Gotrade News - Ketegangan politik di Venezuela kembali memuncak pada Selasa (10/02) setelah adanya perintah penangkapan mendadak. Jaksa Agung meminta penahanan ulang sekutu oposisi Juan Pablo Guanipa hanya beberapa jam usai pembebasannya.
Langkah ini mengirimkan sinyal campur aduk mengenai stabilitas transisi pemerintahan di negara kaya minyak tersebut. Situasi ini terjadi di tengah upaya pemerintah sementara meredakan tekanan internasional melalui pelepasan tahanan politik.
Key Takeaways:
-
Penangkapan ulang Guanipa menandakan masih rapuhnya kesepakatan politik antara pemerintah transisi dan oposisi.
-
Tekanan internasional dari AS dan PBB terus meningkat agar Venezuela segera memulihkan demokrasi penuh.
-
Volatilitas politik masih tinggi pasca operasi militer AS yang menahan Nicolas Maduro Januari lalu.
Menurut laporan AP News, kantor kejaksaan mengklaim Guanipa melanggar syarat pembebasan yang ditetapkan pengadilan. Namun, pihak berwenang tidak merinci pelanggaran apa yang dilakukan mantan gubernur tersebut selama masa bebasnya.
Putra Guanipa mengatakan kepada wartawan bahwa ayahnya diadang oleh pria bersenjata berpakaian sipil. Ia menegaskan ayahnya tidak melanggar larangan keluar negeri maupun kewajiban lapor diri ke pengadilan.
Arah Transisi Politik
Insiden ini menjadi ujian berat bagi Presiden Pelaksana Delcy Rodríguez yang baru dilantik bulan lalu. Pemerintahan Rodríguez saat ini sedang berupaya memenuhi tuntutan reformasi hak asasi manusia dari komunitas global.
Kelompok hak asasi Foro Penal mengonfirmasi pembebasan setidaknya 30 orang pada Minggu (09/02). Banyak dari mereka yang dibebaskan adalah aktivis yang ditahan karena alasan aktivitas politik.
Pembebasan ini merupakan respons langsung terhadap tekanan pasca penangkapan Nicolas Maduro oleh militer AS pada 3 Januari. Maduro dan istrinya saat ini menghadapi dakwaan perdagangan narkoba federal di New York.
Oposisi Venezuela menanggapi perkembangan ini dengan optimisme yang sangat hati-hati. Mereka menuntut transparansi lebih lanjut mengenai rancangan undang-undang amnesti yang sedang dibahas Majelis Nasional.
Maria Corina Machado menyebut pemerintah ketakutan akan mobilisasi sipil yang mungkin terjadi. Ia menegaskan bahwa perjuangan untuk demokrasi tidak akan surut meski ada tekanan hukum baru.
Itu dia rangkuman terbaru yang perlu diperhatikan pasar hari ini. Ikuti Gotrade News untuk update saham dan ETF AS, plus perkembangan makro yang relevan untuk investor Indonesia. Untuk belajar lebih terstruktur, kunjungi Panduan Gotrade agar memahami investasi saham Amerika secara lengkap.
Jika ingin merespons berita ini, pantau pergerakan aset dan cek portofolio di aplikasi Gotrade. Investasi saham dan ETF AS di Gotrade bisa dimulai dari Rp15 ribu, lalu sesuaikan langkah dengan tujuan dan profil risiko. Download dan buka aplikasi Gotrade sekarang!
Referensi:
-
AP News, Venezuela’s top prosecutor orders the arrest of opposition leader’s ally, hours after his release. Diakses pada 10 Februari 2026
-
Featured Image: Shutterstock











