Wall Street Rekor Baru, Euforia AI Angkat Bursa Asia
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Share this article
Gotrade News - Wall Street kembali mencetak rekor pada Selasa (3/6) dengan S&P 500 ditutup di 7.609,78 atau menguat 0,13%. Dow Jones melonjak 0,45% atau 228,91 poin ke 51.307,79, sementara Nasdaq Composite naik tipis 0,03% ke 27.093,90.
Reli ini ditopang euforia kecerdasan buatan yang mengangkat saham teknologi dan semikonduktor AS. Sentimen positif tersebut juga diperkirakan menular ke bursa Asia pada perdagangan Rabu (4/6) pagi.
Key Takeaways
S&P 500 ditutup pertama kali di atas level 7.600 berkat reli sektor chip.
Marvell Technology melonjak 32% dan HPE naik 19% memimpin penguatan teknologi.
Bursa Asia diprediksi menguat meski tensi Iran-AS kembali memanas.
Pemicu Reli Wall Street
Indeks Philadelphia Semiconductor menguat hampir 6% dan menjadi motor utama reli Wall Street malam itu. Sektor chip mendapat angin segar setelah berbagai kabar positif dari emiten teknologi besar selama sesi perdagangan.
Menurut Katadata, saham Marvell Technology (MRVL) melesat 32% pada sesi itu. Lonjakan dipicu pernyataan CEO Nvidia (NVDA), Jensen Huang, yang menyebut Marvell sebagai kandidat kapitalisasi pasar USD1 triliun berikutnya.
Saham Hewlett Packard Enterprise (HPE) ikut melonjak 19% setelah perusahaan mengangkat panduan setahun penuh. Kinerja kuartal II HPE juga berhasil melampaui ekspektasi konsensus para analis Wall Street.
Berbeda dengan tren positif itu, saham Alphabet justru turun sekitar 4% setelah pengumuman penggalangan modal besar. Perusahaan induk Google itu mengumumkan capital raise senilai USD80 miliar, termasuk USD10 miliar dari Berkshire Hathaway untuk pengembangan AI.
Dilansir Bloomberg Technoz, S&P 500 mencatat 9-day winning streak sebagai yang terpanjang sejak Mei 2025. Reli berkelanjutan ini menegaskan dominasi tema AI sebagai penggerak utama pasar saham AS.
Louis Navellier, analis strategi pasar, menyatakan sektor teknologi terus mendominasi pergerakan pasar saat ini. Pernyataan ini sejalan dengan konsentrasi penguatan di emiten berbasis kecerdasan buatan dan semikonduktor.
Risiko Geopolitik dan Outlook Asia
Di sisi lain, Iran dilaporkan menghentikan negosiasi damai dengan AS yang berlangsung melalui perantara. Teheran juga disebut menyiapkan rencana untuk memblokir Selat Hormuz sebagai jalur strategis minyak global.
Presiden Donald Trump mengklaim negosiasi dengan Iran tetap berlangsung sesuai jadwal. Pernyataan ini bertolak belakang dengan laporan media Iran yang menyatakan dialog telah dihentikan sepenuhnya.
David Krakauer, VP Portfolio Management di Mercer Advisors, menilai pasar tetap stabil meski tensi geopolitik meningkat. Namun, ia mengingatkan bahwa penguatan masih sangat terkonsentrasi di segelintir saham teknologi besar.
Melansir Bloomberg Technoz, kontrak berjangka Sydney dan Tokyo mengindikasikan pembukaan lebih tinggi. Sementara itu, futures Hong Kong sedikit melemah menjelang sesi perdagangan Rabu (4/6) pagi.
Investor di kawasan Asia akan mencermati keberlanjutan momentum AI yang menggerakkan Wall Street semalam. Perkembangan situasi geopolitik Timur Tengah juga akan menjadi faktor penyeimbang sentimen risiko di pasar regional.
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.