasi AS 10 tahun: penutupan harian Yahoo Finance di tanggal yang sama.
Pantau pergerakan harga AMZN terkini di halaman harga saham Amazon (AMZN) hari ini.
Pergerakan Saham AMZN Sepanjang Sesi
AMZN dibuka di $258,18, di bawah penutupan sebelumnya di $262,37, lalu bergerak di rentang $248,00 hingga $258,41. Saham ditutup hanya $2,38 di atas level terendah harian, dekat titik terlemah sesi.
Aktivitas transaksi tergolong ramai. Volume perdagangan mencapai 48,8 juta saham, 35,91% di atas rata-rata 35,9 juta saham.
Pelemahan AMZN lebih dalam dari indeks acuan. Nasdaq Composite turun 2,60% ke 26.008,86 dan S&P 500 melemah 1,21% ke 7.663,43, sementara Dow Jones Industrial Average naik tipis 0,02% ke 52.867,98. Dibanding Nasdaq, AMZN tertinggal 1,97 poin persentase.
Tekanan juga terlihat luas di saham teknologi besar. Meta Platforms (META) turun 6,98%, Nvidia (NVDA) melemah 4,40%, dan Microsoft (MSFT) terkoreksi 2,23%, sedangkan AMD dan Intel masing-masing turun 8,10% dan 8,04%. Apple menjadi pengecualian dengan kenaikan 1,23%. Di pasar obligasi, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun 19,3 basis poin ke 4,95%.
Dengan penutupan ini, AMZN berada 12,82% di bawah level tertinggi 52 minggu di $287,20 dan 27,74% di atas level terendah 52 minggu di $196,00.
Kenapa Saham Amazon Turun?
Sumber yang kami baca tidak menyebut pemicu khusus dari Amazon sendiri, sehingga penurunan ini perlu dilihat dalam konteks aksi jual saham teknologi pada sesi yang sama.
Media keuangan mengaitkan aksi jual tersebut dengan Meta. Setelah laporan kuartal ketiga Meta dirilis, saham Meta turun pada 22 Oktober 2026 karena investor mencemaskan belanja AI perusahaan yang agresif, menurut TheStreet. Meta menaikkan batas bawah proyeksi belanja modal 2026 menjadi $135 miliar hingga $145 miliar dan mengingatkan bahwa imbal hasil dari inisiatif AI barunya akan lebih lama terwujud dibanding bisnis iklan intinya.
Pada hari yang sama, TheStreet mencatat aksi jual meluas melampaui Meta, dengan saham Intel, AMD, dan Nvidia ikut tertekan. Laporan itu menyebut saham teknologi makin sensitif terhadap kabar, bahkan laporan kinerja yang kuat bisa memicu aksi jual, seiring meningkatnya kekhawatiran investor atas risiko AI. Laporan tersebut tidak membahas Amazon secara khusus.
Analisis Saham AMZN: Faktor Pendukung dan Risiko
Faktor Pendukung
- Menurut rilis kinerja kuartal kedua 2026 Amazon, penjualan segmen AWS naik 37% secara tahunan menjadi $42,2 miliar. CEO Andy Jassy menyebut bisnis AI dan cip Amazon masing-masing telah melampaui run rate pendapatan lebih dari $25 miliar.
- Dalam rilis yang sama, Amazon memproyeksikan penjualan bersih kuartal ketiga 2026 sebesar $197,0 miliar hingga $202,0 miliar dan laba operasional $22,5 miliar hingga $26,5 miliar, dibanding laba operasional $17,4 miliar pada kuartal ketiga 2025.
- Menurut GuruFocus, AWS merilis Neuron 2.33 yang membawa TorchNeuron ke tahap beta publik agar model PyTorch standar dapat berjalan di cip Trainium2 dan Trainium3. Mengutip Reuters, GuruFocus menyebut lebih dari 30 pelanggan awal sudah menggunakan TorchNeuron.
Risiko
- Arus kas bebas Amazon turun menjadi arus keluar $7,6 miliar dalam dua belas bulan terakhir, terutama karena kenaikan pembelian properti dan peralatan sebesar $66,1 miliar yang menurut perusahaan terutama mencerminkan investasi di AI.
- Sikap investor terhadap belanja AI sedang sensitif. Penurunan saham Meta pada 22 Oktober 2026 menunjukkan bahwa proyeksi belanja modal yang lebih besar dapat menekan saham, meski pendapatannya melampaui perkiraan, seperti dilaporkan TheStreet.
- GuruFocus menyebut penggunaan komersial yang berkelanjutan sebagai ujian berikutnya bagi upaya Amazon mendorong adopsi cip Trainium.
Amazon dijadwalkan membahas kinerja kuartal ketiga 2026 dalam conference call pada 29 Oktober 2026 pukul 17.00 waktu New York, menurut pengumuman perusahaan.
Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi, bukan nasihat investasi. Keputusan investasi ada di tangan kamu setelah melakukan riset mandiri.
Artikel ini disusun dengan bantuan AI dan diperiksa oleh tim Gotrade sebelum terbit.
Sumber
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.












