Gotrade News - Wall Street ditutup melemah dengan tiga indeks utama anjlok serentak di tengah kekhawatiran inflasi global. Dow Jones turun 1,07%, S&P 500 melemah 1,24%, dan Nasdaq Composite anjlok 1,54%.
Lonjakan harga minyak dan kenaikan yield Treasury memicu kekhawatiran inflasi yang menekan sentimen pasar. Investor juga menanti laporan kinerja Nvidia serta merespons hasil pertemuan Trump dan Xi Jinping.
Key Takeaways
- Dow Jones turun 537,29 poin ke 49.526,17, sementara S&P 500 dan Nasdaq mencatat koreksi tajam.
- Yield Treasury AS 30-tahun melewati 5,1% di tengah lonjakan harga minyak global.
- Pasar menanti laporan kinerja Nvidia (NVDA) sebagai katalis utama pekan ini.
Menurut Kumparan, Dow Jones turun 537,29 poin ke level 49.526,17 pada penutupan terakhir. S&P 500 melemah 92,74 poin ke 7.408,50, sementara Nasdaq anjlok 410,08 poin ke 26.225,15.
Lonjakan harga minyak menjadi pemicu utama kekhawatiran inflasi yang menekan pasar saham. Saham energi naik 2,3%, namun indeks semikonduktor justru anjlok 4% pada sesi perdagangan.
Tekanan Sektor Teknologi
Saham Nvidia (NVDA) turun 4,4% memimpin koreksi sektor semikonduktor. AMD melemah 5,7% dan Intel turun 6,2% pada sesi perdagangan yang sama.
Kenny Polcari dari Slatestone Wealth menilai pasar terlalu terbuai momentum AI selama ini. Ia menyebut investor belum cukup memperhatikan sinyal pasar obligasi dan data ekonomi terkini.
Di tengah tekanan sektor teknologi, saham Microsoft (MSFT) justru naik 3,1%. Kenaikan terjadi setelah pengumuman investasi besar dari Bill Ackman pada raksasa teknologi tersebut.
Inflasi dan Kekecewaan Trump-Xi
Dilansir Katadata, yield Treasury AS 30-tahun melewati 5,1% di tengah kekhawatiran inflasi global. Harga minyak WTI naik 4,2% ke USD105,42, sementara Brent menguat 3,35% ke USD109,26.
Hasil pertemuan Trump dan Xi Jinping mengecewakan ekspektasi pelaku pasar global. China hanya berkomitmen membeli 200 pesawat Boeing, sedikit di atas ekspektasi pasar.
Saham Boeing turun 3,8% menyusul kekecewaan terhadap hasil pertemuan tersebut. Adam Crisafulli dari Vital Knowledge menilai sektor sudah naik berlebihan dan rentan profit-taking.
Melansir KabarBursa, futures Wall Street kembali bergerak turun tipis pada Senin pagi. Dow futures turun 100 poin atau 0,2% menjelang pembukaan pasar.
Nasdaq-100 sebelumnya turun 1,5% pada Jumat, mencatat hari terburuk sejak 27 Maret lalu. Investor kini memantau ketat pergerakan SPDR S&P 500 ETF (SPY) sebagai proksi pasar.
Nvidia dijadwalkan melaporkan kinerja kuartalan pada Rabu pekan ini. Hasil laporan akan menjadi katalis penting bagi sentimen sektor teknologi dan pasar secara keseluruhan.
Mark Newton dari Fundstrat menyebut volatilitas lintas aset muncul kembali. Kenaikan yield obligasi pemerintah jangka panjang global menjadi pemicu utama tekanan tersebut.
Hari ini menandai hari terakhir Jerome Powell sebagai Ketua The Fed. Kevin Warsh akan mengambil alih kepemimpinan dengan probabilitas kenaikan suku bunga Desember sekitar 40%.












