Strategi Meta Tunjuk Eks Penasihat Trump Jadi Presiden

Rendy AndriyantoRendy Andriyanto
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade

Bagikan artikel

Strategi Meta Tunjuk Eks Penasihat Trump Jadi Presiden

Jakarta, Gotrade News - Meta resmi menunjuk Dina Powell McCormick yang merupakan mantan penasihat administrasi Trump sebagai Presiden dan Wakil Ketua perusahaan. Langkah strategis ini diambil untuk memimpin strategi global serta eksekusi investasi bernilai miliaran dolar.


Key Takeaways

  • Meta fokus pada percepatan AI melalui kepemimpinan Dina Powell McCormick

Baca juga: Gotrade Daily: Tekanan Big Tech & Minyak Tembus $100
  • Penunjukan ini mempererat hubungan politik perusahaan dengan pemerintahan Donald Trump

  • Dina akan mengawal eksekusi investasi strategis bernilai miliaran dolar


  • Baca Juga: Google Gemini Masuk iPhone: Alphabet Tembus US $4 Triliun

    Baca juga: AI Chip Race: AMD MI450 Tantang Dominasi Nvidia

    Menurut laporan dari AP News penunjukan Dina bertujuan mempercepat pengembangan kecerdasan buatan di seluruh platform Meta. Sebelumnya ia telah menjabat sebagai anggota dewan direksi yang aktif terlibat dalam inisiatif teknologi tersebut.

    Pengangkatan ini langsung disambut positif oleh Presiden AS Donald Trump melalui unggahan di media sosial. Trump menyebut langkah Meta Platforms, Inc. sebagai sebuah pilihan yang luar biasa bagi perusahaan.

    Mark Zuckerberg menyatakan pengalaman Dina di keuangan global sangat krusial bagi pertumbuhan masa depan perusahaan. Ia menilai koneksi global Dina akan membantu navigasi pasar yang semakin kompleks dan dinamis.

    Dina membawa rekam jejak panjang dari sektor publik dan juga privat di Amerika Serikat. Ia tercatat pernah menjadi penasihat keamanan nasional serta memimpin layanan klien global pada bank investasi Goldman Sachs.

    Selain karier di keuangan ia juga pernah menjabat di dewan direksi perusahaan besar lainnya. Salah satu posisi strategis yang pernah ia tempati adalah pada raksasa minyak Exxon Mobil Corporation.

    Keputusan ini mempertegas upaya Meta untuk memperbaiki hubungan komunikasi dengan pemerintahan Trump. Hubungan kedua pihak sempat mendingin setelah insiden pemblokiran akun media sosial milik Trump beberapa tahun lalu.

    Zuckerberg kini lebih sering berkomunikasi dengan pemerintah pusat termasuk menghadiri makan malam resmi di Gedung Putih. Meta juga telah berkomitmen untuk meningkatkan nilai investasi di Amerika Serikat hingga ratusan miliar dolar.

    Kehadiran Dina di jajaran manajemen puncak melengkapi pergeseran profil kepemimpinan yang sedang diupayakan Meta. Perusahaan sebelumnya juga telah menunjuk bos UFC Dana White sebagai salah satu anggota dewan direksi mereka.

    Baca Juga: Pfizer Incar Fenomena 'Viagra Baru' Lewat Obat Obesitas

    Sinergi antara keahlian finansial dan kedekatan politik ini diharapkan mampu memuluskan langkah ekspansi teknologi Meta. Fokus investor kini tertuju pada efektivitas eksekusi anggaran AI di bawah kepemimpinan baru ini.

    Referensi:


    Disclaimer

    PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.

    Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google
    Rendy Andriyanto
    Ditulis oleh
    Rendy Andriyanto
    Welcome Rewards

    Artikel terkait

    Dipercaya

    lebih dari

    1M+

    Trader di Indonesia 🌏

    Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

    Gotrade terdaftar & diawasi

    KominfoOJKSOCFintech Indonesia

    Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

     

    Benzinga Global Fintech Awards 2024
    Five Star Award 2024
    Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
    Highest Combined 2022
    Mockup Two Phones

    Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

    #ReadyGoTrade

    Gotrade Green Logo Top Left
    AppLogo

    Gotrade