Perubahan geopolitik dan keterlibatan AS berpotensi menstabilkan mata uang Venezuela.
Venezuela secara historis merupakan salah satu pasar paling menguntungkan bagi industri soda.
PepsiCo saat ini diperdagangkan di dekat valuasi terendah historisnya.
Venezuela pernah menjadi ladang emas bagi industri minuman ringan karena kombinasi pendapatan minyak dan tingkat konsumsi soda yang tinggi. Menurut laporan Seeking Alpha, negara ini sempat menjadi salah satu pasar paling menguntungkan di Amerika Latin sebelum krisis ekonomi melanda.
Kedua perusahaan saat ini beroperasi melalui struktur kemitraan lokal untuk memitigasi risiko operasional yang tinggi. PepsiCo mempertahankan kehadirannya melalui usaha patungan dengan Empresas Polar, sementara Coca-Cola beroperasi melalui pembotolan lokal yang terhubung dengan Coca-Cola FEMSA.
Faktor pendorong utama peninjauan strategi ini adalah peningkatan keterlibatan Amerika Serikat di kawasan tersebut. Analisis Seeking Alpha menyebutkan bahwa situasi ini dapat membuka jalan bagi modernisasi pabrik dan stabilisasi mata uang dalam jangka menengah.
Investor perlu mencermati posisi keuangan PepsiCo yang dinilai sedang berada di level menarik. Data dari GuruFocus menunjukkan bahwa PepsiCo diperdagangkan mendekati rasio Price-to-Sales (P/S) terendah dalam 10 tahun terakhir.
Kesehatan finansial PepsiCo tetap terjaga dengan skor Altman Z-Score sebesar 3,44 yang mengindikasikan posisi keuangan kuat. Namun, investor tetap harus memperhatikan rasio pembayaran dividen yang cukup tinggi di angka 0,75.
Kembalinya stabilitas di pasar Venezuela bisa menjadi katalis pertumbuhan pendapatan internasional bagi kedua emiten ini. Bagi kamu yang memegang saham sektor consumer defensive, perkembangan geopolitik di wilayah ini menjadi faktor penentu arah pergerakan harga selanjutnya.