Gotrade News - SpaceX memangkas target valuasi penawaran umum perdana sebesar $200 miliar menjadi sekitar $1,8 triliun. Debut diperkirakan berlangsung 12 Juni dengan target dana hingga $75 miliar.
Pemangkasan ini menanggapi kekhawatiran investor atas rasio P/S 96x yang dinilai terlalu mahal. Sentimen merger dengan Tesla turut menambah dinamika pasar menjelang listing.
Key Takeaways
- SpaceX turunkan target valuasi IPO dari $2 triliun menjadi $1,8 triliun.
- Debut diproyeksi 12 Juni, potensi masuk Nasdaq-100 paling cepat 7 Juli.
- Spekulasi merger dengan Tesla (TSLA) memanas, gabungan dinilai $3,4 triliun.
SpaceX Pangkas Target Valuasi IPO
Menurut Motley Fool, SpaceX menurunkan target valuasi IPO sebesar $200 miliar. Angka baru sekitar $1,8 triliun turun dari rencana awal $2 triliun.
Perusahaan menargetkan dana hingga $75 miliar dari aksi korporasi tersebut. Listing diperkirakan terjadi pada 12 Juni di bursa Nasdaq.
Penjualan gabungan SpaceX pada 2025 tercatat sebesar $18,67 miliar. Rasio P/S sebesar 96x pada valuasi $1,8 triliun dinilai analis sebagai "egregious".
Net loss perusahaan menembus $4,9 miliar pada tahun 2025. Anak perusahaan xAI hanya tumbuh 12,5% YoY, jauh dari ekspektasi awal investor.
Potensi masuk indeks Nasdaq-100 paling cepat terjadi pada 7 Juli mendatang. Inklusi indeks bisa memicu permintaan pasif dari dana ETF besar.
Underwriter besar seperti Goldman Sachs (GS) dan Morgan Stanley (MS) biasanya mendapat porsi fee signifikan. Aksi IPO sebesar ini menjadi salah satu yang terbesar dekade ini.
Spekulasi Merger dengan Tesla
Dilansir Motley Fool, laporan CNBC menyebut karyawan Tesla membahas merger secara internal. Analis Wedbush Dan Ives memperkirakan transaksi bisa terjadi tahun depan.
Kapitalisasi pasar Tesla saat ini berada di kisaran $1,4 triliun. Jika digabung dengan target SpaceX $2 triliun, nilainya menjadi $3,4 triliun.
Elon Musk menguasai 85% hak suara di SpaceX sebagai pemegang saham utama. Di Tesla, kontrol Musk hanya sekitar 20% sehingga negosiasi merger lebih kompleks.
Gary Black dari The Future Fund memperingatkan risiko koreksi pasca-merger. Kombinasi $3 triliun berpotensi terdiskon menjadi $2,25 triliun akibat premi konglomerat.
Pasar prediksi Kalshi menunjukkan lebih dari 50% peluang merger selesai sebelum 1 Mei 2027. Spekulasi ini menjadi katalis baru bagi pergerakan harga saham Tesla.
Investor ritel di Indonesia dapat memantau pergerakan saham terkait melalui platform Gotrade. Buka akun Gotrade untuk mulai berinvestasi di saham AS dari $1.












