Gotrade News - Taiwan Semiconductor mencatat pendapatan kuartal pertama 2026 sebesar $35,6 miliar atau 1,13 triliun dolar Taiwan. Angka ini naik 35% secara tahunan, namun ancaman konflik Timur Tengah terhadap rantai pasok chip belum mereda.
Menurut Yahoo Finance, pendapatan TSMC melampaui konsensus analis dan menandai kuartal kedelapan berturut-turut pertumbuhan tahunan. Margin kotor diproyeksikan mencapai 64%, didorong oleh permintaan chip AI yang tetap kuat dari Apple dan Nvidia.
Key Takeaways:
- TSMC raih pendapatan Q1 2026 rekor $35,6 miliar, naik 35% YoY, melampaui konsensus analis
- Blokade Selat Hormuz mengancam pasokan energi Taiwan yang mengimpor 97% kebutuhan energinya
- Harga helium naik dua kali lipat sejak perang dimulai, berpotensi mengganggu produksi chip canggih
Analis SemiAnalysis Sravan Kundojjala menyebut kenaikan harga chip canggih sebagai faktor utama pendapatan melampaui ekspektasi. Saham TSMC yang terdaftar di AS naik lebih dari 2% dalam perdagangan pre-market setelah laporan keuangan dirilis.
Pendapatan TSMC pada Maret 2026 saja mencapai 415,2 miliar dolar Taiwan dengan lonjakan 45,2% secara tahunan. Momentum ini menunjukkan permintaan semikonduktor canggih belum terpengaruh langsung oleh gangguan geopolitik di Timur Tengah.
Namun di balik performa keuangan yang solid, ancaman mengintai dari Selat Hormuz yang tertutup sejak 4 Maret 2026. Blokade ini berpotensi memutus jalur pasokan energi dan material kritis bagi industri semikonduktor Taiwan dan global.
Taiwan mengimpor 97% kebutuhan energinya dan 37% pasokan listriknya bersumber dari gas alam cair Timur Tengah. Cadangan LNG Taiwan saat ini hanya cukup untuk 11 hari tanpa pasokan impor, menurut laporan Tom's Hardware.
Harga helium yang merupakan material kritis dalam manufaktur chip telah naik dua kali lipat sejak awal konflik. Fasilitas Ras Laffan di Qatar yang memasok sepertiga helium dunia offline sejak terdampak serangan Iran pada Maret.
TSMC dan SK Hynix sama-sama menyatakan gangguan rantai pasok belum berdampak signifikan pada laporan keuangan mereka. SK Hynix mengklaim telah mengamankan rantai pasok beragam dan inventori helium memadai untuk operasional jangka menengah.
Gencatan senjata pada Senin (07/04) antara AS, Iran, dan Israel belum menyelesaikan krisis rantai pasok secara fundamental. Selat Hormuz masih tertutup dan ekonomi global jauh dari normal, menurut laporan The American Prospect pada Minggu (13/04).
Di tengah ketidakpastian, TSMC berencana menggelontorkan belanja modal hingga $56 miliar untuk pabrik di luar Taiwan termasuk AS. Diversifikasi produksi menjadi semakin krusial mengingat kerentanan geografis yang terekspos oleh konflik Timur Tengah saat ini.
Beberapa saham semikonduktor lain turut rally di tengah kombinasi permintaan AI dan ketegangan geopolitik yang berlangsung. SanDisk melonjak 50% sepanjang bulan ini setelah bergabung dengan Nasdaq 100 dan Astera Labs turut menguat 11,9%.
Sources:
- TSMC Q1 2026 earnings: Record revenue on strong AI chip demand - Yahoo Finance
- How the Iran War Threatens the AI Economy - The American Prospect
- Global chip supply chain under threat as US-Iran conflict enters third week - Tom's Hardware












