4 Saham Cloud Computing Sebelum Earnings MSFT & AMZN

Erwanto Khusuma
Erwanto Khusuma
Tim Gotrade
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade

Ringkasan

  • Microsoft (MSFT) dan Amazon (AMZN) rilis laporan Rabu 29 April 2026 setelah penutupan pasar, dengan Azure dan AWS sebagai key metric utama.
  • Konsensus Azure ada di guidance 37-38% YoY, sementara AWS diperkirakan tumbuh sekitar 24% YoY ke $36,8 miliar.
  • Oracle (ORCL) dan Salesforce (CRM) tidak rilis minggu ini tapi posisinya di rantai nilai cloud membuat keduanya layak dipantau berdampingan.
4 Saham Cloud Computing Sebelum Earnings MSFT & AMZN

Share this article

Rabu malam waktu AS, dua angka cloud akan mengubah arah saham mega cap. Pertumbuhan Azure dari Microsoft dan pertumbuhan AWS dari Amazon jadi sorotan utama.

Bagi kamu yang sedang mencari ide saham cloud computing untuk eksposur sebelum laporan keluar, minggu ini krusial. Tesis cloud bukan lagi narasi marketing, tapi data nyata yang akan diuji konsensus analis.

Empat saham di bawah ini punya posisi berbeda di rantai nilai cloud. Mereka layak kamu pantau berdampingan, bukan hanya dua nama besar Mag 7 saja.

4 Saham Cloud Computing yang Patut Kamu Pantau

1. Microsoft (MSFT): Azure sebagai mesin pertumbuhan

Microsoft (MSFT) akan rilis laporan Q3 FY26 setelah penutupan pasar pada Rabu, 29 April 2026. Dilansir Microsoft IR, webcast laba dijadwalkan pukul 14:30 Pacific Time.

Konsensus analis ada di EPS $4,04 dan revenue $81,4 miliar. Guidance pertumbuhan Azure di kisaran 37-38% jadi angka kunci.

Azure adalah cerita pertumbuhan utama Microsoft. Permintaan AI generatif mendorong workload baru ke cloud, dan kapasitas data center jadi bottleneck di tiga laporan terakhir.

Kalau Azure bisa cetak akselerasi di atas guidance, narasi "AI sudah monetize" makin kuat. Sebaliknya, kalau pertumbuhan melambat karena kapasitas, saham bisa tertekan walau bisnis tidak rusak.

Selain Azure, segmen Productivity & Business Processes (Microsoft 365, Copilot) juga jadi pelengkap. Adopsi Copilot adalah indikator pricing power Microsoft di era AI.

Catat juga komentar manajemen soal capex 2027 dan komitmen GPU. Microsoft sudah berinvestasi puluhan miliar dolar setahun untuk infrastruktur AI.

Kalau angka ini naik lagi, pasar akan menilai apakah ROI sudah jelas atau masih spekulatif.

2. Amazon (AMZN): AWS, raja cloud yang tetap dominan

Amazon (AMZN) juga rilis laporan Q1 2026 di malam yang sama, Rabu 29 April setelah penutupan pasar. Konsensus AWS ada di sekitar $36,8 miliar (vs Q4 2025 di $35,6 miliar), tumbuh sekitar 24% YoY.

Total revenue Amazon diperkirakan $177,2 miliar. Tapi yang akan menggerakkan saham adalah segmen AWS, bukan retail.

AWS masih raja market share cloud infrastructure global. Yang dipantau pasar adalah margin operasi AWS dan capex 2026 yang akan diumumkan.

Kalau capex naik agresif tanpa pertumbuhan AWS yang sepadan, pasar bisa hukum saham. Kalau capex naik dan AWS akselerasi, tesis "Amazon adalah AI infrastructure play" kembali dapat tenaga.

Selain AWS, perhatikan juga komentar tentang advertising revenue dan margin retail North America. Dua segmen ini ikut mendorong free cash flow yang membiayai investasi AI.

Sebelum cloud earnings keluar Rabu malam, sempatkan review posisi sahammu di Gotrade.

3. Oracle (ORCL): pemain cloud yang pivot ke AI

Oracle (ORCL) tidak rilis laporan minggu ini. Tapi posisinya di rantai cloud value chain menarik dipantau berdampingan dengan MSFT dan AMZN.

Oracle Cloud Infrastructure (OCI) tumbuh sebagai opsi keempat setelah AWS, Azure, dan Google Cloud. Keunggulan utamanya adalah harga kompetitif untuk workload database dan kontrak multi-cloud dengan tiga hyperscaler lain.

Tesis Oracle adalah pivot ke AI infrastructure. Kontrak GPU cluster jangka panjang dengan klien AI menjadi mesin backlog baru.

Manajemen Oracle sudah memberi panduan multi year tentang Remaining Performance Obligations (RPO) yang melonjak. Kalau MSFT atau AMZN menyebut "kapasitas masih ketat" di laporan Rabu malam, itu sinyal halus bahwa demand cloud untuk AI belum jenuh.

Oracle sebagai pemain keempat ikut menikmati overflow tersebut. Untuk kamu yang ingin eksposur cloud yang tidak sepadat MSFT/AMZN, ORCL adalah satu opsi diversifikasi yang relevan.

4. Salesforce (CRM): SaaS cloud dengan layer AI Agentforce

Salesforce (CRM) bukan hyperscaler. Tapi posisinya sebagai pemimpin SaaS CRM membuatnya jadi proxy bagus untuk demand layer aplikasi cloud.

Salesforce sedang membangun lapisan Agentforce di atas platform CRM. Mereka mendorong pelanggan enterprise membeli AI agent berbasis konsumsi, bukan hanya seat license.

Yang menarik dari Salesforce adalah ujian model bisnis SaaS klasik di era AI. Kalau Microsoft dan Amazon menunjukkan demand cloud kuat di laporan Rabu malam, layer aplikasi seperti Salesforce ikut diuntungkan.

Enterprise yang scale up cloud spend biasanya juga scale up SaaS spend. Menurut Yahoo Finance, total laba Mag 7 untuk Q1 2026 diperkirakan tumbuh 20,3% di atas revenue 22%, dan momentum cloud adalah pendorong utama.

Kesimpulan

Empat saham di atas memberi kamu eksposur ke lapisan cloud yang berbeda. Microsoft dan Amazon adalah hyperscaler dengan laporan Rabu malam yang akan jadi katalis langsung.

Oracle adalah pemain keempat yang naik karena overflow demand AI. Salesforce adalah proxy aplikasi SaaS yang ikut tertarik oleh kekuatan cloud spend enterprise.

Pendekatan praktisnya: jangan menunggu hasil laporan baru bertindak. Tentukan dulu posisi yang kamu mau ambil sebelum pengumuman.

Kalau eksposurmu sudah cukup, fokus monitor reaksi harga setelah laporan. Kalau belum, gunakan momen pre-earnings untuk membangun posisi bertahap di Gotrade.

Cek portofoliomu dan review posisi sahammu di sektor cloud sebelum Rabu malam. Dengan begitu kamu siap apa pun arah pasar setelah angka Azure dan AWS keluar.

FAQ

Kapan Microsoft dan Amazon rilis laporan keuangan?
Keduanya rilis pada Rabu, 29 April 2026 setelah penutupan pasar AS. Fokus utama ada di pertumbuhan Azure dan AWS.

Berapa konsensus pertumbuhan AWS untuk Q1 2026?
Konsensus AWS ada di sekitar $36,8 miliar revenue, tumbuh sekitar 24% YoY dibanding kuartal sebelumnya yang $35,6 miliar.

Apa metrik utama yang dipantau dari Microsoft Azure?
Pasar memantau pertumbuhan Azure di kisaran guidance 37-38%. Komentar manajemen tentang kapasitas data center dan capex AI juga jadi sorotan.

Kenapa Oracle dan Salesforce relevan padahal tidak laporan minggu ini?
Keduanya bergerak mengikuti narasi cloud dari laporan Microsoft dan Amazon. Sinyal cloud spend enterprise akan langsung berdampak ke valuasi mereka.

Apakah saya harus beli sebelum atau sesudah laporan?
Tidak ada jawaban tunggal. Banyak investor membangun posisi bertahap pre-earnings untuk menghindari gap risk dan menambah setelah ada konfirmasi tren post-earnings.

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade