Di antara berbagai strategi investasi berbasis dividen, Dogs of the Dow adalah salah satu yang paling sederhana dan paling terkenal. Strategi ini hanya membutuhkan satu keputusan per tahun dan bisa diterapkan oleh investor dengan level pengalaman apa pun.
Konsepnya: beli 10 saham dengan dividend yield tertinggi di indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA), tahan selama setahun, lalu ulangi prosesnya.
Artikel ini membahas cara kerja strategi ini, historical performance-nya, dan bagaimana investor Indonesia bisa mengadaptasinya.
Apa Itu Dogs of the Dow
Dogs of the Dow adalah strategi investasi yang dipopulerkan oleh Michael B. O'Higgins dalam bukunya "Beating the Dow" (1991). Premisnya sederhana: saham-saham blue chip di DJIA yang memiliki dividend yield tertinggi cenderung undervalued relatif terhadap komponen lainnya.
Mengapa disebut "dogs"? Karena saham dengan yield tertinggi biasanya adalah saham yang harganya turun atau stagnan dalam setahun terakhir.
Ingat, dividend yield = dividen tahunan / harga saham. Saat harga turun tapi dividen tetap, yield otomatis naik. Saham-saham ini dianggap "tertinggal" (the dogs), tapi justru di situlah peluangnya.
Logika di balik strategi ini mengacu pada mean reversion: perusahaan besar di DJIA jarang mengalami penurunan permanen. Mereka memiliki fundamental kuat, arus kas stabil, dan kemampuan untuk pulih.
Ketika harga saham kembali naik sementara dividen tetap dibayar, investor mendapat dua keuntungan sekaligus: capital gain dan pendapatan dividen.
Cara Identifikasi Saham
Proses seleksi Dogs of the Dow dilakukan setahun sekali, biasanya di hari perdagangan pertama bulan Januari. Langkah-langkahnya sangat mekanis:
- Ambil daftar 30 saham komponen DJIA
- Urutkan berdasarkan dividend yield dari tertinggi ke terendah
- Pilih 10 saham dengan yield tertinggi
- Investasikan jumlah yang sama (equal weight) di masing-masing saham
- Tahan selama satu tahun penuh
- Di awal tahun berikutnya, ulangi proses: jual saham yang keluar dari daftar 10 besar, beli yang baru masuk
Kriteria yang perlu diperhatikan
Strategi ini murni mekanis dan tidak melibatkan analisis subjektif. Namun ada beberapa hal yang perlu dipahami. Yield tinggi bukan selalu sinyal positif. Seperti yang terjadi pada dividend trap, yield bisa tinggi karena harga saham jatuh akibat masalah fundamental serius, bukan sekadar koreksi sementara. Dalam konteks DJIA, risiko ini lebih kecil karena komponen indeks sudah diseleksi ketat, tapi tetap ada.
Perhatikan juga payout ratio. Perusahaan dengan payout ratio di atas 80% mungkin kesulitan mempertahankan dividen jika laba menurun. Kombinasikan data yield dengan pengecekan cepat apakah dividen perusahaan tersebut masih sustainable.
Performa Historis
Kinerja Dogs of the Dow dibandingkan DJIA secara keseluruhan menunjukkan hasil yang mixed namun menarik.
Periode outperformance
Menurut data yang dikompilasi oleh Dogs of the Dow, strategi ini cenderung outperform di periode pasca-resesi dan saat pasar sedang recovery.
Ini masuk akal: saham-saham yang tertinggal (the dogs) biasanya memantul lebih kuat saat sentimen membaik. Dalam beberapa dekade terakhir, strategi ini berhasil mengalahkan DJIA di sekitar 60% tahun yang diobservasi.
Periode underperformance
Strategi ini cenderung underperform saat pasar didominasi oleh rally saham growth dan teknologi. Tahun-tahun seperti 2019-2020, ketika saham-saham teknologi mendominasi return pasar, Dogs of the Dow tertinggal karena saham teknologi high-growth jarang masuk daftar yield tertinggi.
Total return vs yield saja
Keunggulan utama strategi ini bukan hanya dari yield, melainkan dari kombinasi dividend income dan capital appreciation. Saham yang masuk daftar "dogs" karena harganya turun memiliki potensi rebound, sehingga total return bisa lebih tinggi dari sekadar yield-nya.
Reinvestasi dividen semakin memperkuat efek compounding dalam jangka panjang. Data historis menunjukkan bahwa lebih dari 40% total return pasar saham AS berasal dari reinvestasi dividen, bukan kenaikan harga semata.
Adaptasi untuk Investor Indonesia
Investor Indonesia bisa menerapkan Dogs of the Dow dengan beberapa penyesuaian praktis.
Akses langsung ke saham DJIA
Melalui aplikasi seperti Gotrade, investor Indonesia bisa membeli ke-10 saham Dogs of the Dow secara langsung dengan fitur fractional shares mulai dari $1 per saham.
Ini membuat equal-weight allocation menjadi feasible bahkan dengan modal kecil. Misalnya, dengan modal $100, investor bisa mengalokasikan $10 ke masing-masing dari 10 saham.
Pertimbangan pajak dividen
Dividen dari saham AS dikenakan withholding tax 15% untuk investor Indonesia sebelum diterima. Ini mengurangi yield efektif yang diterima.
Saham dengan yield 5% di pasar akan menghasilkan yield efektif sekitar 4,25% setelah pajak. Faktor ini perlu diperhitungkan saat mengevaluasi apakah yield yang diterima cukup menarik dibanding alternatif investasi dividen lainnya.
Risiko kurs
Dividen diterima dalam USD. Penguatan rupiah terhadap dolar akan mengurangi nilai dividen saat dikonversi, sementara pelemahan rupiah justru menambah nilai.
Untuk investor jangka panjang, eksposur ke USD bisa menjadi diversifikasi mata uang yang positif, terutama sebagai lindung nilai terhadap depresiasi rupiah.
Alternatif via ETF
Bagi yang tidak ingin mengelola 10 saham individual, ETF seperti SPDR Dow Jones Industrial Average ETF (DIA) memberikan eksposur ke seluruh 30 komponen DJIA dalam satu produk.
Meskipun tidak identik dengan strategi Dogs (karena DIA market-cap weighted, bukan equal-weight pada 10 yield tertinggi), ini bisa menjadi titik awal yang lebih sederhana sebelum menerapkan strategi penuh.
Kesimpulan
Dogs of the Dow adalah strategi yang mengandalkan disiplin dan kesederhanaan: beli 10 saham DJIA dengan yield tertinggi, tahan setahun, ulangi. Kekuatannya ada pada kombinasi mean reversion dan pendapatan dividen dari perusahaan blue chip.
Investor Indonesia bisa menerapkannya langsung melalui ETF dividen atau pembelian saham individual dengan memperhitungkan pajak dan risiko kurs.
Mulai bangun portofolio Dogs of the Dow di Gotrade dengan fractional shares mulai dari $1.
FAQ
Apakah Dogs of the Dow cocok untuk pemula?
Ya, karena prosesnya sangat mekanis dan hanya perlu dilakukan setahun sekali tanpa analisis teknikal atau timing pasar.
Berapa modal minimum untuk menerapkan strategi ini?
Dengan fitur fractional shares, modal $10-$100 sudah cukup untuk membeli porsi di 10 saham sekaligus.
Apakah strategi ini bisa dikombinasikan dengan strategi lain?
Bisa. Banyak investor menggunakan Dogs of the Dow sebagai core portofolio dividen dan menambahkan saham growth sebagai komponen pelengkap.











