Mencari saham yang tepat di pasar AS bisa terasa overwhelming karena jumlahnya ribuan. Di sinilah stock screener menjadi alat penting untuk membantu menyaring saham berdasarkan kriteria tertentu.
Dengan memahami cara screening saham, kamu bisa menghemat waktu dan lebih fokus pada kandidat yang sesuai dengan strategi investasi kamu.
Apa Itu Stock Screener?
Stock screener adalah alat yang digunakan untuk menyaring saham berdasarkan parameter tertentu, seperti market cap, pertumbuhan revenue, valuasi, atau sektor.
Daripada melihat satu per satu saham secara manual, screener membantu kamu mempersempit pilihan menjadi lebih relevan sesuai kebutuhan.
Kenapa Stock Screener Penting untuk Investor?
Tanpa screener, proses mencari saham sering jadi tidak terarah. Kamu cenderung hanya mengikuti saham yang sedang ramai dibahas.
Dengan screener:
- Proses riset jadi lebih sistematis
- Kamu bisa fokus pada kriteria tertentu
- Lebih mudah menemukan saham yang sesuai strategi
Menurut Investopedia, pendekatan berbasis data membantu investor membuat keputusan yang lebih rasional dan tidak bergantung pada sentimen pasar.
Cara Menggunakan Stock Screener Saham AS
Berikut langkah-langkah praktis yang bisa kamu ikuti.
1. Tentukan Tujuan Screening
Langkah pertama bukan membuka screener, tetapi menentukan tujuan.
Misalnya:
- Mencari saham growth → fokus ke revenue dan earnings growth
- Mencari saham dividen → fokus ke dividend yield dan payout
- Mencari saham stabil → fokus ke large cap dan sektor defensif
Tanpa tujuan yang jelas, kamu akan menggunakan filter secara acak dan hasilnya tidak relevan.
Tujuan ini juga membantu kamu menentukan strategi sejak awal, apakah ingin fokus ke jangka panjang, income, atau kombinasi keduanya.
2. Pilih Platform Stock Screener
Setiap platform punya kelebihan masing-masing.
- Finviz → cepat dan sederhana untuk screening awal
- TradingView → lebih lengkap dengan kombinasi fundamental dan teknikal
- Yahoo Finance → mudah digunakan untuk pemula
Yang penting bukan platformnya, tetapi konsistensi penggunaan filter.
Kalau kamu sudah menemukan kandidat saham dari screener, kamu bisa lanjut cek performa dan harga secara real-time lewat aplikasi Gotrade sebelum memutuskan entry.
3. Gunakan Filter Dasar
Filter dasar berfungsi untuk menyaring ribuan saham menjadi lebih manageable.
1. Market cap
Menentukan ukuran perusahaan.
- Large cap → lebih stabil
- Mid cap → kombinasi growth dan stabilitas
- Small cap → lebih agresif
Untuk pemula, large cap biasanya lebih aman karena bisnisnya sudah mapan.
2. Sector atau industry
Membantu kamu fokus pada area tertentu.
Misalnya:
- Tech → growth tinggi
- Healthcare → defensif
- Consumer → stabil
Dengan filter ini, kamu tidak mencampur saham dari sektor yang terlalu berbeda dalam satu screening.
3. Volume
Menunjukkan likuiditas saham.
Semakin tinggi volume, semakin mudah saham dibeli dan dijual tanpa slippage besar.
Filter dasar ini biasanya mengurangi jumlah saham dari ribuan menjadi ratusan.
4. Tambahkan Filter Fundamental
Setelah hasil lebih sedikit, kamu bisa mulai melihat kualitas bisnis.
1. Revenue growth
Menunjukkan apakah bisnis masih berkembang.
Perusahaan seperti Microsoft dan Amazon masih mencatat pertumbuhan revenue yang kuat dari cloud dan e-commerce. (microsoft.com)
2. Earnings growth
Melihat apakah profit juga ikut naik, bukan hanya revenue.
Jika revenue naik tapi profit stagnan, berarti ada masalah efisiensi.
3. Profit margin
Mengukur seberapa efisien perusahaan menghasilkan keuntungan.
Margin yang tinggi biasanya menunjukkan bisnis yang kuat dan punya pricing power.
Filter fundamental membantu kamu menemukan perusahaan yang benar-benar sehat, bukan hanya populer.
5. Gunakan Filter Valuasi
Setelah menemukan bisnis yang bagus, langkah berikutnya adalah melihat harga.
1. Price to Earnings (P/E)
Digunakan untuk melihat apakah harga saham relatif mahal dibanding profit.
2. Price to Sales (P/S)
Lebih relevan untuk perusahaan yang belum profit.
3. PEG ratio
Menggabungkan valuasi dan pertumbuhan. Valuasi penting karena saham bagus tidak selalu berarti harga yang tepat. Banyak saham growth turun bukan karena bisnisnya buruk, tetapi karena ekspektasi terlalu tinggi.
6. Tambahkan Filter Technical (Opsional)
Filter teknikal digunakan untuk menentukan timing entry.
1. Moving average
Menunjukkan tren harga jangka pendek dan panjang.
2. Relative strength
Melihat apakah saham outperform dibanding market.
3. Volume breakout
Menunjukkan adanya aktivitas beli yang meningkat.
Untuk investor jangka panjang, filter ini tidak wajib, tetapi tetap berguna untuk entry yang lebih rapi.
7. Simpan dan Evaluasi Hasil Screening
Setelah semua filter digunakan, kamu akan mendapatkan shortlist saham.
Langkah selanjutnya:
- Simpan dalam watchlist
- Pelajari laporan keuangan dan bisnisnya
- Bandingkan antar kandidat
Stock screener hanya membantu menyaring. Keputusan tetap harus berdasarkan pemahaman yang lebih dalam.
Contoh Screening Sederhana
Misalnya kamu ingin mencari saham growth:
- Market cap: Large cap
- Revenue growth: >10%
- Earnings growth: positif
- Sector: Technology
Hasilnya biasanya akan mengarah ke saham seperti Microsoft, Nvidia, atau Amazon sebagai kandidat awal.
Cara Menggabungkan Screener dengan Strategi Portfolio
Screener sebaiknya digunakan sebagai bagian dari proses, bukan satu-satunya langkah.
Setelah menemukan saham:
- Tentukan apakah masuk kategori core, growth, atau defensive
- Sesuaikan dengan alokasi portfolio
- Masuk secara bertahap
Dengan cara ini, hasil screening bisa langsung terhubung ke strategi portfolio kamu.
Kesimpulan
Memahami cara menggunakan stock screener membantu kamu mengubah proses mencari saham dari acak menjadi terstruktur.
Mulai dari tujuan yang jelas, gunakan filter dasar, lanjut ke fundamental dan valuasi, lalu evaluasi hasilnya secara bertahap.
Semakin sering kamu menggunakan screener, semakin cepat juga kamu memahami pola saham yang sesuai dengan strategi kamu. Kalau kamu sudah menemukan kandidat, kamu bisa langsung cek dan mulai investasi saham AS lewat Gotrade. Download sekarang!
FAQ
Apa itu stock screener?
Stock screener adalah alat untuk menyaring saham berdasarkan kriteria seperti valuasi, pertumbuhan, dan sektor.
Apakah stock screener cocok untuk pemula?
Ya, karena membantu menyederhanakan proses riset dan membuat pencarian saham lebih terarah.
Apakah semua filter harus digunakan?
Tidak. Mulai dari filter dasar dulu, lalu tambahkan sesuai kebutuhan.
Apakah hasil screener langsung bisa dibeli?
Tidak. Hasil screener hanya kandidat awal dan tetap perlu analisis lebih lanjut.












