Gotrade News - Wall Street menutup pekan 29 Mei 2026 dengan rekor baru ditopang reli kencang saham teknologi raksasa. Dow Jones menguat 363,37 poin atau 0,72 persen ke level 51.032,34, sedangkan Nasdaq naik 0,21 persen ke 26.972,62.
Kenaikan ini mencerminkan optimisme investor terhadap prospek laba sektor teknologi dan meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Reli memperpanjang tren positif sembilan minggu beruntun S&P 500, terlama sejak Desember 2023.
Key Takeaways
Dow Jones tutup di rekor 51.032,34 dengan kenaikan 0,72 persen pada 29 Mei 2026.
Gencatan senjata AS-Iran 60 hari menjadi katalis utama selera risiko investor global.
Menurut Kumparan Bisnis, S&P 500 naik 16,44 poin atau 0,22 persen ke 7.580,07 pada penutupan Jumat. Russell 2000 sebagai indeks saham kapitalisasi kecil justru melemah 0,6 persen di sesi yang sama.
Secara mingguan, Nasdaq mencatatkan kenaikan terbesar sebesar 2,39 persen, diikuti S&P 500 sebesar 1,43 persen. Dow Jones menambah 0,9 persen dan Russell 2000 menguat 1,72 persen sepanjang lima hari perdagangan.
Pemicu Reli Saham Teknologi
Sektor teknologi memimpin penguatan dengan kenaikan 1,87 persen, sedangkan subsektor software services melonjak lebih dari 6 persen. Dell Technologies (DELL) menjadi bintang dengan lonjakan 32,8 persen menyusul laporan permintaan server berbasis kecerdasan buatan yang kuat.
Saham Hewlett Packard Enterprise (HPE) ikut menguat 12,6 persen sepanjang pekan. Super Micro mencatatkan kenaikan 11,6 persen, sementara Microsoft (MSFT) tumbuh 5,4 persen ditopang ekspansi layanan komputasi awan.
Volume perdagangan tercatat 23,9 miliar saham, jauh di atas rata-rata 20 hari sebesar 19,36 miliar saham. Angka ini menandakan partisipasi investor yang tinggi seiring pelaku pasar memburu aset berisiko menjelang penutupan bulan.
Dilansir Kabar Bursa, kinerja Mei 2026 menempatkan Nasdaq dengan kenaikan 8 persen dan S&P 500 sebesar 5 persen. Dow Jones menyusul dengan penguatan 3 persen sepanjang bulan tersebut.
Tingkat earnings beat S&P 500 mencapai 85 persen menurut data FactSet, jauh di atas rata-rata lima tahun sebesar 78 persen. Kejutan laba agregat tercatat 16,7 persen, lebih tinggi dibanding rata-rata historis 7,3 persen.
Risiko yang Masih Membayangi
Sentimen pasar mendapat dorongan dari gencatan senjata AS-Iran selama 60 hari yang diumumkan pekan lalu. Pembukaan kembali Selat Hormuz turut menurunkan premi risiko energi dan memperbaiki ekspektasi inflasi jangka pendek.
Adam Crisafulli, Founder Vital Knowledge, menilai pasar sudah mulai mengabaikan eskalasi geopolitik di kawasan tersebut. "Trump jelas tidak ingin melakukan eskalasi dan sedang mencari jalan keluar," katanya seperti dikutip Kabar Bursa.
Crisafulli menambahkan bahwa kesepakatan damai sangat mungkin tercapai dalam waktu dekat. "Pasar sebagian besar mengasumsikan penghentian konflik yang berkelanjutan," lanjutnya menjelaskan posisi pelaku pasar saat ini.
Fokus investor pekan depan tertuju pada rilis data nonfarm payrolls Jumat sebagai indikator kesehatan tenaga kerja AS. Data ketenagakerjaan ini akan menentukan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pada kuartal berikutnya.
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.