Saham Oracle (ORCL) Turun 1,9% Usai Kabar Deal Tencent Batal (5 November 2026)

Setya MahardikaSetya MahardikaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra
AI-powered contentSome parts of this article are powered by AI.

Bagikan artikel

Saham Oracle (ORCL) Turun 1,9% Usai Kabar Deal Tencent Batal (5 November 2026)

Ringkasan

  • Saham Oracle (ORCL) turun 1,95% ke $123,73 pada sesi 4 November 2026, saat Nasdaq naik 1,44%.
  • Media keuangan mengaitkan penurunan ini dengan kabar pembatalan kontrak sewa chip AI senilai sekitar $7 miliar dengan Tencent.
  • Volume perdagangan mencapai 111,8 juta saham atau 221,13% di atas rata-rata, dan ORCL kini 50,98% di bawah level tertinggi 52 minggu.

Gotrade News - Oracle (ORCL) ditutup melemah 1,95% ke $123,73 pada sesi Rabu, 4 November 2026 waktu New York, atau Kamis, 5 November 2026 pukul 04.00 WIB, ketika tiga indeks utama Wall Street justru menguat. Saham Oracle turun setelah media keuangan melaporkan perusahaan membatalkan kontrak sewa chip AI senilai sekitar $7 miliar dengan Tencent.

Data Perdagangan Saham ORCL

DataNilai
Harga penutupan$123,73
Perubahan-$2,46 (-1,95%)
Penutupan sebelumnya$126,19
Harga pembukaan$121,78
Rentang harian$121,90 hingga $129,85
Volume111,8 juta saham
Rata-rata volume 30 hari34,8 juta saham
Rentang 52 minggu$114,50 hingga $252,40
Kapitalisasi pasar$374,1 miliar

Data penutupan sesi reguler Rabu, 4 November 2026 pukul 16.00 waktu New York (Kamis, 5 November 2026 pukul 04.00 WIB). Harga saham: Yahoo Finance, dicek silang dengan harga penutupan di Nasdaq.com. Volume dan rata-rata volume 30 hari: Nasdaq.com. Rentang 52 minggu: harga tertinggi dan terendah harian Yahoo Finance sejak 5 November 2025. Indeks dan imbal hasil obligasi AS 10 tahun: penutupan harian Yahoo Finance di tanggal yang sama.

Pantau pergerakan harga ORCL terkini di halaman harga saham Oracle (ORCL) hari ini.

Baca juga: Remitly Rilis Laba Bersih Kuartal III 2026 Sebesar $67,6 Juta

Pergerakan Saham ORCL Sepanjang Sesi

ORCL dibuka melemah dari penutupan sebelumnya di $126,19 dan bergerak di rentang $121,90 hingga $129,85. Saham sempat naik melewati penutupan sebelumnya, lalu berbalik dan ditutup hanya $1,83 di atas level terendah harian. Volume perdagangan mencapai 111,8 juta saham, 221,13% di atas rata-rata 34,8 juta saham.

Arah ORCL berlawanan dengan pasar. Nasdaq Composite naik 1,44% ke 25.736,51, S&P 500 menguat 1,58% ke 7.688,62, dan Dow Jones Industrial Average naik 3,03% ke 53.356,12, sehingga ORCL tertinggal 3,39 poin persentase dari Nasdaq. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun 5,8 basis poin ke 4,89%.

Pesaing cloud Microsoft (MSFT) naik 6,68% ke $555,80, sementara saham yang terkait infrastruktur AI melemah: Nvidia (NVDA) turun 3,17%, Dell (DELL) turun 8,82%, dan CoreWeave turun 9,90%. ORCL kini berada 50,98% di bawah level tertinggi 52 minggu di $252,40 dan 8,06% di atas level terendah 52 minggu di $114,50.

Baca juga: American Homes 4 Rent Rilis Laba Kuartal III 2026: $0,23 per Saham

Kenapa Saham Oracle Turun?

Media keuangan mengaitkan penurunan ini dengan kabar pembatalan kontrak Tencent. Menurut Motley Fool, laporan yang beredar sebelum pasar dibuka pada 4 November menyebut Oracle membatalkan kesepakatan sewa chip senilai $7 miliar dengan Tencent, ditambah sorotan baru pada rencana pendanaan AI perusahaan.

Mengutip Financial Times, TIKR menulis Tencent sebelumnya meneken sewa lima tahun untuk akses hingga 100.000 chip AI canggih di pusat data Asia Tenggara. Pembatalan itu dikabarkan terjadi setelah pejabat AS menyampaikan keberatan kepada Oracle, dan kedua laporan tersebut tidak memuat pernyataan dari Oracle maupun Tencent. Menurut perhitungan TIKR, nilai kontrak itu sekitar $1,4 miliar per tahun, atau sekitar 1% dari backlog Oracle senilai $664 miliar per akhir Agustus.

Kabar itu muncul pada hari yang sama Oracle menuntaskan penggalangan dana $20 miliar. Menurut Form 8-K Oracle di SEC, penawaran 86.206.897 saham biasa senilai $10 miliar dan penerbitan obligasi $10 miliar dalam lima seri berkupon 7,000% hingga 8,650% sama-sama rampung pada 4 November 2026. Motley Fool juga mencatat banyak saham pusat data melemah setelah politisi yang menentang pembangunan pusat data menang dalam pemilu sela AS 2026.

Analisis Saham ORCL: Faktor Pendukung dan Risiko

Faktor Pendukung

  • Oracle menyatakan akan membatasi pendanaan tambahan dari pasar modal hingga $20 miliar sampai tahun fiskal 2030, menurut Motley Fool, dan TIKR mencatat penawaran saham dan obligasi pekan ini sudah memakai seluruh batas tersebut.
  • Menurut TIKR, Oracle menyebut dalam paparan kinerja September bahwa utilisasi GPU-nya mencapai 97,9% pada kuartal lalu.
  • Dilansir Proactive, UBS berbicara dengan 23 pelanggan dan mitra Oracle, dan pembeli dari kalangan korporasi tidak mendukung pandangan bahwa permintaan AI kurang.

Risiko

  • Analis memperkirakan arus kas bebas Oracle negatif $37,7 miliar pada tahun fiskal 2027, dan perusahaan baru memperkirakan arus kas bebas positif pada paruh kedua tahun fiskal 2028, menurut TIKR.
  • TIKR mencatat total utang Oracle termasuk sewa naik lebih dari dua kali lipat dari tahun fiskal 2022 hingga 2026, sementara obligasi barunya berkupon 7,000% hingga 8,650%.
  • Nvidia dikabarkan mewajibkan pelanggan cloud menjual minimal 51% layanannya kepada perusahaan non-China. Menurut TIKR, aturan ini bisa membuat kapasitas yang kosong di Asia Tenggara lebih sulit disewakan kembali.
  • Dalam pemeriksaan UBS yang dilansir Proactive, masukan untuk bisnis database lebih lemah karena banyak pelanggan masih di tahap awal migrasi ke Azure atau AWS dengan tambahan belanja Oracle yang minim.

Sebagai perkiraan, TIKR menyebut laporan kinerja kuartal II fiskal Oracle dijadwalkan pada pertengahan Desember.

Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi, bukan nasihat investasi. Keputusan investasi ada di tangan kamu setelah melakukan riset mandiri.

Artikel ini disusun dengan bantuan AI dan diperiksa oleh tim Gotrade sebelum terbit.

Sumber

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.

Investasi saham berisiko tinggi dan tidak sesuai untuk semua orang. Lakukan analisis pribadi sebelum memutuskan.


Setya Mahardika
Ditulis oleh
Setya Mahardika
Setya Mahardika memimpin editorial untuk konten pasar AS dan berita Gotrade. Dengan pengalaman 4+ tahun di fintech dan industri terkait lainnya, ia memverifikasi setiap artikel terhadap sumber primer, laporan keuangan perusahaan, data bursa, dan rilis resmi sebelum tayang. Fokusnya adalah akurasi dan kejelasan sumber, agar investor Indonesia dapat mempercayai apa yang mereka baca sebelum berinvestasi.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1 juta+

Gotraders 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
Traders League IV

Total hadiah
lebih dari $4000

termasuk langganan
TradingView untuk
semua pemenang

Daftar sekarang

*Syarat dan ketentuan berlaku