Gotrade News - Manajer aset raksasa BlackRock baru saja menyesuaikan posisi portofolionya pada kuartal keempat tahun lalu. Langkah ini memberi sinyal kehati-hatian di tengah kondisi makroekonomi yang masih tidak pasti.
Menurut laporan dari Finbold pada Rabu (18/02), BlackRock memadukan eksposur pasar luas dengan strategi lindung nilai. Investor perlu memperhatikan pergerakan institusi ini untuk memahami arah kebijakan investasi global ke depan.
Key Takeaways:
BlackRock menambah opsi beli dan jual pada ETF saham secara bersamaan.
Langkah institusi ini menunjukkan sikap optimisme yang disertai perlindungan risiko ketat.
Investor ritel disarankan untuk tetap menjaga diversifikasi aset antara saham dan obligasi.
Fokus utama BlackRock terlihat pada transaksi SPDR S&P 500 ETF Trust atau sering disebut SPY. Mereka secara strategis meningkatkan alokasi portofolio sebesar 1,45% melalui instrumen opsi beli.
Peningkatan opsi beli ini mencerminkan keyakinan mereka terhadap kekuatan pasar saham Amerika Serikat. Namun perusahaan investasi ini juga tidak mengabaikan potensi risiko penurunan pasar dalam waktu dekat.
Data terbaru menunjukkan BlackRock mencatatkan kenaikan sebesar 0,48% pada opsi jual ETF SPY. Fakta ini membuktikan bahwa manajemen risiko tetap menjadi prioritas utama bagi manajer aset tersebut.
Instrumen ETF SPY memberikan paparan sangat luas di berbagai sektor utama seperti teknologi dan kesehatan. Eksposur pasar yang beragam ini sangat membantu investor ritel dalam mengurangi risiko kepemilikan saham tunggal.
Sikap waspada manajer aset ini juga terlihat jelas pada pasar obligasi korporasi berimbal hasil tinggi. Mereka melakukan penyesuaian posisi pada iShares iBoxx High Yield Corporate Bond ETF atau biasa disingkat HYG.
Laporan tersebut mencatat peningkatan eksposur lindung nilai pada instrumen HYG sebesar 0,26% melalui opsi jual. Keputusan taktis ini menegaskan kembali sikap kehati-hatian mereka terhadap dinamika pasar kredit saat ini.
Obligasi korporasi berimbal hasil tinggi biasanya berkinerja sangat baik saat pertumbuhan ekonomi berjalan stabil. Namun instrumen keuangan ini bisa tertekan parah ketika selera risiko para investor tiba-tiba menurun drastis.
Sebagai alat penyeimbang portofolio, BlackRock juga mempertahankan eksposur pada iShares Core US Aggregate Bond ETF. Instrumen obligasi tingkat investasi ini bertindak sebagai kekuatan penstabil selama periode pasar yang fluktuatif.
Ekspektasi kebijakan moneter bank sentral yang terus berubah membuat alokasi instrumen pendapatan tetap menjadi penting. Diversifikasi obligasi sangat membantu menstabilkan nilai total portofolio saat pasar saham mengalami risiko penurunan tajam.
Itu dia rangkuman terbaru yang perlu diperhatikan pasar hari ini. Ikuti Gotrade News untuk update saham dan ETF AS, plus perkembangan makro yang relevan untuk investor Indonesia. Untuk belajar lebih terstruktur, kunjungi Panduan Gotrade agar memahami investasi saham Amerika secara lengkap.
Jika ingin merespons berita ini, pantau pergerakan aset dan cek portofolio di aplikasi Gotrade. Investasi saham dan ETF AS di Gotrade bisa dimulai dari Rp15 ribu, lalu sesuaikan langkah dengan tujuan dan profil risiko. Download dan buka aplikasi Gotrade sekarang!
Referensi:
Finbold, Top 3 BlackRock ETFs to buy now. Accessed on February 19, 2026
Featured Image: Shutterstock











