Wall Street Menguat, Ketegangan AS-Iran Mulai Mereda

Rendy Andriyanto
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Wall Street Menguat, Ketegangan AS-Iran Mulai Mereda

Share this article

Gotrade News - Wall Street dibuka menguat pada Selasa, 5 Mei 2026, setelah munculnya sinyal de-eskalasi antara Amerika Serikat dan Iran yang membantu mengurangi premi risiko geopolitik di pasar saham. Harga minyak mentah turun cukup tajam meski pertukaran tembakan di sekitar Selat Hormuz masih berlanjut, sehingga pelaku pasar terlihat memposisikan ulang portofolio mereka di sekitar skenario gencatan senjata, bukan eskalasi yang lebih luas.

Poin Penting

  • S&P 500 dibuka naik 0,46% di 7.233,62, Dow Jones menguat 0,19% ke 49.037,12, dan Nasdaq Composite melonjak 0,76% ke 25.258,88.
  • WTI turun 3,41% dan Brent melemah ke kisaran $111,30 per barel, mengikis sebagian lonjakan akibat ketegangan pekan lalu.
  • Saham chip dan memori memimpin penguatan, sementara nama pembayaran dan e-commerce justru tertinggal karena hasil keuangan masing-masing.

Pasar Saham Dibuka Menguat

Menurut Investing.com, S&P 500 dibuka 0,46% lebih tinggi di level 7.233,62 pada Selasa, sementara Dow Jones Industrial Average bertambah 0,19% ke 49.037,12 dan Nasdaq Composite menguat 0,76% ke 25.258,88. Penguatan terjadi meski pertukaran serangan AS dan Iran di Teluk masih berlanjut, dengan Pentagon menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak sedang mencari konflik selama operasi pembukaan kembali Selat Hormuz.

Mengutip Investing.com, Maersk melaporkan salah satu kapal pengangkut kendaraan miliknya berhasil keluar dari Teluk dengan bantuan militer AS, sebagai sinyal awal bahwa arus pengiriman komersial bisa kembali berjalan meski ketegangan belum hilang. Analis JPMorgan menyarankan kliennya untuk membeli saat harga saham terkoreksi, menempatkan situasi saat ini sebagai titik masuk, bukan perubahan rezim pasar yang fundamental.

Dilansir Investing.com, kenaikan ini juga didorong oleh posisi pasar yang sebelumnya cenderung defensif setelah kekhawatiran eskalasi pekan lalu. Saat saham bertahan kuat di pembukaan, pelaku pasar terlihat siap mengambil risiko jika jalur pelayaran tetap terbuka di bawah pengawalan AL Amerika Serikat, dan jika lalu lintas tanker terus berjalan dengan jaminan keamanan dari pihak Pentagon.

Minyak Melemah Saat Premi Hormuz Pudar

Menurut Investing.com, harga WTI turun 3,41% pada perdagangan awal, sementara Brent melemah sekitar 2,8% ke kisaran $111,30 per barel setelah berita diplomasi AS-Iran menjadi lebih kondusif. WTI juga sempat berada di sekitar $102,50 per barel, jauh di bawah puncak yang terbentuk pasca-serangan pekan sebelumnya, mencerminkan koreksi cepat dari premi risiko yang sempat menggerakkan harga di atas level fundamental.

Mengutip Investing.com, serangan masih berlanjut pada Senin meski sinyal de-eskalasi mulai muncul, dengan beberapa kapal mengalami kebakaran di Teluk dan pertahanan udara UEA mencegat rudal serta drone Iran. Terminal minyak Fujairah juga sempat menjadi target serangan, namun pasar mulai memperhitungkan skenario di mana jalur pelayaran tetap terbuka, bukan penutupan total selat tersebut yang dapat memutus seperlima pasokan minyak laut global.

Dilansir Investing.com, koreksi premi risiko geopolitik di pasar minyak juga mencerminkan fakta bahwa belum ada gangguan fisik signifikan terhadap aliran minyak global sejak operasi dimulai. Hal ini membuat setiap berita gencatan senjata yang konkret berpotensi menjadi katalis penurunan lanjutan harga minyak spot, sekaligus pemicu kenaikan untuk sektor sensitif bahan bakar seperti maskapai, logistik, dan ritel diskresioner yang sebelumnya tertekan biaya energi tinggi.

Saham Chip dan Memori Pimpin Penguatan

Mengutip Investing.com, perdagangan awal dipimpin oleh saham semikonduktor dan memori yang sebelumnya tertekan akibat rotasi keluar dari risiko pada pekan lalu. Intel (INTC) melonjak 12,65% di sesi pembukaan, Micron Technology (MU) naik 10,27%, dan SanDisk (SNDK) menguat 9,65% pada perdagangan awal. Pola ini menunjukkan modal institusional mulai kembali masuk ke teknologi siklikal saat premi perang mereda dan ekspektasi siklus laba memori membaik.

Menurut Investing.com, perhatian juga tertuju ke Advanced Micro Devices (AMD) yang akan merilis laporan keuangan di tengah tekanan persaingan dari Nvidia di pasar akselerator AI. Hasil yang kuat dari AMD akan memperkuat narasi bahwa fundamental laba, bukan berita geopolitik, yang akan menggerakkan kelanjutan reli ekuitas, sekaligus mengkonfirmasi bahwa belanja modal AI masih menjadi pendorong penting bagi sektor teknologi AS.

Dilansir Investing.com, pertumbuhan laba S&P 500 saat ini berada di kisaran 28% secara tahunan, hampir dua kali lipat ekspektasi awal musim laporan. Faktor laba inilah yang membuat banyak analis tetap bersikap konstruktif terhadap ekuitas meski risiko Timur Tengah masih ada di radar, sebab cetak laba 28% secara historis mendukung ekspansi multiple, bukan kontraksi seperti yang sempat terjadi pekan lalu.

Saham Pembayaran dan Software Tertinggal

Menurut Investing.com, tidak semua nama ikut menguat di sesi pembukaan. PayPal (PYPL) turun 10,13%, sementara Shopify (SHOP) melemah 8,17% setelah hasil keuangan masing-masing tidak memenuhi ekspektasi investor yang semakin menuntut sisi positif yang lebih bersih.

Mengutip Investing.com, Palantir berhasil melampaui estimasi tetapi sahamnya turun lebih dari 4% setelah CFO menandai kenaikan biaya operasional pada 2026. Kondisi ini menggambarkan bagaimana ekspektasi terhadap nama-nama software dengan valuasi premium menjadi semakin tinggi, dan pasar saat ini lebih selektif dalam memilih emiten yang dianggap layak menahan multiple di level sekarang.

Yang Perlu Kamu Pantau

Analis Pepperstone Michael Brown menyampaikan kepada Investing.com bahwa perang terlihat sedang menuju de-eskalasi dalam bentuk tertentu, dengan dukungan fundamental laba yang kuat dari sisi korporasi. Presiden Trump kepada ABC News menyatakan konflik bisa berlanjut sekitar tiga minggu lagi, walaupun ia mengklaim Amerika Serikat sudah memenangkan pertempuran ini, sehingga ruang volatilitas berbasis berita tetap terbuka.

Kamu perlu memantau rilis laporan keuangan AMD pada Selasa, komentar lanjutan dari nama pertahanan dan energi, serta sinyal apakah pembicaraan antara Washington dan Teheran dapat menghasilkan gencatan senjata formal yang dapat diverifikasi. Selama pertumbuhan laba S&P 500 tetap berada di kisaran 28% secara tahunan, fundamental ekuitas kemungkinan akan tetap menjadi penggerak utama, sedangkan eskalasi mendadak akan langsung mengembalikan fokus ke perdagangan energi dan pertahanan dalam waktu yang relatif cepat.

Sumber

Investing.com, Wall St opens higher as oil slips despite Middle East tensions.

Investing.com, U.S. stock futures subdued after Hormuz tensions flare.

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade