Saham Nvidia (NVDA) Naik 2,3% Seiring Pemulihan Saham Chip (4 November 2026)

Setya MahardikaSetya MahardikaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra
AI-powered contentSome parts of this article are powered by AI.

Bagikan artikel

Saham Nvidia (NVDA) Naik 2,3% Seiring Pemulihan Saham Chip (4 November 2026)

Ringkasan

  • Saham Nvidia (NVDA) naik 2,29% ke $206,69 pada sesi Selasa, 3 November 2026 waktu New York.
  • Investopedia mengaitkan kenaikan ini dengan pemulihan saham chip menjelang rilis laporan keuangan AMD.
  • Pada hari yang sama, Financial Times melaporkan Nvidia meminta mitra pusat data menjual setidaknya 51% layanan cloud kepada perusahaan non-China, laporan yang belum dikonfirmasi Nvidia.

Gotrade News - Saham Nvidia (NVDA) ditutup menguat 2,29% ke $206,69 pada sesi Selasa, 3 November 2026 waktu New York, atau Rabu, 4 November 2026 pukul 04.00 WIB. Saham Nvidia naik bersama saham chip lain yang pulih dari tekanan beberapa sesi terakhir menjelang rilis laporan keuangan AMD, menurut Investopedia.

Data Perdagangan Saham NVDA

DataNilai
Harga penutupan$206,69
Perubahan+$4,63 (+2,29%)
Penutupan sebelumnya$202,06
Harga pembukaan$207,96
Rentang harian$205,93 hingga $209,14
Volume91,9 juta saham
Rata-rata volume 30 hari103,1 juta saham
Rentang 52 minggu$164,27 hingga $243,37
Kapitalisasi pasar$4,98 triliun

Data penutupan sesi reguler Selasa, 3 November 2026 pukul 16.00 waktu New York (Rabu, 4 November 2026 pukul 04.00 WIB). Harga saham: Yahoo Finance, dicek silang dengan harga penutupan di Nasdaq.com. Volume dan rata-rata volume 30 hari: Nasdaq.com. Rentang 52 minggu: harga tertinggi dan terendah harian Yahoo Finance sejak 4 November 2025. Indeks dan imbal hasil obligasi AS 10 tahun: penutupan harian Yahoo Finance di tanggal yang sama.

Pantau pergerakan harga NVDA terkini di halaman harga saham Nvidia (NVDA) hari ini.

Baca juga: Gotrade Daily: Demokrat Unggul, AMD dan Qualcomm Malam Ini

Pergerakan Saham NVDA Sepanjang Sesi

Nvidia dibuka di $207,96, di atas penutupan sebelumnya di $202,06, lalu bergerak di rentang $205,93 hingga $209,14. Saham ini ditutup di bawah harga pembukaannya dan hanya $0,76 di atas level terendah harian, sehingga sebagian penguatan awal sesi tidak bertahan hingga penutupan.

Volume perdagangan tercatat 91,9 juta saham, 10,81% di bawah rata-rata 103,1 juta saham. Kenaikan ini terjadi dengan aktivitas perdagangan yang lebih sepi dari biasanya.

Kenaikan Nvidia melampaui pasar secara umum. Nasdaq Composite naik 0,83% ke 25.372,01, S&P 500 menguat 0,36% ke 7.568,92, sementara Dow Jones Industrial Average turun 0,38% ke 51.786,72. Dengan begitu, Nvidia mengungguli Nasdaq sebesar 1,46 poin persentase. Di pasar obligasi, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik 5,8 basis poin ke 4,95%.

Baca juga: AMD Rilis Laba Kuartal III 2026, Pendapatan $13,4 Miliar

Saham chip lain juga bergerak naik. AMD menguat 3,65%, Broadcom (AVGO) naik 3,07%, dan Micron (MU) naik 2,58%. Meski menguat, Nvidia masih 15,07% di bawah level tertinggi 52 minggu di $243,37 dan 25,82% di atas level terendah 52 minggu di $164,27.

Kenapa Saham Nvidia Naik?

Sumber yang dirujuk artikel ini tidak menyebut kabar khusus perusahaan sebagai pemicu kenaikan Nvidia pada sesi ini. Menurut Investopedia, saham chip rebound dari kerugian besar beberapa waktu terakhir menjelang rilis hasil kuartalan AMD setelah penutupan pasar Selasa. Media yang sama mencatat S&P 500 dan Nasdaq mengakhiri tren turun tiga hari, sementara pelaku pasar bersiap menghadapi hasil pemilu sela AS.

Pada hari yang sama, muncul kabar soal bisnis Nvidia terkait China. Melansir AFP via Malay Mail, Financial Times melaporkan, dengan mengutip lima orang yang mengetahui masalah ini, bahwa Nvidia meminta mitra pusat datanya menjual setidaknya 51% layanan cloud kepada perusahaan non-China. Menurut laporan itu, aturan tersebut hanya berlaku untuk kontrak mendatang, bukan perjanjian yang sudah berjalan.

Nvidia tidak mengonfirmasi maupun membantah laporan tersebut kepada AFP. Dalam pernyataannya, Nvidia menyebut pusat data dan cloud yang dibangun dengan chip Amerika sebagai fondasi bagi pembuat model dan aplikasi Amerika. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, mengatakan tidak mengetahui laporan itu. Sumber yang dirujuk tidak mengaitkan laporan ini dengan pergerakan saham Nvidia.

Analisis Saham NVDA: Faktor Pendukung dan Risiko

Faktor Pendukung

  • Menurut rilis resmi Nvidia tertanggal 26 Agustus 2026, pendapatan pusat data kuartal II tahun fiskal 2027 mencapai $89,0 miliar, naik 117% dari tahun sebelumnya.
  • Dalam rilis yang sama, Nvidia memproyeksikan pendapatan kuartal III tahun fiskal 2027 sebesar $108,0 miliar, plus minus 2%.
  • Menurut Investopedia, saham chip pulih pada sesi ini setelah kerugian besar sebelumnya, dan Nvidia menguat bersama AMD, Broadcom, dan Micron.

Risiko

  • Laporan Financial Times soal batas minimal 51% pelanggan non-China bagi mitra pusat data belum dikonfirmasi Nvidia, sehingga dampaknya terhadap bisnis mitra belum jelas.
  • Rilis kuartal II menyebut Nvidia tidak memasukkan pendapatan komputasi pusat data dari China dalam proyeksinya.
  • Investopedia mencatat ketidakpastian soal bagaimana pergeseran kekuatan di Kongres AS usai pemilu sela dapat memengaruhi belanja dan regulasi.

Menurut pengumuman resmi Nvidia, perusahaan akan menggelar conference call hasil kuartal III tahun fiskal 2027 pada Selasa, 17 November 2026 pukul 17.00 waktu New York, atau Rabu, 18 November 2026 pukul 05.00 WIB.

Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi, bukan nasihat investasi. Keputusan investasi ada di tangan kamu setelah melakukan riset mandiri.

Artikel ini disusun dengan bantuan AI dan diperiksa oleh tim Gotrade sebelum terbit.

Sumber

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.

Investasi saham berisiko tinggi dan tidak sesuai untuk semua orang. Lakukan analisis pribadi sebelum memutuskan.


Setya Mahardika
Ditulis oleh
Setya Mahardika
Setya Mahardika memimpin editorial untuk konten pasar AS dan berita Gotrade. Dengan pengalaman 4+ tahun di fintech dan industri terkait lainnya, ia memverifikasi setiap artikel terhadap sumber primer, laporan keuangan perusahaan, data bursa, dan rilis resmi sebelum tayang. Fokusnya adalah akurasi dan kejelasan sumber, agar investor Indonesia dapat mempercayai apa yang mereka baca sebelum berinvestasi.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1 juta+

Gotraders 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
Traders League IV

Total hadiah
lebih dari $4000

termasuk langganan
TradingView untuk
semua pemenang

Daftar sekarang

*Syarat dan ketentuan berlaku