Tesla Siapkan "Terafab" Chip AI, Intel Kebagian Proyek?

Share this article

Jakarta, Gotrade News - CEO Tesla Elon Musk kembali membuat pengumuman besar di pertemuan pemegang saham tahunan. Kali ini fokusnya bukan hanya mobil listrik, tapi ambisi raksasa di dunia artificial intelligence (AI) dan robotik.

Musk menyatakan bahwa Tesla (TSLA) kemungkinan perlu membangun "pabrik chip raksasa" sendiri untuk mendukung rencananya. Langkah ini diambil karena pasokan chip dari pemasok yang ada saat ini dianggap tidak akan mencukupi kebutuhan Tesla (TSLA) di masa depan.

Ambisi AI Tesla Melampaui Pasokan Global

Saat ini, Tesla (TSLA) mengandalkan raksasa semikonduktor seperti Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSM) dan Samsung untuk memproduksi chip desain kustom mereka. Chip ini sangat penting untuk sistem autonomous driving Tesla (TSLA), termasuk perangkat lunak Full Self-Driving.

Namun, Musk menegaskan bahwa strategi ini tidak lagi memadai. "Bahkan ketika kami mengekstrapolasi skenario terbaik untuk produksi chip dari pemasok kami, itu masih belum cukup," katanya, seperti dilaporkan oleh Reuters dan Seeking Alpha.

Tesla (TSLA) sedang merancang chip AI generasi kelima (AI5). Menurut Musk di X, produksi skala kecil AI5 akan dimulai pada 2026, dengan produksi volume tinggi baru mungkin terjadi pada 2027.

Solusi Musk "Terafab" dan Kemitraan Intel

Untuk mengatasi kekurangan pasokan ini, Musk mengusulkan solusi radikal yaitu membangun pabrik semikonduktor milik Tesla (TSLA) sendiri.

Dia menyebutnya sebagai "Tesla terafab" yang menurutnya "seperti giga tapi jauh lebih besar". Musk mengatakan pabrik ini dapat dimulai dengan kapasitas 100.000 wafer per bulan, dan berpotensi ditingkatkan hingga 1 juta wafer per bulan.

Sebagai perbandingan, Seeking Alpha mencatat bahwa total kapasitas tahunan TSMC (TSM) pada tahun 2024 adalah sekitar 1,4 juta wafer per bulan.

Selain membangun pabrik sendiri, Musk secara terbuka mempertimbangkan kemitraan dengan Intel (INTC). "Mungkin kami akan melakukan sesuatu dengan Intel (INTC)," kata Musk kepada pemegang saham.

Mengapa Intel?

Meskipun belum ada kesepakatan yang ditandatangani, Musk menyebut "mungkin ada baiknya berdiskusi dengan Intel (INTC)".

Sinyal ini penting bagi Intel (INTC), yang sejauh ini tertinggal dari Nvidia (NVDA) dalam perlombaan chip AI dan sedang mencari pelanggan eksternal untuk teknologi manufaktur terbarunya.

Pasar merespons cepat. Menurut laporan AA Stocks, harga saham Intel (INTC) melonjak 2.6% dalam perdagangan setelah jam kerja setelah pernyataan Musk.

Musk mengklaim chip AI5 baru akan lebih murah dan hemat daya, mungkin hanya mengonsumsi sepertiga daya chip Nvidia (NVDA) Blackwell dengan biaya produksi hanya 10%. Rencana ini menggarisbawahi pergeseran Tesla (TSLA) dari sekadar produsen mobil listrik menjadi raksasa AI yang serius.

Referensi:

Disclaimer

PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade