Gotrade News - Tesla (TSLA) melaporkan earnings Q1 2026 hari ini setelah pasar tutup, di tengah bisnis baterai yang tiba-tiba melemah. Deployment energy storage anjlok 38% dari rekor kuartal sebelumnya, sementara registrasi kendaraan di California turun 24% year over year.
Perusahaan mengirimkan 358.023 kendaraan di Q1, meleset dari konsensus Wall Street sebesar 365.600 unit sekitar 7.600 unit. Tesla juga memproduksi 50.363 unit lebih banyak dari yang terjual, mengindikasikan sekitar $2 miliar pendapatan tertunda yang menumpuk di dealer.
Key Takeaways:
- Energy storage Tesla turun ke 8,8 GWh di Q1 dari 14,2 GWh di Q4, menghapus narasi pertumbuhan paling andalannya
- Penjualan di California turun 24,3% ke 31.958 unit, meskipun pangsa pasar EV Tesla di sana naik ke 56%
- Analis memperkirakan EPS $0,33 hingga $0,37 dengan pendapatan $21,4 hingga $22,3 miliar, mencerminkan ketidakpastian proyeksi yang dalam
Bisnis Baterai Kehilangan Momentum
Segmen energi selama setahun terakhir menjadi titik cerah Tesla yang konsisten mencetak rekor deployment. Angka 8,8 GWh di Q1 justru jatuh di bawah seluruh kuartal sepanjang 2025, menurut TradingKey.
Segmen ini memiliki gross margin sekitar 30%, hampir dua kali lipat sisi otomotif. Pelemahan berkelanjutan di sini akan memukul profitabilitas keseluruhan lebih keras dibanding target pengiriman kendaraan yang meleset.
Megapack 3 dan produk baru Megablock keduanya dijadwalkan untuk Houston Megafactory. Keduanya baru masuk produksi di paruh kedua 2026, menyisakan celah beberapa kuartal sebelum ada pemulihan dari sisi pasokan.
California Sinyal Risiko Permintaan yang Lebih Luas
Tesla menjual 31.958 kendaraan di California selama Q1, turun dari 42.211 unit setahun lalu. Model Y tetap menjadi EV terlaris di negara bagian itu dengan 22.907 unit, tetapi Cybertruck gagal masuk 25 besar di California.
Paradoksnya, pangsa pasar EV Tesla di California justru naik ke 56% dari 44,2%. Pangsa EV secara keseluruhan terhadap pasar otomotif negara bagian itu turun ke 13,7% dari 20,9%, artinya produsen lain menarik diri lebih drastis.
Dilansir Electrek, pasar Eropa tetap lemah dan pendapatan kredit regulasi menurun. Gross margin otomotif di bawah 17% kemungkinan akan memicu gelombang downgrade analis berikutnya.
Wall Street saat ini memberikan rating konsensus Hold untuk Tesla (TSLA), dengan 33 Buy, 14 Hold, dan 13 Sell. Saham ditutup di $386,42 kemarin, turun 20% year to date di 2026.
Investor akan mencermati penjelasan manajemen soal anjloknya energy storage sebagai fokus utama. Panduan belanja modal di atas $20 miliar dan pertumbuhan pelanggan FSD menjadi item penting lainnya di checklist earnings call.
Produsen otomotif tradisional seperti General Motors (GM) dan Ford (F) menghadapi tantangan EV mereka sendiri, tetapi valuasi premium Tesla menyisakan ruang yang jauh lebih sempit untuk kekecewaan. Earnings call malam ini akan menentukan apakah tersandungnya bisnis baterai hanya blip satu kuartal atau awal masalah yang lebih dalam.
Sources: Benzinga, Tesla's California Sales Decline in First Quarter 2026, 2026. TradingKey, Tesla Q1 2026 Earnings Preview: 5 Core Metrics, 2026. Electrek, Tesla Q1 2026 Earnings Preview: The Growth Story Is Dead, 2026.












