Gotrade News - Wall Street mengawali hari Senin di zona hijau, sebagian besar berkat pantulan naik (bounce) dari saham-saham chip yang sempat babak belur pekan lalu. Para trader tampaknya mulai mengambil posisi sebelum gelombang laporan keuangan dari perusahaan-perusahaan raksasa (megacap) dirilis minggu ini.
Tepat saat bel pembukaan berbunyi, S&P 500 naik 0,42% ke level 7.489,18. Nasdaq Composite mencetak gain yang lebih tebal yaitu 0,79% ke 25.720,87, sementara Dow Jones harus puas merangkak tipis 0,02% dan duduk di 52.154,57, berdasarkan data dari Investing.com.
Kalau kamu memantau pasar minggu lalu, sektor semikonduktor memang terlihat cukup suram. Banyak rumor dan kekhawatiran bahwa model AI asal China yang harganya lebih murah akan mulai menggerus permintaan chip global. Hal ini sempat merusak valuasi premium di sektor tersebut. Namun, pergerakan pagi ini menceritakan hal yang berbeda: para dip buyers rupanya tidak betah berlama-lama diam, terutama dengan jadwal rilis earnings dari nama-nama besar teknologi yang sudah di depan mata.
Indeks utama (S&P 500, Nasdaq, Dow) kompak dibuka positif, didorong kuat oleh pemulihan sektor semikonduktor.
Nvidia, AMD, Intel, dan Micron kembali hijau setelah aksi jual pada pekan lalu.
Per hari Rabu: Tesla dan Alphabet akan resmi membuka musim earnings megacap untuk Q2.
Saham Chip Pimpin Rebound: NVDA, AMD, dan MU Menguat di Pembukaan
Grup semikonduktor tidak diragukan lagi sedang menopang momentum pasar saat ini. Saham Nvidia (NVDA)berhasil naik 1,74% ke $206,33. Sementara itu, AMD mengalami lonjakan yang lebih tajam sebesar 3,49% ke harga $513,07, seiring respons positif pasar terhadap kesepakatan Helios rack baru mereka dengan Microsoft Azure. Saham memory chip bahkan mencetak angka yang lebih tinggi lagi. Micron (MU) melesat 4,28% ke $885,33, Intel (INTC) merangkak naik 3,68% ke $98,54, dan SanDisk (SNDK) memimpin dengan lonjakan 5,57% ke $1.430,32.
Saham
Pergerakan
Harga
Nvidia (NVDA)
+1,74%
US$206,33
AMD
+3,49%
US$513,07
Intel (INTC)
+3,68%
US$98,54
Micron (MU)
+4,28%
US$885,33
SanDisk (SNDK)
+5,57%
US$1.430,32
Tesla dan Alphabet Jadi Sorotan Pada Laporan Laba Kuartal II
Optimisme di awal minggu ini seolah menjadi panggung penentuan (make-or-break) bagi tren investasi AI. Merujuk pada data pergerakan opsi (options) dari Barchart, semua mata tertuju pada hari Rabu, 22 Juli. Di hari itulah Tesla (TSLA) dan Alphabet akan membeberkan rapor keuangannya. Pasar opsi saat ini memproyeksikan pergerakan harga pasca-earnings sekitar 7,0% untuk Tesla dan 6,6% untuk Alphabet.
Di hari yang sama, kita juga akan mendengar laporan dari IBM (proyeksi pergerakan 6,8%) dan ServiceNow (12,5%). Intel akan menutup parade perusahaan raksasa ini pada hari Kamis, dengan para trader options bertaruh pada ayunan harga yang cukup liar, yakni sebesar 14,9%.
Tesla mungkin akan menghadapi ujian paling krusial minggu ini. Analis memperkirakan adanya pertumbuhan pendapatan (revenue) sekitar 12% secara year-over-year. Tapi jujur saja: Wall Street saat ini tidak terlalu peduli dengan angka penjualan, melainkan narasinya. Secara spesifik, mampukah Elon Musk menerjemahkan segala hype seputar Robotaxi dan robot Optimus menjadi keuntungan yang nyata? The Motley Fool menyoroti hal ini dengan sangat tepat. Mengingat "premi AI" di seluruh sektor teknologi sudah mulai mendapat tekanan dari kompetitor murah, forward guidance (proyeksi ke depan) dari Tesla kemungkinan besar akan memegang peranan jauh lebih penting ketimbang angka aktual Q2 mereka.
Melihat gambaran besarnya, pergerakan pasar memang terasa konstruktif, meski belum ada yang berani mengambil risiko membabi buta. Pembukaan yang hijau dengan Nasdaq yang jauh mengungguli Dow menunjukkan bahwa modal sedang dirotasi kembali ke saham-saham growth. Meski begitu, suasananya masih cukup rapuh. Satu saja laporan earnings yang meleset dari raksasa teknologi bisa langsung membalikkan sentimen pasar. Hal utama yang perlu dipantau dalam 48 jam ke depan adalah apakah rebound semikonduktor ini punya fondasi yang kuat, atau malah kehabisan napas sebelum hari Rabu tiba.
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.