Saham SoFi Turun 6,7%, Ini Sentimennya (15 Oktober 2026)

Setya MahardikaSetya MahardikaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra
AI-powered contentSome parts of this article are powered by AI.

Bagikan artikel

Saham SoFi Turun 6,7%, Ini Sentimennya (15 Oktober 2026)

Ringkasan

  • Saham SoFi (SOFI) turun 6,69% ke $14,22 pada 14 Oktober 2026 dan menyentuh level terendah 52 minggu di $13,92.
  • Media keuangan mengaitkan pelemahan dengan data inflasi AS September yang lebih panas dari perkiraan, yang memicu kekhawatiran suku bunga tinggi.
  • Volume mencapai 91,5 juta saham, sementara Nasdaq Composite melemah 1,88% pada sesi yang sama.

Gotrade News - Saham SoFi Technologies (SOFI) turun 6,69% ke $14,22 pada penutupan perdagangan Rabu, 14 Oktober 2026 waktu New York (Kamis, 15 Oktober 2026 pukul 03.00 WIB). Media keuangan mengaitkan saham SoFi turun dengan data inflasi AS yang lebih panas dari perkiraan, yang menghidupkan lagi kekhawatiran soal suku bunga tinggi bagi perusahaan pemberi pinjaman.

Data Perdagangan Saham SOFI

DataNilai
Harga penutupan$14,22
Perubahan-$1,02 (-6,69%)
Penutupan sebelumnya$15,24
Harga pembukaan$14,92
Rentang harian$13,92 hingga $15,04
Volume91,5 juta saham
Rata-rata volume 30 hari43,3 juta saham
Rentang 52 minggu$13,92 hingga $32,73
Kapitalisasi pasar$19,7 miliar
Setara dalam rupiahsekitar Rp 254.000 per saham (kurs Rp 17.867 per dolar AS)

Data penutupan sesi reguler Rabu, 14 Oktober 2026 pukul 16.00 waktu New York (Kamis, 15 Oktober 2026 pukul 03.00 WIB). Harga saham: Yahoo Finance, dicek silang dengan penutupan resmi Nasdaq. Kurs Rp 17.867 per dolar AS: Yahoo Finance, 14 Oktober 2026, dicek silang dengan kurs referensi ECB. Indeks, imbal hasil obligasi AS 10 tahun dan minyak (Brent dan WTI kontrak berjangka terdekat): penutupan harian Yahoo Finance di tanggal yang sama.

Pantau pergerakan harga SOFI terkini di halaman harga saham SoFi (SOFI) hari ini.

Baca juga: Saham Chip Asia Rontok: SK Hynix Anjlok 11%, Kospi Turun 8%

Pergerakan Saham SOFI Sepanjang Sesi

SOFI dibuka di $14,92 dan bergerak dalam rentang $13,92 hingga $15,04. Saham ditutup hanya $0,30 di atas level terendah hariannya, dan level terendah hari itu sama dengan titik terendah 52 minggu di $13,92. Penutupan $14,22 berada 2,16% di atas level terendah 52 minggu dan 56,55% di bawah level tertinggi 52 minggu di $32,73.

Volume perdagangan mencapai 91,5 juta saham, atau 111,50% di atas rata-rata 43,3 juta saham. Pelemahan SOFI jauh lebih dalam dibanding pasar: Nasdaq Composite melemah 1,88% ke 26.692,87, S&P 500 turun 1,11% ke 7.718,94, dan Dow Jones Industrial Average turun tipis 0,09% ke 51.621,48. Selisihnya terhadap Nasdaq mencapai 4,81 poin persentase.

Tekanan juga terasa pada saham fintech lain. Robinhood (HOOD) turun 8,54% ke $101,08, sementara Coinbase (COIN) melemah 4,90% ke $172,89. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun ditutup di 5,19% pada sesi yang sama.

Baca juga: Gotrade Daily: Laba TSMC Melesat, Pasar Cerna Inflasi Panas

Kenapa Saham SoFi Turun?

Pemicu utamanya adalah rilis indeks harga konsumen (CPI) September pada 14 Oktober 2026. Menurut rilis resmi Bureau of Labor Statistics (BLS), inflasi umum AS naik 3,7% dalam 12 bulan hingga September, sedangkan inflasi inti tanpa makanan dan energi naik 2,6%.

Dilansir StockStory, inflasi inti melampaui estimasi sehingga pelaku pasar menaikkan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada pertemuan berikutnya menjadi hampir 44%. SoFi ikut terseret bersama saham keuangan lain seperti BNY, Bread Financial, Perella Weinberg dan Morgan Stanley.

Menurut Motley Fool, saham keuangan tertekan karena inflasi yang membandel memicu kekhawatiran suku bunga lebih tinggi. Bisnis pinjaman menyumbang porsi besar pendapatan SoFi, sehingga investor mencemaskan tekanan jangka pendek pada perusahaan. Motley Fool juga mencatat saham SoFi masih sekitar 13% di atas harga IPO pada 2021.

Analisis Saham SOFI: Faktor Pendukung dan Risiko

Faktor Pendukung

  • Motley Fool mencatat jumlah anggota dan pendapatan SoFi masih tumbuh.
  • SoFi menjalin kemitraan dengan Mastercard untuk penyelesaian pembayaran menggunakan stablecoin miliknya, SoFiUSD, menurut Motley Fool, meski pasar ini masih berkembang.

Risiko

  • Porsi besar pendapatan dari bisnis pinjaman membuat SoFi sensitif terhadap ekspektasi suku bunga tinggi, seperti dicatat Motley Fool.
  • Volatilitas tinggi: StockStory mencatat saham SoFi mengalami 32 pergerakan lebih dari 5% dalam setahun terakhir.

Menurut Motley Fool, SoFi dijadwalkan merilis laporan keuangan kuartalan pada 27 Oktober 2026.

Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi, bukan nasihat investasi. Keputusan investasi ada di tangan kamu setelah melakukan riset mandiri.

Sumber

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Setya Mahardika
Ditulis oleh
Setya Mahardika
Setya Mahardika memimpin editorial untuk konten pasar AS dan berita Gotrade. Dengan pengalaman 4+ tahun di fintech dan industri terkait lainnya, ia memverifikasi setiap artikel terhadap sumber primer, laporan keuangan perusahaan, data bursa, dan rilis resmi sebelum tayang. Fokusnya adalah akurasi dan kejelasan sumber, agar investor Indonesia dapat mempercayai apa yang mereka baca sebelum berinvestasi.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1 juta+

Gotraders 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
Traders League IV

Total hadiah
lebih dari $4000

termasuk langganan
TradingView untuk
semua pemenang

Daftar sekarang

*Syarat dan ketentuan berlaku