1. Melipatgandakan potensi keuntungan (leverage)
Trader bisa memanfaatkan posisi terhadap suatu aset dengan biaya yang jauh lebih kecil dibanding membeli saham secara langsung. Dalam hal ini, kita cukup membayar premi, bukan harga penuh aset.
2. Melindungi portofolio (hedging)
Opsi berguna dalam mengurangi risiko dari posisi yang sudah dimiliki. Conrohnya membeli opsi put untuk melindungi saham dari potensi penurunan harga.
3. Menghasilkan pendapatan tambahan
Pemegang opsi call atau penulis opsi (option writer) bisa mendapatkan pendapatan dari premi yang diterima ketika menjual kontrak opsi (dalam beberapa kasus). Strateg kerap dipilih investor yang sudah punya saham agar mendapatkan penghasilan tambahan dari saham yang mereka.
4. Alternatif investasi ke aset tertentu
Opsi juga jadi salah satu cara paling langsung untuk berinvestasi di komoditas seperti minyak (tanpa harus memegang atau menyimpan aset fisiknya). Langkah ini bisa memudahkan investor mengakses pasar tertentu yang sulit dijangkau melalui instrumen investasi biasa.
5. Acuan pengambilan keputusan trading
Volume perdagangan harian dan minat terbuka (open interest) pada suatu opsi menjadi dua indikator penting yang dipantau trader untuk menilai likuiditas dan minat pasar sebelum mengambil posisi. Semakin tinggi angka keduanya, biasanya semakin mudah pula opsi tersebut diperjualbelikan tanpa selisih harga yang besar.
Dalam hal ini, ada perbedaan cara eksekusi opsi yaitu versi Amerika yang bisa dieksekusi kapan saja sebelum tanggal kedaluwarsa dan opsi Eropa yang hanya bisa dieksekusi tepat saat kedaluwarsa.
Sebagai informasi, dalam konteks ini "menggunakan hak" dalam konteks ini berarti memanfaatkan hak untuk membeli atau menjual aset yang mendasari kontrak opsi tersebut.
Cara Kerja Opsi Saham untuk Pemula
Pembeli akan membayar premi di muka sebagai imbalan atas fleksibilitas yang diberikan kontrak tersebut. Sifatnya yang hak dan bukan kewajiban jadi pembeli opsi bisa pilih untuk tidak menggunakan haknya kalau kondisi pasar tidak menguntungkan.
alam hal ini opsi cukup dibiarkan kedaluwarsa tanpa terjadi transaksi apa pun. Sebaliknya, penjual opsi punya posisi yang berbeda: begitu pembeli memutuskan menggunakan haknya, penjual menerima pemberitahuan yang disebut assignment, yang mewajibkan mereka memenuhi kontrak sesuai harga strike yang disepakati. U.S. News & World ReportU.S. News & World Report
Jenis-jenis Opsi Trading
Secara umum, opsi trading ada dua jenis yaitu call option dan put option. Secara umum, satu kontrak opsi bisa mewakili hak atas 100 lembar saham (dari saham yang jadi acuannya).
Call Option: Memberi pemegangnya hak untuk membeli saham dasar pada harga strike sebelum jatuh tempo. Nilai akan naik seiring harga saham naik, cocok untuk spekulasi kenaikan harga.
Put Option: Memberi hak untuk menjual saham dasar pada harga strike sebelum jatuh tempo. Nilai naik saat harga saham turun, biasanya dipakai untuk spekulasi penurunan harga atau sebagai asuransi (protective put) melindungi portofolio.
Lebih lanjut, berikut perbandingan singkat keduanya:
Aspek | Opsi Beli (Call Option) | Opsi Jual (Put Option) |
Hak yang diberikan | Hak untuk membeli saham dasar pada harga strike, sebelum atau saat jatuh tempo | Hak untuk menjual saham dasar pada harga strike, sebelum atau saat jatuh tempo |
Waktu nilainya naik | Saat harga saham dasar naik (delta positif) | Saat harga saham dasar turun (delta negatif) |
Posisi terhadap pasar | Bersifat long, menguntungkan saat pasar bullish | Bersifat short secara efektif, menguntungkan saat pasar bearish |
Potensi keuntungan | Tidak terbatas, mengikuti kenaikan harga saham | Terbatas hingga harga saham menyentuh nol |
Potensi kerugian | Terbatas pada premi yang dibayarkan | Terbatas pada premi yang dibayarkan |
Kegunaan umum | Spekulasi terhadap kenaikan harga | Spekulasi terhadap penurunan harga, atau sebagai protective put — semacam asuransi untuk melindungi portofolio dari penurunan harga |
Kesimpulannya, opsi call cocok digunakan saat trader optimis harga akan naik, sementara put seringnya digunakan saat trader memperkirakan harga akan turun atau sekadar melindungi posisi yang sudah dipunyainya dari risiko penurunan.
Contoh Sederhana dari Opsi Saham
Misal saham Microsoft (MSFT) diperdagangkan seharga $508 per lembar atau setara Rp9.144.000 (asumsi kurs Rp 18.000), dan kamu yakin kalau harganya akan naik. Jadinya kamu pun membeli 1 kontrak opsi call dengan strike price $515 yang berlaku 1 bulan, harga 37 sen per kontrak. Jadi total modalmu $37 atau setara Rp666.000 (0,37 x 100 lembar).
Skenario 1: Harga naik jadi $516 (± Rp9.288.000)
Sekarang, opsimu bernilai $1 (± Rp18.000) yakni selisih harga pasar $516 dengan strike $515. Untung bersihnya $63 atau sekitar Rp1.134.000 ($1 - $0,37, dikali 100 lembar). Jadi, setara 170% dari modal awal $37 (Rp666.000). Bandingkan dengan kalau kamu beli sahamnya langsung: untungmu cuma sekitar 7,4% dari kenaikan harga saham.
Skenario 2: Harga turun jadi $500 (± Rp9.000.000)
Kedaluwarsa opsi kamu tanpa nilai, dan kamu cuma rugi $37 atau Rp666.000 (premi yang sudah dibayar). Bandingkan jika kamu beli 100 lembar saham langsung di harga $508. Jadi, rugimu bisa mencapai $800 atau sekitar Rp14.400.000.
Dari sini terlihat, opsi bisa memberi potensi untung berlipat dengan modal kecil, sekaligus membatasi kerugian hanya sebesar premi yang dibayarkan.
Dari sini terlihat, opsi bisa memberi potensi untung berlipat dengan modal kecil, sekaligus membatasi kerugian hanya sebesar premi yang dibayarkan.
Kelebihan dan Kekurangan dari Options
Option bisa jadi alat untuk melipatgandakan untung, tapi juga tetap punya . Sederhananya, simak kelebihan dan kekurangannya di bawah ini dirangkum dari Investopedia:
Aspek | Kelebihan | Kekurangan |
Modal dan Keuntungan | Daya ungkit (leverage): Misal: Modal $1.000 di opsi call bisa menghasilkan untung jauh lebih besar dibanding membeli saham senilai $1.000. Dalam hal ini, opsi memungkinkan "mengendalikan" saham dalam jumlah lebih banyak dengan modal yang sama. | Risiko kerugian besar sehingga membuat potensi untung dan rugi sama-sama besar. Tanpa pemahaman yang cukup sebelum masuk posisi, investor bisa mengalami kerugian yang jauh lebih besar dari perkiraan. |
Manajemen Risiko | Lindung nilai risiko (hedging): Investor yang sudah punya saham bisa menjual opsi put untuk melindungi posisinya dari risiko harga turun. | Kompleksitas opsi lebih rumit dan lebih sulit dihitung harganya jika dibandingkan dengan jual-beli saham biasa. |
Setelah memahami seputar cara kerja opsi, jenis-jenisnya, hingga kelebihan dan risikonya, kamu bisa mulai mempraktikkannya lewat aplikasi seperti Gotrade. Di Gotrade, kamu bisa lakukan options trading saham AS dan Exchange Traded Fund (ETF) dengan modal dari $1 saja.
Gotrade sudah aman dan terpercaya karena mengantongi izin dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) serta didukung oleh Nasdaq dan TradingView.