Aturan Pattern Day Trader Dihapus SEC Mulai 4 Juni
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Share this article
Gotrade News - Komisi Sekuritas AS (SEC) menyetujui penghapusan syarat modal minimal 25.000 dolar bagi pattern day trader. Aturan baru tersebut resmi mulai berlaku pada 4 Juni 2026 dan menghentikan penghitungan transaksi harian di akun margin.
Penghapusan ini secara signifikan menurunkan hambatan masuk bagi para trader ritel yang aktif bertransaksi setiap hari. Perubahan tersebut menjadi angin segar bagi banyak platform broker yang berfokus melayani basis pasar ritel.
Key Takeaways
SEC menghapus syarat modal minimal 25.000 dolar untuk pattern day trader.
Akun margin di atas 2.000 dolar kini memperoleh daya beli intraday baru.
Broker memiliki waktu hingga 20 Oktober 2027 untuk menerapkan aturan ini.
Sebelumnya, label pattern day trader atau PDT membatasi para trader yang melakukan beberapa transaksi beli-jual cepat dalam satu hari. Dengan aturan baru, designasi PDT kini dihilangkan sepenuhnya dan transaksi harian tidak lagi dihitung oleh pihak broker.
Akun margin yang memenuhi syarat di atas 2.000 dolar kini memperoleh daya beli margin intraday tersendiri. Setiap broker akan menetapkan besaran daya beli itu berdasarkan posisi nasabah serta tingkat margin pemeliharaan pada akun.
Broker kini dapat memantau margin secara real time atau menjalankan satu pemeriksaan tunggal di akhir hari perdagangan. Fleksibilitas pemantauan ini memberi ruang lebih bagi tiap perusahaan untuk menyesuaikan sistem dan kebijakan internalnya masing-masing.
Respons Broker Besar AS
Menurut Charles Schwab, mulai 8 Juni perusahaan akan berhenti menghitung transaksi harian nasabahnya. Charles Schwab (SCHW) juga tidak akan membatasi akun yang sebelumnya ditandai sebagai pattern day trader.
Schwab berencana memantau daya beli margin intraday nasabahnya secara real time setiap saat perdagangan berlangsung. Langkah tersebut menandai pergeseran besar dalam cara broker mengelola risiko pada akun nasabah ritel mereka.
Broker memiliki tenggat waktu hingga 18 bulan, yakni sampai 20 Oktober 2027, untuk menerapkan perubahan aturan ini. E*TRADE memperkirakan akan meluncurkan penyesuaiannya tidak lama setelah tanggal berlaku resmi pada 4 Juni.
Aturan baru ini memberi keleluasaan jauh lebih besar bagi trader yang mengandalkan transaksi cepat sepanjang hari perdagangan. Hal tersebut berpotensi meningkatkan volume serta frekuensi transaksi pada berbagai platform broker yang berorientasi ritel.
Platform seperti SoFi Technologies (SOFI) melayani basis pengguna ritel muda yang aktif bertransaksi di pasar saham. Penghapusan hambatan modal minimal ini dapat memperluas jangkauan dan daya tarik layanan trading mereka.
Selain itu, Coinbase (COIN) juga melayani banyak trader ritel yang kerap bertransaksi secara intraday di pasarnya. Perubahan regulasi yang lebih longgar ini berpotensi mendukung peningkatan aktivitas perdagangan di platform-platform sejenis tersebut.
Dilansir Seeking Alpha, aturan pattern day trader kini telah resmi dihapus sepenuhnya oleh pihak regulator. Perubahan tersebut dinilai menurunkan hambatan secara nyata bagi para trader ritel yang aktif di pasar saham AS.
Bagi para investor, perubahan regulasi ini memberi sinyal positif bagi banyak platform broker yang berorientasi ritel. Volume transaksi yang berpotensi naik dapat mendukung pertumbuhan pendapatan berbasis aktivitas trading nasabah mereka.
Meski begitu, daya beli margin intraday yang jauh lebih besar juga turut menambah risiko bagi para trader pemula. Pengelolaan risiko yang disiplin tetap menjadi kunci utama di tengah kerangka aturan baru yang kini lebih longgar.
Regulator menilai aturan lama dirancang untuk era ketika aktivitas perdagangan ritel jauh lebih terbatas dibandingkan saat ini. Penyederhanaan ini diharapkan dapat menyelaraskan kebijakan dengan realitas pasar ritel modern yang semakin aktif.
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.