Jakarta, Gotrade News - Wall Street mulai melirik kembali raksasa kedirgantaraan ini setelah performa harga sahamnya mencatatkan kenaikan solid sepanjang tahun 2025.
Namun, di balik target harga baru yang optimis, ada beberapa tantangan operasional jangka panjang yang wajib kamu pertimbangkan sebelum masuk.
Target manajemen bahkan lebih ambisius, yakni mencapai produksi 52 pesawat per bulan pada akhir tahun 2026.
Namun, investor perlu mencermati penundaan pengiriman model berbadan lebar 777X yang kini mundur hingga awal 2027.
Masalah teknis pada mesin yang diproduksi General Electric Company turut berkontribusi pada mundurnya jadwal sertifikasi dan pengiriman pesawat ini.
Penundaan ini bukan kabar baik karena Boeing harus menanggung biaya inventaris lebih lama tanpa adanya pemasukan tunai dari pengiriman unit.
Di sisi lain, segmen pertahanan Boeing berhasil kembali mencetak profit meski marginnya masih sangat tipis di level 1,9 persen selama sembilan bulan pertama.
Dengan kenaikan harga saham hampir 21 persen tahun ini, Boeing terlihat menjanjikan secara momentum namun tetap membawa risiko eksekusi yang nyata bagi investor jangka panjang.