Saham Nvidia (NVDA) Turun 3,2% Seiring Pelemahan Saham Chip (5 November 2026)

Setya MahardikaSetya MahardikaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra
AI-powered contentSome parts of this article are powered by AI.

Bagikan artikel

Saham Nvidia (NVDA) Turun 3,2% Seiring Pelemahan Saham Chip (5 November 2026)

Ringkasan

  • Saham Nvidia (NVDA) turun 3,17% ke $200,13 pada sesi Rabu, 4 November 2026, saat Nasdaq Composite naik 1,44%.
  • Menurut CNBC, penurunan terjadi di tengah aksi jual saham chip dan infrastruktur AI setelah kemenangan Partai Demokrat di Kongres AS memicu kekhawatiran pembatasan pusat data.
  • Saham NVDA kini berada 17,77% di bawah level tertinggi 52 minggu, dan Nvidia dijadwalkan membahas hasil kuartal III fiskal 2027 pada 17 November 2026.

Gotrade News - Saham Nvidia (NVDA) ditutup di $200,13 pada Rabu, 4 November 2026 pukul 16.00 waktu New York (Kamis, 5 November 2026 pukul 04.00 WIB), turun $6,56 atau 3,17% pada sesi ketika indeks utama Wall Street justru menguat. Saham Nvidia turun seiring aksi jual saham chip dan infrastruktur AI, setelah kemenangan Partai Demokrat dalam pemilu sela AS memicu kekhawatiran investor akan pembatasan pembangunan pusat data, menurut CNBC.

Data Perdagangan Saham NVDA

DataNilai
Harga penutupan$200,13
Perubahan-$6,56 (-3,17%)
Penutupan sebelumnya$206,69
Harga pembukaan$203,50
Rentang harian$199,69 hingga $206,79
Volume149,0 juta saham
Rata-rata volume 30 hari103,0 juta saham
Rentang 52 minggu$164,27 hingga $243,37
Kapitalisasi pasar$4,82 triliun

Data penutupan sesi reguler Rabu, 4 November 2026 pukul 16.00 waktu New York (Kamis, 5 November 2026 pukul 04.00 WIB). Harga saham: Yahoo Finance, dicek silang dengan harga penutupan di Nasdaq.com. Volume dan rata-rata volume 30 hari: Nasdaq.com. Rentang 52 minggu: harga tertinggi dan terendah harian Yahoo Finance sejak 5 November 2025. Indeks dan imbal hasil obligasi AS 10 tahun: penutupan harian Yahoo Finance di tanggal yang sama.

Pantau pergerakan harga NVDA terkini di halaman harga saham Nvidia (NVDA) hari ini.

Baca juga: Remitly Rilis Laba Bersih Kuartal III 2026 Sebesar $67,6 Juta

Pergerakan Saham NVDA Sepanjang Sesi

Saham NVDA dibuka di $203,50, bergerak di rentang $199,69 hingga $206,79, lalu ditutup di $200,13, hanya $0,44 di atas level terendah harian. Artinya, saham berakhir di dekat titik terlemah sesi.

Volume perdagangan mencapai 149,0 juta saham, 44,74% di atas rata-rata volume 30 hari sebesar 103,0 juta saham.

Arah NVDA berlawanan dengan pasar. Pada sesi yang sama, Nasdaq Composite naik 1,44% ke 25.736,51, S&P 500 naik 1,58% ke 7.688,62, dan Dow Jones Industrial Average naik 3,03% ke 53.356,12, sehingga NVDA tertinggal 4,61 poin persentase dari Nasdaq. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun 5,8 basis poin ke 4,89%.

Baca juga: American Homes 4 Rent Rilis Laba Kuartal III 2026: $0,23 per Saham

Tekanan juga terlihat pada saham chip lain. Micron (MU) turun 7,00%, Marvell (MRVL) turun 7,08%, Broadcom turun 2,00%, dan TSMC turun 2,24%, sementara AMD naik 1,01%. Di sisi lain, Microsoft (MSFT) naik 6,68%, Amazon naik 6,12%, dan Apple naik 5,31%.

Dengan penutupan ini, saham NVDA berada 17,77% di bawah level tertinggi 52 minggu di $243,37 dan 21,83% di atas level terendah 52 minggu di $164,27.

Kenapa Saham Nvidia Turun?

Sumber yang kami baca tidak mengaitkan penurunan ini dengan pengumuman baru dari Nvidia. Media keuangan mengaitkannya dengan aksi jual saham chip dan infrastruktur AI setelah hasil pemilu sela AS.

Menurut CNBC pada 4 November 2026, pasar mencerna keunggulan Partai Demokrat dalam pemilu sela AS, yang menghasilkan mayoritas Demokrat di DPR dan Senat. Investor khawatir kemenangan besar Demokrat dapat berarti lebih banyak pembatasan terhadap pusat data secara nasional. Saham semikonduktor Asia seperti SK Hynix dan Samsung juga turun pada hari yang sama, dan CNBC menyebut perdagangan saham AI secara umum sedang dilepas.

Dilansir investingLive, investor merotasi dana keluar dari saham AI dan chip, sehingga sejumlah pemasok pembangunan AI turun tajam. Sebaliknya, kenaikan kuat Microsoft, Amazon, dan Apple disebut investingLive sebagai garis pemisah yang jelas di dalam sektor teknologi.

Analisis Saham NVDA: Faktor Pendukung dan Risiko

Faktor Pendukung

  • Menurut rilis resmi Nvidia pada 26 Agustus 2026, pendapatan kuartal II fiskal 2027 mencapai $96,2 miliar, naik 106% dibanding tahun sebelumnya, dengan segmen Data Center menyumbang $89,0 miliar atau naik 117%.
  • Dalam rilis yang sama, Nvidia memperkirakan pendapatan kuartal III fiskal 2027 sebesar $108,0 miliar, plus minus 2%, dengan margin kotor 74,0%, plus minus 50 basis poin.

Risiko

  • CNBC mencatat Gina Hinojosa, calon gubernur Texas dari Partai Demokrat, menjanjikan moratorium pusat data di Texas, negara bagian yang menurut estimasi Wells Fargo menyumbang sekitar 27% kapasitas pusat data AS.
  • Menurut investingLive, investor menimbang apakah pembatasan yang lebih ketat dapat memperlambat ekspansi pusat data, yang bisa memangkas belanja perusahaan teknologi besar dan menekan para pemasoknya.

Agenda terdekat, menurut pengumuman resmi Nvidia, perusahaan akan membahas hasil kuartal III fiskal 2027 (yang berakhir 25 Oktober 2026) dalam konferensi telepon pada Selasa, 17 November 2026 pukul 17.00 waktu New York (Rabu, 18 November 2026 pukul 05.00 WIB).

Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi, bukan nasihat investasi. Keputusan investasi ada di tangan kamu setelah melakukan riset mandiri.

Artikel ini disusun dengan bantuan AI dan diperiksa oleh tim Gotrade sebelum terbit.

Sumber

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.

Investasi saham berisiko tinggi dan tidak sesuai untuk semua orang. Lakukan analisis pribadi sebelum memutuskan.


Setya Mahardika
Ditulis oleh
Setya Mahardika
Setya Mahardika memimpin editorial untuk konten pasar AS dan berita Gotrade. Dengan pengalaman 4+ tahun di fintech dan industri terkait lainnya, ia memverifikasi setiap artikel terhadap sumber primer, laporan keuangan perusahaan, data bursa, dan rilis resmi sebelum tayang. Fokusnya adalah akurasi dan kejelasan sumber, agar investor Indonesia dapat mempercayai apa yang mereka baca sebelum berinvestasi.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1 juta+

Gotraders 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
Traders League IV

Total hadiah
lebih dari $4000

termasuk langganan
TradingView untuk
semua pemenang

Daftar sekarang

*Syarat dan ketentuan berlaku