Jakarta, Gotrade News - PM Kanada Mark Carney mengunjungi China untuk memperbaiki hubungan bilateral yang sempat retak. Langkah ini diambil guna mengurangi ketergantungan ekonomi Kanada terhadap Amerika Serikat.
Key Takeaways:
Kanada menargetkan penggandaan ekspor non-Amerika dalam sepuluh tahun ke depan.
Carney dijadwalkan tiba di Beijing pada hari Rabu pekan ini. Kunjungan tersebut menjadi yang pertama bagi pemimpin Kanada dalam hampir sepuluh tahun.
Menurut laporan dari AP News, Carney berupaya membangun ekonomi yang lebih mandiri. Ia menegaskan pentingnya kemitraan baru di tengah disrupsi perdagangan global yang terjadi saat ini.
Hubungan Kanada dengan Washington semakin mendingin akibat kebijakan tarif Donald Trump. Trump bahkan sempat melontarkan pernyataan mengenai kemungkinan Kanada menjadi negara bagian Amerika ke-51.
Pemerintah Kanada menargetkan pertumbuhan ekspor ke luar pasar Amerika Serikat secara signifikan. Diversifikasi ini dianggap krusial untuk melindungi stabilitas ekonomi dari tekanan eksternal yang tidak terduga.
Pejabat Kanada menyatakan akan ada kemajuan dalam mengatasi hambatan dagang dengan Beijing. Namun penghapusan tarif secara total belum bisa dipastikan dalam waktu dekat.
China sebelumnya membalas tarif kendaraan listrik Kanada dengan batasan ekspor produk pangan. Kebijakan tarif ini turut memengaruhi sentimen pasar terhadap perusahaan seperti Tesla, Inc. di wilayah tersebut.
China kini menjadi mitra dagang terbesar kedua bagi Kanada setelah Amerika Serikat. Perbaikan hubungan ini diharapkan memberikan sentimen positif bagi emiten teknologi seperti Alibaba Group Holding Limited.
Zhu Feng dari Universitas Nanjing menilai proteksionisme Amerika mendorong Kanada mencari peluang baru. Ia menyebut kunjungan Carney merefleksikan ruang perkembangan baru dalam hubungan bilateral kedua negara.
Setelah dari Beijing, Carney direncanakan akan mengunjungi Qatar dan menghadiri pertemuan di Davos. Agenda maraton ini menegaskan ambisi Kanada untuk memperkuat posisi di panggung ekonomi global.