Saham Robinhood (HOOD) Naik 2,9%, Ini Sentimennya (16 Oktober 2026)

Ringkasan
- Saham Robinhood (HOOD) ditutup naik 2,88% ke $103,99 pada sesi 15 Oktober 2026, jauh melampaui Nasdaq Composite yang naik 0,08%.
- Menurut Zacks, SEC menyetujui opsi biner berbasis KPI perusahaan dari Cboe, dengan Robinhood kemungkinan menjadi broker ritel pertama yang menawarkannya.
- Perdagangan kontrak belum dimulai karena izin kliring masih tertunda, dan HOOD masih 30,89% di bawah level tertinggi 52 minggu.
Gotrade News - Saham Robinhood (HOOD) ditutup di $103,99 pada sesi Kamis, 15 Oktober 2026 waktu New York, naik +$2,91 (+2,88%) dari penutupan sebelumnya di $101,08. Saham Robinhood naik di tengah sorotan media keuangan terhadap persetujuan SEC atas kontrak opsi biner berbasis indikator kinerja perusahaan (KPI) yang akan ditawarkan Robinhood bersama Cboe.
Data Perdagangan Saham HOOD
| Data | Nilai |
|---|---|
| Harga penutupan | $103,99 |
| Perubahan | +$2,91 (+2,88%) |
| Penutupan sebelumnya | $101,08 |
| Harga pembukaan | $97,44 |
| Rentang harian | $94,52 hingga $104,34 |
| Volume | 21,2 juta saham |
| Rata-rata volume 30 hari | 22,0 juta saham |
| Rentang 52 minggu | $63,52 hingga $150,47 |
| Kapitalisasi pasar | $90,9 miliar |
| Setara dalam rupiah | sekitar Rp 1.853.000 per saham (kurs Rp 17.824 per dolar AS) |
Data penutupan sesi reguler Kamis, 15 Oktober 2026 pukul 16.00 waktu New York (Jumat, 16 Oktober 2026 pukul 03.00 WIB). Harga saham: Yahoo Finance, dicek silang dengan penutupan resmi Nasdaq. Kurs Rp 17.824 per dolar AS: Yahoo Finance, 15 Oktober 2026, dicek silang dengan kurs referensi ECB. Indeks, imbal hasil obligasi AS 10 tahun dan minyak (Brent dan WTI kontrak berjangka terdekat): penutupan harian Yahoo Finance di tanggal yang sama.
Pantau pergerakan harga HOOD terkini di halaman harga saham Robinhood (HOOD) hari ini.
Pergerakan Saham HOOD Sepanjang Sesi
HOOD membuka sesi di $97,44, di bawah penutupan sebelumnya, lalu sempat turun ke level terendah harian $94,52. Setelah itu saham berbalik menguat hingga menyentuh $104,34 dan ditutup di $103,99, atau $9,47 di atas titik terendah hari itu dan dekat level tertinggi harian.
Volume perdagangan tercatat 21,2 juta saham, 3,80% di bawah rata-rata 22,0 juta saham. Kenaikan HOOD jauh melampaui Nasdaq Composite yang hanya naik 0,08% ke 26.713,03, selisih +2,80 poin persentase. S&P 500 menguat 0,33% ke 7.744,06, sementara Dow Jones Industrial Average naik 1,08% ke 52.177,69. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun 10,1 basis poin ke 5,09%.
Saham fintech dan kripto lain juga menguat pada sesi yang sama: Coinbase (COIN) naik 6,32% dan SoFi (SOFI) naik 6,12%. Meski begitu, HOOD masih berada 30,89% di bawah level tertinggi 52 minggu di $150,47, dan 63,73% di atas level terendah 52 minggu di $63,52.
Kenapa Saham Robinhood Naik?
Menurut Zacks, SEC pada 13 Oktober 2026 menyetujui usulan Cboe Global Markets untuk mencatatkan opsi biner yang terkait dengan KPI spesifik perusahaan. Daftar awalnya mencakup lebih dari 100 metrik dari 23 perusahaan, termasuk pendapatan pusat data Nvidia, pendapatan iPhone Apple, dan jumlah nasabah terdanai (funded customers) Robinhood sendiri. Zacks menilai Robinhood kemungkinan menjadi broker ritel pertama yang menawarkan kontrak tersebut.
Dilansir Finance Magnates pada 14 Oktober 2026, kontrak ini diselesaikan secara tunai dengan gaya Eropa: kontrak yang berhasil membayar tetap $1, sedangkan yang gagal berakhir tanpa nilai. Penyelesaiannya mengacu pada angka di laporan resmi perusahaan ke SEC. Cboe dan Robinhood menargetkan peluncuran pada Oktober 2026, namun tanggal pastinya belum diumumkan.
Pada 15 Oktober 2026, Investor's Business Daily melaporkan bahwa Robinhood dan Cboe memperluas penawaran prediction market setelah persetujuan SEC tersebut. Tidak ada sumber yang dibaca yang mengaitkan kenaikan 2,88% secara langsung ke satu pemicu tunggal, sehingga penguatan HOOD juga perlu dibaca bersama reli saham fintech dan kripto pada sesi yang sama.
Analisis Saham HOOD: Faktor Pendukung dan Risiko
Faktor Pendukung
- Persetujuan SEC membuka lini produk baru, dengan Robinhood diposisikan sebagai broker ritel pertama yang menawarkan kontrak KPI, menurut Zacks.
- Zacks mencatat pendapatan berbasis transaksi Robinhood tumbuh dengan CAGR 57,7% selama enam tahun hingga 2025, terutama dari opsi dan saham.
- Volume kumulatif prediction market Robinhood telah melampaui 45 miliar kontrak sejak diluncurkan, menurut Zacks.
Risiko
- Perdagangan belum dimulai karena izin kliring terpisah untuk Cboe Clear U.S. masih menunggu persetujuan, sehingga waktu peluncuran belum pasti, menurut Finance Magnates.
- Robinhood dan Cboe membebaskan biaya hingga akhir 2026, yang menurut Zacks membatasi kontribusi pendapatan dalam jangka pendek.
- Zacks juga menyoroti tantangan di tingkat negara bagian terhadap prediction market Robinhood, yang dapat menambah kewajiban kepatuhan. Saham HOOD tercatat turun 24,6% dalam setahun terakhir.
Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi, bukan nasihat investasi. Keputusan investasi ada di tangan kamu setelah melakukan riset mandiri.
Sumber
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.












