3 Saham AI yang Wajib Masuk Watchlist Pasca Selloff

Erwanto Khusuma
Erwanto Khusuma
Tim Gotrade
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade

Ringkasan

  • Selloff AI 28 April 2026 membuat ORCL, NVDA, AVGO turun signifikan.
  • ORCL menyediakan kapasitas multi cloud untuk workload AI hyperscale.
  • NVDA dan AVGO tetap dominan di compute dan custom silicon.
3 Saham AI yang Wajib Masuk Watchlist Pasca Selloff

Share this article

Saham AI watchlist 2026 kamu kemungkinan terkena dampak besar Selasa lalu. Sentimen capex AI berbalik tajam setelah laporan soal pertumbuhan revenue OpenAI yang di bawah ekspektasi.

Tiga nama besar paling kena pukul: Oracle (ORCL), Nvidia (NVDA), dan Broadcom (AVGO). ORCL turun lebih dari 7%, NVDA dan AVGO terkoreksi 3 sampai 6% di sesi pre-market 28 April 2026.

Bagi kamu yang sudah punya posisi atau menunggu titik masuk, koreksi seperti ini sering jadi peluang akumulasi. Artikel ini membahas kenapa ketiganya layak masuk watchlist pasca selloff dan cara set trigger harga.

Mengapa Selloff AI Capex Justru Membuka Peluang Akumulasi

Pemicu selloff adalah kekhawatiran soal sustainabilitas belanja AI hyperscaler. Total capex AI 2026 dari Amazon, Alphabet, Microsoft, Meta, dan Oracle diperkirakan menembus US$600 miliar, naik 36% dibandingkan 2025.

Melansir Investing.com, total revenue AI service saat ini baru sekitar US$25 miliar. Angka itu kira-kira 4% dari nilai investasi infrastruktur yang sudah dikomitmenkan untuk 2026.

Rasio itu membuat pasar gelisah. Tapi rasio yang sama menunjukkan kapasitas AI yang dibangun masih jauh dari penuh.

Selama hyperscaler tetap order, supplier seperti NVDA, AVGO, dan ORCL tetap kebagian backlog.

Pasca selloff, valuasi ketiganya kembali ke level yang lebih masuk akal. Bagi investor jangka menengah, ini momen ideal untuk membangun watchlist.

Cek portofolio kamu sekarang. Kalau eksposur ke saham AI infrastructure masih tipis, sekarang waktunya update watchlist kamu lewat aplikasi Gotrade dan set trigger harga di level yang kamu mau.

ORCL: Kapasitas Multi Cloud untuk Workload AI

Oracle (ORCL) sering dilihat sebagai pemain database lama. Tapi posisi ORCL di siklus AI saat ini adalah penyedia kapasitas compute multi cloud, bukan sekadar pemain software.

Oracle Cloud Infrastructure (OCI) sudah men-deploy konfigurasi GPU berskala hyperscaler. Supercluster OCI bisa scale up sampai 131.072 GPU NVIDIA B200 dalam satu cluster, dengan ribuan Blackwell tambahan untuk workload reasoning model.

Pada Q3 2026, ORCL akan menambah 50.000 GPU AMD Instinct MI450 di OCI. Strategi multi vendor ini membuat OCI menarik untuk customer AI yang ingin menghindari ketergantungan pada satu arsitektur GPU.

Selloff Selasa sebagian dipicu kontrak compute lima tahun ORCL dengan OpenAI senilai US$300 miliar. Pasar khawatir kalau OpenAI gagal monetisasi, kontrak sebesar itu jadi risiko.

Sudut pandang lain: kontrak sebesar itu memvalidasi posisi OCI sebagai pemain top tier untuk training AI. Customer di luar OpenAI (enterprise, agentic AI) tetap antri kapasitas GPU di OCI.

Untuk watchlist kamu, ORCL pasca selloff menawarkan eksposur ke kapasitas AI hyperscale dengan harga yang lebih masuk akal dibanding sebulan lalu.

NVDA dan AVGO: Pemain Utama Compute dan Networking

NVDA dan AVGO adalah dua sisi koin yang sama. NVDA dominan di general purpose GPU, AVGO dominan di custom silicon dan networking.

Keduanya kebagian kue capex yang sama.

NVDA: backlog GPU yang masih panjang

NVDA mencatat record data center revenue di kuartal terakhir. Angkanya menembus US$62,3 miliar di Q4 fiscal 2026, naik 75% year over year.

Untuk fiscal 2026 penuh, total revenue NVDA mencapai US$215,9 miliar, tumbuh 65% YoY. Manajemen memandu Q1 fiscal 2027 di kisaran US$78 miliar, jadi momentum belum melambat.

Selloff April membawa NVDA turun di kisaran 3 sampai 5%. Ini koreksi yang tergolong dangkal untuk saham yang fundamentalnya masih akselerasi.

Setup akumulasi bertahap (DCA) lebih masuk akal daripada all in.

AVGO: silent winner di custom silicon

AVGO menguasai sekitar 70% pasar custom AI accelerator. Customer utamanya adalah Google (TPU), Meta (MTIA), dan baru ditambah kerja sama dengan OpenAI untuk 10 gigawatt akselerator desain bersama.

Dilansir Yahoo Finance, AVGO diperkirakan menangkap sekitar 60% pasar AI server compute ASIC pada 2027. Pengiriman ASIC diproyeksikan triple dalam dua tahun ke depan.

AVGO juga punya bisnis networking (Tomahawk switch, Jericho routers) yang menjadi tulang punggung interkoneksi GPU di data center. Posisi ganda ini membuat AVGO tidak bergantung pada satu lini produk.

Pasca selloff 3 sampai 6%, AVGO masuk dalam zona akumulasi yang menarik. Set trigger harga di level support sebelumnya, mulai dengan posisi kecil, lalu tambah secara bertahap.

Cara Tambah ke Watchlist dan Set Trigger Harga

Punya nama saham saja tidak cukup. Watchlist yang produktif butuh trigger harga yang jelas supaya kamu tidak fear of missing out atau panic buy di puncak rebound.

Langkah praktis di aplikasi Gotrade

Buka tab Watchlist di aplikasi Gotrade kamu, lalu tambahkan ORCL, NVDA, dan AVGO. Catat harga support teknikal masing-masing dari grafik harian.

Set price alert di tiga level. Akumulasi pertama di zona support, akumulasi kedua kalau koreksi berlanjut, dan konfirmasi rebound di atas resistance jangka pendek.

Disiplin eksekusi pakai DCA

Hindari godaan all in begitu trigger pertama kena. Bagi rencana beli kamu menjadi tiga sampai empat tranche dengan jarak harga yang masuk akal.

Manfaatkan fitur fractional shares dan minimum order US$1 di Gotrade. Kamu bisa akumulasi tiga saham AI infrastructure ini secara konsisten tanpa harus tunggu tabungan besar dulu.

Kesimpulan

Selloff AI capex 28 April 2026 membawa ORCL, NVDA, dan AVGO ke level yang lebih menarik untuk akumulasi. ORCL memberikan eksposur ke kapasitas multi cloud untuk workload AI, NVDA tetap dominan di compute, AVGO kuasai custom silicon dan networking.

Pasar selalu menguji konviksi kamu lewat koreksi seperti ini. Watchlist yang sudah disiapkan dengan trigger harga jelas membantu kamu eksekusi dengan kepala dingin, bukan reaktif terhadap berita harian.

Mulai akumulasi tiga saham AI ini lewat aplikasi Gotrade. Kamu bisa beli mulai dari US$1 lewat fractional shares dan akses langsung ke saham AS.

FAQ

Q: Apakah selloff AI 28 April 2026 menandakan akhir tren capex AI?
Belum. Hyperscaler tetap memandu capex 2026 di kisaran US$600 miliar, dan permintaan GPU dari NVDA, AVGO, ORCL belum menunjukkan pelambatan struktural.

Q: Berapa banyak saham AI yang ideal di watchlist?
Tiga sampai lima nama biasanya cukup, supaya kamu bisa fokus memantau setup teknikal dan fundamental tanpa overload informasi.

Q: Apakah saya harus all in di satu trigger harga?
Sebaiknya tidak. Bagi modal kamu menjadi beberapa tranche supaya kamu bisa rata-ratakan harga beli kalau koreksi berlanjut.

Q: Apa risiko terbesar dari ketiga saham ini?
Risiko utama adalah kalau revenue AI di sisi end customer (seperti OpenAI) jauh tertinggal dari belanja infrastruktur, sehingga capex hyperscaler bisa direm.

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade