Gotrade News - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa enggan berkomentar banyak soal wacana pembentukan Badan Khusus Ekspor. Ia menegaskan pengumuman resmi akan disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.
Wacana ini mencuat saat rupiah ditutup ke rekor terlemah Rp17.706 per dolar AS. Tekanan kurs dan repatriasi devisa menjadi alasan utama munculnya gagasan badan baru tersebut.
Key Takeaways
- Purbaya menyerahkan pengumuman Badan Khusus Ekspor kepada Presiden Prabowo Subianto.
- Rupiah menyentuh rekor terlemah Rp17.706 dan IHSG anjlok 3,46% pada sesi terakhir.
- Badan ini diperkirakan akan memperkuat koordinasi ekspor dan repatriasi devisa nasional.
Menurut Tirto.id, Purbaya menahan diri dari memberikan detail. Ia menyatakan kewenangan pengumuman ada pada Presiden Prabowo Subianto.
Wacana ini muncul untuk mendorong kinerja ekspor di tengah tekanan rupiah yang berkepanjangan. Investor asing pun mencermati arah kebijakan fiskal pemerintah secara seksama.
Tekanan Rupiah dan Pasar
Rupiah ditutup di level Rp17.706, menandai rekor terlemah sepanjang sejarah perdagangan. IHSG turut anjlok 3,46%, mencerminkan tekanan jual yang merata di pasar saham domestik.
Dilansir BeritaSatu, Bank Indonesia meminta eksportir tidak menahan konversi valuta asing. Langkah ini bertujuan menekan tekanan kurs dan menjaga likuiditas valas domestik.
Cadangan devisa April tercatat sebesar US$146,1 miliar, masih dalam rentang aman. Namun aliran masuk devisa hasil ekspor dinilai belum optimal mendukung stabilitas nilai tukar.
Sentimen investor terhadap aset Indonesia, termasuk EIDO, ikut tertekan. ETF berbasis saham Indonesia tersebut menjadi proksi sentimen global terhadap ekonomi nasional.
Arah Kebijakan dan Implikasi
Melansir Liputan6, badan baru diperkirakan menangani koordinasi ekspor lintas kementerian. Fokusnya termasuk percepatan repatriasi devisa hasil ekspor ke dalam negeri.
Investor lokal kerap mencari aset lindung nilai saat rupiah melemah signifikan. Instrumen seperti GLD menjadi opsi diversifikasi terhadap pelemahan mata uang domestik.
Indeks dolar AS yang terus menguat juga menambah tekanan pada mata uang negara berkembang. Pergerakan UUP mencerminkan kekuatan dolar terhadap basket mata uang utama dunia.
Pemerintah diharapkan segera memberikan kepastian struktur dan kewenangan badan baru tersebut. Kepastian regulasi dinilai krusial untuk memulihkan kepercayaan pelaku pasar terhadap ekonomi.
Pelaku pasar akan menanti pengumuman Presiden Prabowo dalam waktu dekat. Detail mandat dan struktur badan baru akan menjadi kunci penilaian efektivitasnya.












