Trump Ancam Pecat Jerome Powell dari Kursi Ketua The Fed

Rendy Andriyanto
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Trump Ancam Pecat Jerome Powell dari Kursi Ketua The Fed

Share this article

Gotrade News - Presiden Donald Trump secara terbuka mengancam akan memecat Ketua The Fed Jerome Powell sebelum masa jabatannya berakhir. Dalam wawancara dengan Fox Business pada Rabu (15/04), Trump menyatakan ingin memecat Powell sejak lama.


Key Takeaways

  • Trump ancam pecat Powell jika tidak mundur sebelum masa jabatan Chair berakhir 15 Mei 2026
  • Kevin Warsh dinominasikan sebagai pengganti, hearing konfirmasi Senat dijadwalkan 21 April
  • Beberapa Senator Republik berjanji tunda konfirmasi Warsh selama investigasi DOJ terhadap The Fed berlangsung

"I have to fire him if he doesn't leave on time," ujar Trump dalam wawancara tersebut. Masa jabatan Powell sebagai Chair The Fed secara resmi berakhir pada 15 Mei 2026.

Namun, posisi Powell sebagai Governor The Fed masih berlaku hingga 2028. Powell sebelumnya menolak mundur dari jabatan Governor sampai investigasi Departemen Kehakiman (DOJ) selesai.

Transisi Kepemimpinan The Fed

Trump telah menominasikan Kevin Warsh sebagai pengganti Powell di kursi ketua bank sentral AS. Hearing konfirmasi di Senat dijadwalkan berlangsung pada Senin (21/04).

Menteri Keuangan Scott Bessent menyatakan optimisme bahwa Warsh akan resmi menjabat sebagai Fed Chair per 16 Mei. Transisi ini diharapkan berjalan mulus segera setelah masa jabatan Powell berakhir.

Namun, proses konfirmasi berpotensi terhambat oleh dinamika politik internal Partai Republik sendiri. Senator Thom Tillis berjanji menunda konfirmasi Warsh selama investigasi DOJ masih berlangsung.

DOJ saat ini menyelidiki proyek renovasi multi-miliar dolar di kantor pusat The Fed. Investigasi ini menambah lapisan ketidakpastian pada proses transisi kepemimpinan bank sentral.

Dampak ke Independensi Bank Sentral

Ancaman Trump bukan hal baru, ia berkali-kali mengkritik Powell karena dinilai tidak cukup agresif memangkas suku bunga. Tekanan politik terhadap bank sentral ini memunculkan kekhawatiran soal independensi The Fed.

Independensi bank sentral adalah pilar fundamental kepercayaan pasar terhadap kebijakan moneter AS. Gangguan terhadap prinsip ini berpotensi meningkatkan volatilitas di pasar obligasi dan mata uang.

Perhatian pasar kini tertuju pada hearing Senat 21 April sebagai momen krusial berikutnya. Hasil hearing akan menentukan arah transisi kepemimpinan The Fed dan dampaknya ke sentimen global.

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade