Gotrade News - Uber menghadapi tiga tekanan berbeda dalam sepekan, mulai dari tawaran akuisisi Delivery Hero senilai sekitar $11,6 miliar hingga keraguan internal soal belanja AI. Pada saat bersamaan, Massachusetts mengesahkan serikat pekerja pengemudi rideshare pertama di Amerika Serikat yang melibatkan 70.000 pengemudi.
Ketiga peristiwa ini membentuk gambaran kompleks bagi investor yang menilai prospek Uber Technologies (UBER). Saham Uber kini dihadapkan pada risiko biaya akuisisi, efisiensi modal teknologi, dan tekanan regulasi tenaga kerja secara bersamaan.
Key Takeaways
- Uber menyiapkan tawaran akuisisi Delivery Hero senilai sekitar $11,6 miliar atau €33 per saham.
- COO Andrew Macdonald mengakui sulit menghubungkan belanja AI dengan output produk yang nyata.
- Massachusetts resmi mensertifikasi serikat pengemudi rideshare pertama yang mencakup 70.000 pengemudi.
Tekanan dari Sisi Akuisisi dan Belanja AI
Menurut CNBC, Uber sedang mempertimbangkan tawaran akuisisi Delivery Hero senilai sekitar €10 miliar atau setara $11,6 miliar. Saham Delivery Hero melonjak 11% ke €37,16 di Frankfurt, sekitar 13% di atas tawaran indikatif Uber sebesar €33 per saham.
Lonjakan harga saham ini menandakan investor mengantisipasi tawaran yang lebih tinggi dari Uber. Langkah ini menjadi upaya besar Uber untuk bersaing langsung dengan DoorDash (DASH) di pasar pengiriman makanan internasional.
Uber sebelumnya telah menaikkan kepemilikan saham di Delivery Hero dari sekitar 7% menjadi 19,5%, menjadikannya pemegang saham terbesar. CEO Delivery Hero Niklas Oestberg juga mengumumkan pengunduran dirinya pekan lalu setelah pemegang saham meminta tinjauan strategis.
Di sisi internal, Dilansir Yahoo Finance, COO Uber Andrew Macdonald menyatakan semakin sulit membenarkan pengeluaran perusahaan untuk AI. Macdonald mengatakan kepada podcast Rapid Response bahwa hubungan antara belanja AI dan produk yang dihasilkan belum jelas.
CTO Praveen Neppalli Naga mengungkapkan Uber telah menghabiskan anggaran 2026 untuk Claude Code dan Cursor hanya dalam empat bulan. Per April, sekitar 70% commit kode di Uber sudah dibantu AI, sementara penggunaan agentic AI naik dari 32% menjadi 84% dalam dua bulan.
Biaya API bulanan per insinyur Uber berkisar antara $500 hingga $2.000. Pengakuan ini menambah kekhawatiran Wall Street soal pengembalian modal belanja AI di seluruh perusahaan teknologi besar.
Risiko Tenaga Kerja di Massachusetts
Melansir WBUR, Departemen Tenaga Kerja Massachusetts mensertifikasi App Drivers Union pada 26 Mei sebagai serikat pengemudi rideshare pertama yang diakui negara bagian. Serikat ini mewakili sekitar 70.000 pengemudi Uber dan Lyft (LYFT) di Massachusetts.
Serikat mendapatkan dukungan 32% dari pengemudi aktif, melampaui ambang batas 25% berdasarkan undang-undang referendum negara bagian 2024. Negosiasi kolektif kini dimulai untuk membahas gaji, banding atas penonaktifan akun, jaminan kesehatan, dan perlindungan kerja saat kendaraan otonom diperluas.
Uber dan Lyft sama-sama menyatakan akan bernegosiasi dengan itikad baik di meja perundingan. Keputusan ini berpotensi menjadi preseden bagi negara bagian lain yang sedang meninjau klasifikasi pekerja gig.
Bagi investor, tiga peristiwa ini menyoroti tantangan ganda yang dihadapi Uber pada 2026. Eksekusi akuisisi Delivery Hero, disiplin belanja AI, dan negosiasi tenaga kerja akan menentukan margin Uber dalam beberapa kuartal ke depan.












