Jago Position Sizing: Menentukan Berapa Persen Modal per Saham

Erwanto Khusuma
Erwanto Khusuma
Tim Gotrade
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade

Ringkasan

  • Position sizing sering lebih menentukan hasil trading daripada stock picking.

  • Fixed %, fixed dollar, dan volatility-based sizing punya fungsi berbeda tergantung gaya trading.

  • Korelasi posisi dan batas maximum drawdown wajib diperhatikan agar akun tidak rusak oleh satu fase buruk.

Jago Position Sizing: Menentukan Berapa Persen Modal per Saham

Share this article

Position sizing saham sering kalah populer dibanding stock picking. Padahal dalam praktik trading, hasil portofolio sering lebih ditentukan oleh ukuran posisi daripada oleh seberapa sering kamu “benar” memilih saham. Itulah kenapa money management trading lebih layak dipandang sebagai fondasi, bukan pelengkap.

Trader yang jago memilih saham tapi terlalu besar masuk di satu posisi tetap bisa rusak karena satu loss besar. Sebaliknya, trader dengan win rate biasa saja masih bisa bertahan dan tumbuh kalau ukuran posisinya rapi, konsisten, dan sesuai profil risikonya.

Kenapa Position Sizing Lebih Penting dari Stock Picking

Stock picking menjawab pertanyaan: saham mana yang menarik. Position sizing menjawab pertanyaan yang lebih penting: berapa banyak modal yang layak dipertaruhkan.

Kalau sizing berantakan, satu kesalahan bisa menghapus hasil dari banyak trade bagus. Itu sebabnya banyak trader yang sistemnya sebenarnya lumayan, tetapi ekuitasnya tetap tidak stabil.

Beberapa fungsi utama position sizing:

  • membatasi kerusakan saat salah

  • menjaga emosi tetap terkendali

  • membuat hasil lebih konsisten

  • mencegah satu ide mendominasi seluruh portofolio

CME Group menekankan bahwa ukuran posisi harus ditentukan sebelum order masuk, karena besar kecilnya posisi sangat memengaruhi hasil trading dan profil risiko akun.

Memahami Kelly Criterion

Kelly Criterion adalah rumus untuk menghitung ukuran posisi optimal berdasarkan probabilitas menang dan rasio reward-to-risk. Secara teori, ini membantu trader menentukan seberapa agresif seharusnya mereka bertaruh saat punya edge.

Versi sederhananya:

  • kalau edge tinggi, ukuran posisi bisa lebih besar

  • kalau edge kecil, ukuran posisi harus lebih kecil

  • kalau edge tidak jelas, jangan memaksa sizing besar

Masalahnya, Kelly penuh jarang cocok dipakai mentah-mentah untuk trader ritel. Alasannya sederhana: win rate dan payoff ratio nyata tidak pernah setepat di spreadsheet.

Karena itu, banyak trader lebih masuk akal memakai:

  • half Kelly

  • quarter Kelly

  • atau fixed risk yang lebih konservatif

Intinya, Kelly berguna sebagai alat berpikir tentang edge, bukan izin untuk masuk terlalu besar.

Fixed % vs Fixed Dollar vs Volatility-Based

Tidak ada satu metode yang otomatis paling benar. Yang paling penting adalah cocok dengan gaya tradingmu.

1. Fixed percentage

Kamu merisikokan persentase tetap dari modal per trade, misalnya 0,5% sampai 1,5%.

Contoh:

  • modal Rp100 juta

  • risiko per trade 1%

  • berarti risiko maksimum per posisi Rp1 juta

Metode ini paling praktis untuk active trader karena ukuran posisi otomatis menyesuaikan saat modal naik atau turun.

2. Fixed dollar

Kamu selalu merisikokan nominal tetap, misalnya Rp1 juta per trade. Metode ini sederhana, tapi kurang fleksibel. Saat modal turun, nominal yang sama bisa jadi terlalu agresif. Saat modal naik, nominal yang sama bisa terlalu kecil.

3. Volatility-based

Ukuran posisi disesuaikan dengan volatilitas saham.

Contohnya:

  • saham yang ATR-nya besar diberi ukuran posisi lebih kecil

  • saham yang ATR-nya kecil bisa diberi ukuran lebih besar

Metode ini cocok untuk trader yang sering masuk saham dengan karakter gerak yang sangat berbeda. Tujuannya agar risiko per trade tetap seimbang, walau volatilitas tiap saham tidak sama.

Korelasi Antar Posisi

Banyak trader merasa sudah disiplin karena tiap posisi hanya 1% risiko. Tapi kalau lima posisi itu sama-sama saham AI, semikonduktor, atau bank digital, sebenarnya mereka sedang menaruh risiko yang terpusat.

Itulah kenapa korelasi antar posisi penting. Lima posisi kecil yang bergerak serempak bisa terasa seperti satu posisi besar.

Cek hal ini:

  • apakah beberapa saham ada di sektor yang sama

  • apakah semuanya sensitif pada katalis yang sama

  • apakah mereka cenderung turun bersamaan saat pasar risk-off

Kalau korelasinya tinggi, total eksposur perlu diperkecil. Fidelity juga menekankan pentingnya mengurangi konsentrasi berlebihan di posisi individual maupun sektor.

Batas Maximum Drawdown

Position sizing yang baik bukan cuma soal entry. Ia juga harus melindungi akun dari penurunan yang terlalu dalam. Sebagai panduan praktis:

  • drawdown 5%: normal

  • drawdown 10%: mulai evaluasi

  • drawdown 15%: kurangi agresivitas

  • drawdown 20%+: biasanya perlu reset ukuran posisi

Kenapa ini penting? Karena makin dalam drawdown, makin berat pulihnya.

Contoh:

  • rugi 10% butuh untung 11,1% untuk balik modal

  • rugi 20% butuh untung 25%

  • rugi 30% butuh untung 42,9%

Jadi, tujuan utama sizing bukan membuat profit terlihat cepat. Tujuannya menjaga kamu tetap hidup cukup lama untuk memanfaatkan edge.

Contoh Portofolio

Misalnya modal trading kamu Rp200 juta. Kamu trader saham aktif dengan batas risiko 1% per trade dan total risiko aktif maksimum 4%. Struktur sederhananya bisa seperti ini:

  • Posisi A: risiko 1%

  • Posisi B: risiko 0,75%

  • Posisi C: risiko 0,75%

  • Posisi D: risiko 0,5%

  • Posisi E: risiko 0,5%

Kalau A dan B ada di tema yang sama, totalnya jangan dibaca terpisah. Bisa jadi dua posisi itu sudah setara satu taruhan besar. Versi yang lebih rapi:
a. risiko per posisi normal: 0,5% sampai 1%
b. posisi conviction tinggi: maksimal 1,25%
c. total risiko sektor serupa: maksimal 2%
d. total risiko portofolio aktif: maksimal 4% sampai 5%

Kesimpulan

Position sizing saham adalah inti dari money management trading. Trader yang menguasai sizing biasanya lebih stabil, lebih tahan dari drawdown besar, dan lebih siap berkembang dibanding trader yang hanya fokus pada stock picking.

Kalau kamu ingin hasil trading lebih rapi, mulai dari sini: tentukan risiko per posisi, cek korelasi antar saham, dan batasi drawdown sebelum semuanya terlambat. Saham bagus tetap penting, tapi tanpa sizing yang sehat, edge kamu sulit bertahan lama.

FAQ

Berapa persen modal ideal per saham untuk active trader?
Banyak active trader memakai risiko sekitar 0,5% sampai 1,5% per trade, tergantung gaya trading dan toleransi drawdown.

Apakah Kelly Criterion wajib dipakai trader?
Tidak. Kelly lebih berguna sebagai kerangka berpikir tentang edge dan sizing, bukan aturan mutlak yang harus dipakai penuh.

Kenapa korelasi antar posisi penting dalam trading?
Karena beberapa posisi kecil yang bergerak serempak bisa berubah menjadi satu risiko besar yang tersembunyi.

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade