Apa Peran Market Maker dalam Options Market?

Erwanto Khusuma
Erwanto Khusuma
Tim Gotrade
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade

Ringkasan

  • Market maker adalah penyedia likuiditas utama di options market.

  • Mereka membantu membentuk harga opsi lewat bid, ask, spread, dan pengelolaan risiko.

  • Memahami market maker membantu trader membaca likuiditas dan pricing dengan lebih realistis.

Apa Peran Market Maker dalam Options Market?

Share this article

Market maker options adalah pihak yang membantu menjaga pasar opsi tetap hidup, aktif, dan bisa diperdagangkan dengan lancar. Dalam praktiknya, mereka berperan sebagai liquidity provider, yaitu pihak yang terus memasang harga bid dan ask agar trader dan investor bisa masuk atau keluar posisi tanpa harus menunggu lawan transaksi secara manual.

Buat trader opsi, memahami market maker penting karena mereka bukan hanya “penjual dan pembeli di balik layar.” Mereka juga ikut memengaruhi likuiditas, spread, kecepatan eksekusi, dan dalam banyak situasi, cara harga opsi terbentuk di market.

Sekilas tentang Market Maker

Market maker adalah pelaku pasar yang tugas utamanya menyediakan kuotasi dua arah. Artinya, mereka siap membeli di harga bid dan menjual di harga ask untuk kontrak opsi tertentu.

Tanpa market maker, banyak kontrak opsi akan terasa jauh lebih sepi. Akibatnya, trader akan lebih sulit mendapat harga yang wajar, spread bisa melebar, dan eksekusi jadi lebih lambat.

Kenapa market maker dibutuhkan

Pasar opsi jauh lebih kompleks daripada saham biasa. Satu saham bisa punya banyak strike, banyak expiry, call dan put, lalu masing-masing punya volume yang berbeda-beda.

Karena itu, pasar opsi butuh pihak yang terus menjaga agar transaksi tetap bisa terjadi. Di sinilah market maker masuk sebagai penyedia likuiditas utama.

Bagaimana Market Maker Menyediakan Likuiditas

Options Samurai mengatakan bahwa peran paling terlihat dari market maker adalah menjaga agar selalu ada harga bid dan ask di option chain. Jadi, saat trader ingin beli atau jual kontrak, market tidak sepenuhnya kosong.

1. Memasang bid dan ask secara terus-menerus

Market maker biasanya menampilkan harga beli dan harga jual untuk banyak kontrak sekaligus. Dengan begitu, trader bisa langsung melihat kisaran harga dan mengeksekusi order.

Ini membuat pasar terasa aktif, bahkan pada kontrak yang tidak selalu punya pembeli dan penjual alami setiap detik.

2. Menyerap order dari pasar

Kalau ada trader retail atau institusi yang masuk membeli call atau menjual put, market maker sering menjadi lawan transaksi awalnya. Setelah itu, mereka akan mengelola risiko dari posisi tersebut.

Jadi, market maker bukan sekadar “orang yang pasang harga.” Mereka juga menanggung inventory dan risiko jangka pendek dari order flow yang datang.

3. Menjaga aliran transaksi tetap jalan

Likuiditas bukan cuma soal ada harga. Likuiditas juga soal apakah order bisa dieksekusi dengan ukuran yang wajar tanpa menggeser harga terlalu jauh.

Kontrak yang likuid biasanya punya spread lebih rapat. Ini sering terjadi karena market maker mau dan mampu terus memberi harga dengan lebih kompetitif.

Kalau kamu sering merasa harga opsi “kok spread-nya lebar banget,” itu sering bukan karena market rusak. Bisa jadi kontraknya memang kurang likuid, sehingga market maker harus memberi ruang lebih besar untuk menanggung risikonya.

Cek selengkapnya dengan mencoba options trading lewat aplikasi Gotrade Indonesia! Klik link ini untuk download Gotrade dan mulai trading options!

Hubungan Market Maker dan Pricing Options

Ini bagian yang paling penting. Banyak trader mengira market maker “menentukan harga sesuka hati.” Kenyataannya lebih rumit.

Market maker memang ikut membentuk harga lewat bid dan ask, tetapi mereka tetap bergerak dalam kerangka valuasi yang didorong oleh volatilitas, waktu, arah saham, suku bunga, dan permintaan pasar.

1. Mereka memakai model pricing

Harga opsi biasanya dibangun dari komponen yang sudah dikenal, seperti:

Market maker menggunakan model untuk memperkirakan harga wajar. Tapi harga yang tampil di layar tidak selalu persis sama dengan nilai teoritis, karena mereka juga harus memperhitungkan risiko dan kondisi pasar nyata.

2. Bid-ask spread adalah kompensasi risiko

Perbedaan antara bid dan ask bukan sekadar “biaya tersembunyi.” Spread adalah salah satu cara market maker dibayar karena mereka menyediakan likuiditas dan menanggung risiko inventory.

Semakin likuid kontraknya, spread biasanya makin rapat. Semakin sulit mengelola risikonya, spread biasanya makin lebar.

3. Implied volatility sangat penting

Dalam options pricing, implied volatility punya peran besar. Market maker tidak hanya melihat harga saham, tetapi juga menilai berapa besar risiko pergerakan yang harus dimasukkan ke premium opsi.

Karena itu, dua kontrak dengan strike mirip bisa punya harga yang berbeda jika implied volatility-nya berbeda. Di sinilah market maker ikut menjaga agar pricing tetap selaras dengan risiko yang dipersepsikan pasar.

Bagaimana Market Maker Mengelola Risiko

Karena mereka sering menjadi lawan transaksi, market maker tidak membiarkan posisi arah menumpuk begitu saja. Mereka akan aktif mengelola risiko.

1. Delta hedging

Kalau mereka menjual call dalam jumlah besar, mereka bisa membeli saham underlying untuk mengimbangi sebagian eksposur arah. Ini disebut delta hedging.

Tujuannya bukan untuk ikut berspekulasi. Tujuannya adalah membuat posisi mereka lebih netral terhadap perubahan harga jangka pendek.

2. Menyesuaikan harga saat risiko naik

Kalau volatilitas tiba-tiba melonjak atau ada event besar seperti earnings, market maker biasanya akan menyesuaikan kuotasi. Spread bisa melebar dan implied volatility yang dimasukkan ke harga bisa ikut naik.

Trader sering melihat ini sebagai “opsi jadi mahal.” Dari sudut market maker, ini adalah penyesuaian wajar karena risiko mereka memang bertambah.

3. Mengelola inventory

Market maker juga memperhatikan berapa banyak kontrak yang sudah mereka serap. Kalau satu sisi order flow terlalu dominan, mereka bisa mengubah kuotasi supaya risiko tidak terus menumpuk di arah tertentu.

Kenapa Kadang Harga Opsi Terasa “Aneh”

Banyak trader pemula bingung saat melihat harga opsi tidak bergerak seindah teori. Ini sering terjadi karena market maker bekerja di market nyata, bukan di spreadsheet.

Beberapa penyebab umumnya

  • spread terlalu lebar

  • implied volatility berubah cepat

  • likuiditas kontrak tipis

  • underlying bergerak terlalu cepat

  • ada event risk besar di depan

Jadi, kalau harga opsi terasa “tidak efisien,” belum tentu ada yang salah. Bisa jadi itu hanya refleksi dari kondisi likuiditas dan risiko yang sedang berubah.

Apa Dampaknya untuk Trader Retail

Memahami peran market maker membantu trader retail membuat keputusan yang lebih realistis. Kamu jadi tidak hanya fokus pada chart opsi, tetapi juga pada kualitas pasar tempat kamu masuk.

Hal yang sebaiknya diperhatikan

  • pilih kontrak dengan likuiditas lebih baik

  • hindari spread terlalu lebar

  • pahami bahwa pricing bisa berubah cepat saat event besar

  • jangan terlalu sering memakai market order di kontrak tipis

Trader yang paham market maker biasanya lebih sadar bahwa kualitas eksekusi sangat memengaruhi hasil. Dalam options trading, salah masuk di spread lebar saja sudah bisa membuat posisi mulai dari titik yang kurang menguntungkan.

Kapan Peran Market Maker Paling Terasa

Peran market maker biasanya paling terasa dalam beberapa situasi:

Saat kontrak kurang likuid

Mereka menjadi sumber likuiditas utama, sehingga harga yang mereka pasang sangat menentukan pengalaman trading.

Saat event besar mendekat

Menjelang earnings, CPI, atau FOMC, market maker biasanya menyesuaikan implied volatility dan spread. Di sini trader bisa benar soal arah, tapi tetap rugi kalau salah membaca pricing event.

Saat market bergerak sangat cepat

Dalam kondisi volatil, hedge dan repricing market maker bisa ikut membuat premium opsi bergerak lebih agresif daripada biasanya.

Kesimpulan

Peran market maker dalam options market sangat besar karena mereka menjaga likuiditas, menyerap order, dan membantu membentuk harga opsi di pasar nyata. Mereka bukan sekadar “penjaga layar harga,” tetapi mesin yang membuat pasar opsi tetap bisa diperdagangkan dengan lancar.

Buat trader, memahami market maker membantu membaca spread, likuiditas, dan pricing dengan lebih matang. Kalau kamu ingin mulai memahami options trading dengan struktur yang lebih rapi, kamu bisa trading lewat Gotrade Indonesia sesuai strategi dan profil risikomu.

FAQ

Apa itu market maker dalam options market?
Pihak yang menyediakan harga bid dan ask agar opsi tetap likuid.

Apa tugas utama market maker?
Menyediakan likuiditas dan mengelola risiko dari order flow.

Kenapa spread opsi bisa lebar?
Biasanya karena likuiditas tipis atau risiko market sedang tinggi.

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade