Magic Formula Investing ala Joel Greenblatt: Konsep, Screening, dan Limitasi

Erwanto Khusuma
Erwanto Khusuma
Tim Gotrade
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade

Ringkasan

  • Ranking saham via earnings yield (EBIT/EV) + ROIC; murah sekaligus berkualitas.
  • Historis outperform 2-5%/tahun, bisa underperform 2-3 tahun berturut-turut.
  • Gunakan sebagai screening awal, kombinasikan dengan analisis kualitatif.
Magic Formula Investing ala Joel Greenblatt: Konsep, Screening, dan Limitasi

Share this article

Dari sekian banyak pendekatan value investing, Magic Formula milik Joel Greenblatt mungkin yang paling sederhana sekaligus paling kontroversial. Dalam bukunya The Little Book That Beats the Market (2005), Greenblatt mengklaim bahwa hanya dengan dua metrik keuangan, investor bisa secara konsisten mengalahkan pasar.

Mungkin terdengar terlalu bagus? Memang. Tapi data historisnya cukup menarik untuk dipelajari.

Artikel ini membahas konsep inti Magic Formula, cara melakukan screening saham menggunakan metode ini, performa historisnya berdasarkan backtesting, dan limitasi penting yang harus dipahami sebelum kamu menerapkannya.

Konsep Magic Formula: Earnings Yield dan ROIC

Magic Formula adalah menggabungkan dua metrik analisis fundamental untuk menemukan saham yang murah sekaligus berkualitas tinggi, melansir Investopedia.

Earnings yield: mengukur seberapa murah saham

Earnings yield adalah kebalikan dari PER, dihitung sebagai EBIT dibagi Enterprise Value (EV).

Greenblatt memilih EBIT/EV dibanding E/P tradisional karena EBIT menghilangkan distorsi dari perbedaan pajak dan struktur modal antar perusahaan, sementara Enterprise Value memperhitungkan utang sehingga memberikan gambaran valuasi yang lebih akurat dibanding market cap saja.

Semakin tinggi earnings yield, semakin "murah" saham tersebut relatif terhadap laba operasionalnya.

ROIC: mengukur seberapa bagus bisnisnya

Return on Invested Capital (ROIC) dihitung sebagai EBIT dibagi (Net Working Capital + Net Fixed Assets).

Berbeda dari ROE yang bisa terdistorsi oleh leverage, ROIC mengukur seberapa efisien perusahaan menghasilkan laba dari modal yang benar-benar diinvestasikan dalam bisnis.

Perusahaan dengan ROIC tinggi biasanya memiliki competitive moat: brand kuat, skala ekonomi, switching cost tinggi, atau efek jaringan.

Cara kerja ranking gabungan

Magic Formula me-ranking seluruh saham berdasarkan dua kriteria tersebut secara terpisah, lalu menjumlahkan ranking keduanya. Saham dengan ranking gabungan terendah (murah + kualitas tinggi) masuk ke portofolio.

Misalnya saham A ranking #5 di earnings yield dan #10 di ROIC mendapat skor gabungan 15, sedangkan saham B ranking #1 di earnings yield tapi #50 di ROIC mendapat skor 51. Saham A lebih diutamakan karena menyeimbangkan valuasi dan kualitas bisnis.

Cara Screening Saham dengan Magic Formula

Greenblatt merancang formula ini agar bisa dijalankan tanpa keahlian kuantitatif yang mendalam.

Langkah-langkah screening

Proses screening Magic Formula mengikuti urutan sistematis:

  • Tetapkan minimum market cap (Greenblatt merekomendasikan di atas $50 juta, tapi $500 juta-$1 miliar lebih realistis untuk menghindari saham terlalu kecil)
  • Eksklusi sektor keuangan (bank, asuransi, REIT) dan utilitas karena struktur modalnya membuat EBIT/EV dan ROIC sulit dibandingkan dengan sektor lain
  • Ranking seluruh saham berdasarkan earnings yield (EBIT/EV) dari tertinggi ke terendah
  • Ranking seluruh saham berdasarkan ROIC dari tertinggi ke terendah
  • Jumlahkan kedua ranking; skor gabungan terendah = kandidat terbaik
  • Pilih 20-30 saham teratas untuk portofolio

Sumber data dan tools

Website resmi Greenblatt di magicformulainvesting.com menyediakan screener gratis yang langsung menampilkan ranking saham.

Untuk screening manual, data EBIT, Enterprise Value, dan modal terpakai bisa diambil dari SEC EDGAR, Yahoo Finance, atau Finviz.

Eksekusi portofolio

Greenblatt merekomendasikan membeli 5-7 saham setiap 2-3 bulan hingga portofolio berisi 20-30 saham dalam setahun. Setiap posisi ditahan selama satu tahun, lalu dijual dan diganti dengan saham baru dari screening terbaru.

Pendekatan bertahap ini menghindari risiko timing karena tidak semua modal masuk pada satu titik waktu.

Backtesting Historical Return

Klaim performa Magic Formula cukup ambisius, dan data backtesting menunjukkan hasil yang menarik meskipun perlu dibaca dengan nuansa.

Hasil studi Greenblatt (1988-2004)

Dalam bukunya, Greenblatt melaporkan bahwa Magic Formula menghasilkan return rata-rata ~30,8%/tahun selama periode 1988-2004, dibandingkan S&P 500 yang return-nya ~12,4%/tahun pada periode yang sama.

Outperformance ini signifikan, tapi perlu dicatat bahwa periode ini mencakup bull market besar tahun 1990-an yang sangat menguntungkan value stocks.

Studi independen dan hasil lebih terkini

Beberapa studi akademis dan praktisi telah menguji Magic Formula di luar periode Greenblatt. Hasil umumnya menunjukkan formula ini tetap mengalahkan pasar, tapi dengan margin lebih kecil: biasanya 2-5% per tahun di atas benchmark.

Studi dari Quantitative Value (Wesley Gray & Tobias Carlisle, 2012) mengonfirmasi bahwa kombinasi value dan quality secara konsisten menghasilkan alpha positif.

Caveat penting tentang backtesting

Backtesting selalu mengandung survivorship bias karena saham yang delisted atau bangkrut sering tidak masuk dataset.

Biaya transaksi, slippage, dan pajak juga tidak diperhitungkan dalam angka headline. Return 30,8% yang diklaim Greenblatt hampir pasti lebih rendah dalam implementasi nyata.

Limitasi dan Konteks Penggunaan

Magic Formula bukan holy grail, dan memahami limitasinya sama pentingnya dengan memahami konsepnya.

Value trap dan data lagging

Earnings yield tinggi bisa muncul karena laba akan turun drastis di kuartal berikutnya, bukan karena saham benar-benar murah. EBIT yang digunakan dalam screening adalah data historis, sementara pasar mem-pricing ekspektasi masa depan.

Tanpa analisis kualitatif tambahan, Magic Formula bisa mengarahkan investor ke saham yang terlihat murah berdasarkan angka masa lalu tapi sebenarnya prospeknya menurun.

Underperformance berkepanjangan

Greenblatt sendiri mengakui bahwa Magic Formula bisa underperform pasar selama 2-3 tahun berturut-turut. Ini adalah masalah psikologis terbesar: kebanyakan investor tidak sabar menunggu dan meninggalkan strategi justru sebelum periode outperformance dimulai.

Data dari website Fernam Street menunjukkan investor yang memilih saham sendiri dari list Magic Formula justru menghasilkan return lebih buruk dibanding yang mengikuti formula secara mekanis.

Tidak memperhitungkan faktor kualitatif

Formula ini mengabaikan kualitas manajemen, tren industri, stabilitas bisnis, dan kondisi makroekonomi. Dua perusahaan dengan ranking identik bisa memiliki prospek yang sangat berbeda.

Investor yang menggabungkan Magic Formula dengan analisis fundamental tambahan sering mendapatkan hasil yang lebih baik dibanding implementasi murni mekanis.

Cara menggunakan secara realistis

Pendekatan paling praktis adalah menjadikan Magic Formula sebagai screening awal, bukan keputusan akhir.

Gunakan ranking gabungan untuk menghasilkan watchlist 20-30 saham, lalu lakukan analisis lanjutan pada masing-masing kandidat: apakah ROIC tinggi sustainable, apakah earnings yield tinggi karena laba akan menurun, dan apakah ada katalis yang bisa membuka nilai.

Lewat Gotrade, kamu bisa langsung membeli saham-saham AS yang lolos screening ini mulai dari $1 melalui fractional shares.

Kesimpulan

Magic Formula Investing menawarkan framework sederhana untuk menemukan saham murah berkualitas tinggi melalui kombinasi earnings yield dan ROIC. Data historis menunjukkan alpha jangka panjang, meskipun membutuhkan kesabaran melewati periode underperformance dan sebaiknya dikombinasikan dengan analisis kualitatif.

Mulai terapkan screening Magic Formula pada saham AS di Gotrade, beli saham mulai dari $1 dengan fractional shares.

FAQ

Apa itu Magic Formula Investing?

Strategi value investing Joel Greenblatt yang me-ranking saham berdasarkan earnings yield (EBIT/EV) dan ROIC untuk menemukan saham murah berkualitas tinggi.

Apakah Magic Formula benar-benar mengalahkan pasar?

Data historis menunjukkan outperformance 2-5% per tahun di atas benchmark, tapi bisa underperform selama 2-3 tahun berturut-turut.

Sektor apa yang dieksklusi dari Magic Formula?

Keuangan (bank, asuransi, REIT) dan utilitas dieksklusi karena struktur modalnya membuat EBIT/EV dan ROIC tidak bisa dibandingkan dengan sektor lain.

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade