Sebagian besar strategi spread options menggunakan jumlah kontrak yang sama di setiap leg: satu long, satu short. Hasilnya simetris dan predictable. Tapi bagaimana jika kamu punya conviction kuat bahwa harga akan bergerak ke level tertentu, dan ingin memaksimalkan profit di titik itu?
Ratio spread menjawab kebutuhan ini. Dengan menggunakan jumlah kontrak yang tidak seimbang antara leg, strategi ini menciptakan payoff asimetris yang bisa sangat menguntungkan di skenario spesifik, tapi juga membawa risiko yang berbeda dari spread konvensional.
Artikel ini membahas apa itu ratio spread, perbedaan front spread vs back spread, kapan menggunakannya, dan risiko unlimited loss yang perlu dipahami.
Apa Itu Ratio Spread?
Ratio spread adalah strategi options yang menggunakan jumlah kontrak berbeda antara long leg dan short leg.
Menurut Charles Schwab, rasio yang paling umum adalah 1:2, artinya trader membeli satu kontrak dan menjual dua kontrak (atau sebaliknya). Rasio lain seperti 1:3 atau 2:3 juga bisa digunakan tergantung outlook dan toleransi risiko.
Berbeda dari vertical spread biasa yang menggunakan rasio 1:1, ketidakseimbangan jumlah kontrak inilah yang menciptakan profil payoff asimetris.
Posisi bisa menghasilkan profit maksimum di satu titik harga spesifik, profit moderat di rentang tertentu, dan kerugian besar jika harga bergerak melampaui zona aman.
Contoh sederhana call ratio spread 1:2 pada saham di $100:
- Beli 1 call strike $100 seharga $5
- Jual 2 call strike $110 seharga $2,50 masing-masing
- Net debit = $5 - $5 = $0 (zero cost)
- Profit maksimum di $110 saat expiry = $10 per saham ($1.000 per kontrak)
- Breakeven atas = $120 (di atas ini, kerugian mulai terjadi)
Struktur zero-cost ini menarik, tapi perlu dipahami bahwa di atas $120, kerugian meningkat tanpa batas karena ada satu naked short call yang tidak ter-cover.
Front Spread vs Back Spread
Ratio spread memiliki dua variasi utama yang berlawanan karakter. Memahami perbedaannya penting karena risk profile keduanya sangat berbeda.
Front spread (ratio vertical spread)
Front spread menjual lebih banyak kontrak daripada yang dibeli. Contoh: beli 1 call, jual 2 call di strike lebih tinggi. Strategi ini menghasilkan net credit atau zero cost, dan profit maksimum tercapai jika harga berakhir tepat di strike short options saat expiry.
Front spread adalah strategi theta positif karena net short options menyusut seiring waktu. Trader yang menjual front spread pada dasarnya bertaruh bahwa harga akan bergerak naik moderat tapi tidak meledak. Strategi ini juga diuntungkan saat implied volatility turun karena net short vega.
Back spread (ratio backspread)
Back spread membeli lebih banyak kontrak daripada yang dijual. Contoh: jual 1 call strike $100, beli 2 call strike $110. Struktur ini biasanya memerlukan net debit kecil atau bisa zero cost.
Back spread adalah kebalikan dari front spread: theta negatif tapi potensi profit unlimited ke satu arah. Trader menggunakan back spread saat mengantisipasi pergerakan besar (mirip straddle/strangle) tapi dengan bias arah.
Call backspread profit besar saat harga melonjak jauh, put backspread profit besar saat harga jatuh tajam.
Perbandingan karakter
- Front spread: theta positif, vega negatif, profit terbatas, risiko unlimited di satu sisi
- Back spread: theta negatif, vega positif, profit unlimited di satu sisi, risiko terbatas
Kapan Menggunakan Ratio Spread
Ratio spread bukan strategi untuk semua kondisi. Ia paling efektif di situasi spesifik di mana trader memiliki outlook yang jelas tentang di mana harga akan berakhir, bukan sekadar arah naik atau turun.
Front spread: outlook moderat dengan conviction tinggi
Gunakan front spread saat kamu yakin harga akan bergerak ke level tertentu tapi tidak melampaui jauh.
Contoh: menjelang earnings, kamu memperkirakan saham naik dari $100 ke $108-$112 tapi tidak lebih. Front call spread 1:2 dengan short strike di $110 bisa menghasilkan profit maksimum di zona tersebut dengan zero cost entry.
Front spread juga efektif saat IV sedang tinggi dan kamu ingin menjual premium tanpa eksposur delta yang terlalu besar di awal.
Back spread: antisipasi pergerakan eksplosif
Gunakan back spread saat kamu mengantisipasi breakout besar tapi ingin biaya entry minimal. Call backspread cocok menjelang catalyst yang bisa memicu rally besar (FDA approval, merger announcement). Put backspread cocok saat mengantisipasi crash atau panic selling.
Keunggulan backspread dibanding long straddle: biaya entry lebih rendah karena premi short leg mensubsidi pembelian extra long leg. Tapi profit hanya di satu arah, bukan dua.
Risiko Unlimited Loss
Ini adalah aspek paling kritis dari ratio spread yang sering diremehkan, terutama pada front spread.
Naked exposure pada front spread
Pada call front spread 1:2, satu short call ter-cover oleh long call, tapi short call kedua bersifat naked. Jika harga melonjak jauh melampaui breakeven atas, kerugian meningkat $100 per poin per kontrak tanpa batas. Skenario terburuk: gap up besar karena berita tak terduga yang membuat harga melewati zona aman.
Ini berbeda drastis dari vertical spread biasa yang selalu memiliki maximum loss terdefinisi. Trader yang membuka front spread harus memperlakukan naked leg dengan serius dan menyiapkan exit plan yang ketat.
Cara mengelola risiko
Beberapa pendekatan untuk mitigasi:
- Pasang stop loss di level tertentu sebelum breakeven atas tercapai
- Siapkan rencana roll: tutup short leg dan roll ke strike lebih tinggi jika harga mendekati zona bahaya
- Batasi ukuran posisi, jangan alokasikan lebih dari 2-3% modal pada satu ratio spread
- Pertimbangkan menambah protective wing (beli 1 call OTM jauh sebagai cap) yang mengubah posisi menjadi broken-wing butterfly dengan risiko terdefinisi
Kesimpulan
Ratio spread menawarkan payoff asimetris yang menarik untuk trader dengan outlook spesifik. Front spread memaksimalkan profit di zona harga tertentu dengan biaya minimal, tapi membawa risiko unlimited.
Back spread memberikan potensi profit besar saat harga bergerak eksplosif. Kunci keberhasilannya: precision dalam memilih strike, disiplin dalam mengelola risiko naked leg, dan kejelasan outlook sebelum entry.
Eksplorasi strategi ratio spread dan coba options trading langsung di Gotrade.
FAQ
Apakah ratio spread cocok untuk pemula?
Tidak. Risiko unlimited pada front spread memerlukan pemahaman manajemen posisi yang matang.
Apa rasio yang paling umum digunakan?
Rasio 1:2 paling populer karena keseimbangan antara cost reduction dan risk exposure.
Bisa kah risiko front spread dibatasi?
Ya, dengan menambah protective wing (OTM option) yang mengubahnya menjadi butterfly dengan risiko terdefinisi.











