Dalam options, kamu tidak harus menebak arah harga. Yang perlu kamu tebak kadang hanya satu hal: apakah pergerakan besar akan terjadi.
Straddle dan strangle adalah dua strategi yang dirancang untuk kondisi ini. Keduanya bertaruh pada volatilitas, bukan arah. Tapi cara kerjanya berbeda, dan perbedaan itu menentukan kapan masing-masing lebih tepat digunakan.
Apa Itu Straddle?
Straddle adalah strategi options di mana kamu membeli call option dan put option secara bersamaan, pada strike price yang sama dan expiry yang sama.
Logikanya sederhana: kamu tidak tahu apakah harga akan naik atau turun, tapi kamu yakin salah satu arah akan bergerak cukup besar untuk menutupi biaya kedua premi.
Melansir Investopedia, long straddle paling sering digunakan menjelang event besar seperti earnings, pengumuman The Fed, atau rilis data ekonomi penting. Selama pergerakan harga cukup besar ke salah satu arah, straddle bisa menghasilkan profit.
Apa Itu Strangle?
Strangle juga menggabungkan call dan put pada expiry yang sama, tapi dengan strike price yang berbeda. Call dibeli di strike lebih tinggi dari harga pasar (OTM), dan put dibeli di strike lebih rendah dari harga pasar (OTM).
Karena kedua options berada out of the money, premi masing-masing lebih murah dibanding straddle. Total biaya strangle lebih rendah, tapi sebagai gantinya, harga harus bergerak lebih jauh agar posisi mulai profit.
Strangle cocok bagi trader yang mengantisipasi pergerakan besar tapi ingin biaya entry yang lebih terjangkau.
Perbedaan Utama: Same Strike vs Different Strike
Secara struktur, perbedaan straddle dan strangle terletak pada penempatan strike price. Tapi dampaknya memengaruhi hampir semua aspek strategi.
Biaya dan risiko awal
Straddle lebih mahal karena kedua options berada at the money (ATM), di mana premi options paling tinggi. Strangle lebih murah karena kedua options berada out of the money, tapi max loss tetap sama: seluruh premi yang dibayar.
Seberapa besar harga harus bergerak
Straddle mulai profit lebih cepat karena strike-nya tepat di harga pasar. Pergerakan kecil pun sudah mulai menghasilkan nilai intrinsik di salah satu leg. Strangle membutuhkan pergerakan yang lebih besar karena harga harus melampaui salah satu strike OTM terlebih dahulu sebelum posisi mulai bernilai.
Secara ringkas: straddle = biaya tinggi, breakeven lebih dekat. Strangle = biaya rendah, breakeven lebih jauh.
Kapan Masing-Masing Cocok?
Pemilihan antara straddle dan strangle bergantung pada ekspektasi terhadap besarnya pergerakan dan budget yang tersedia.
Straddle lebih cocok saat kamu sangat yakin akan ada pergerakan besar dan cepat, seperti menjelang earnings perusahaan yang dikenal volatil atau pengumuman regulasi yang berdampak langsung ke satu saham. Di sini, biaya premi yang lebih tinggi bisa dijustifikasi oleh probabilitas pergerakan yang kuat.
Strangle lebih cocok saat kamu mengantisipasi volatilitas besar tapi ingin menekan modal awal. Misalnya saat IV masih relatif rendah dan kamu ingin membeli options dengan premi murah sebelum event besar. Strangle juga lebih fleksibel karena kamu bisa memilih seberapa jauh OTM masing-masing strike, menyesuaikan risk-reward sesuai kebutuhan.
Yang perlu dihindari dari keduanya: membuka posisi saat IV sudah sangat tinggi. Premi yang inflated membuat breakeven semakin jauh, dan jika volatilitas turun setelah event (volatility crush), nilai kedua options bisa anjlok meski harga bergerak sesuai arah.
Hitung Breakeven dan Max Loss
Kedua strategi memiliki max loss yang terbatas dan sudah diketahui sejak awal. Mengutip Brilliant.org, perhitungannya sebagai berikut.
Straddle
Max loss = total premi call + premi put. Ini terjadi jika harga saham tepat berada di strike price pada saat expiry, sehingga kedua options berakhir tanpa nilai.
Breakeven ada dua titik:
- Breakeven atas: strike price + total premi
- Breakeven bawah: strike price − total premi
Contoh: saham XYZ di $100. Kamu beli call strike $100 seharga $5 dan put strike $100 seharga $4. Total premi = $9.
Breakeven atas = $109, breakeven bawah = $91. Selama harga bergerak di luar rentang $91–$109, posisi profit. Max loss = $900 per kontrak jika harga tetap di $100.
Strangle
Max loss = total premi call + premi put. Sama seperti straddle, terjadi jika harga berada di antara kedua strike pada saat expiry.
Breakeven juga dua titik:
- Breakeven atas: strike call + total premi
- Breakeven bawah: strike put − total premi
Contoh: saham XYZ di $100. Kamu beli call strike $105 seharga $3 dan put strike $95 seharga $2. Total premi = $5.
Breakeven atas = $110, breakeven bawah = $90. Harga harus bergerak di luar rentang $90–$110 agar profit. Max loss = $500 per kontrak.
Perhatikan: strangle lebih murah ($500 vs $900), tapi breakeven-nya lebih jauh ($90–$110 vs $91–$109). Ini trade-off utama antara keduanya.
Tertarik mencoba strategi options langsung di pasar AS? Yuk, gunakan aplikasi Gotrade untuk mengakses lebih dari 600+ saham AS dan coba fitur options trading, sekarang!
Risiko Theta Decay
Baik straddle maupun strangle sama-sama long options, artinya kamu adalah pembeli. Dan sebagai pembeli, theta adalah musuh utama.
Setiap hari yang berlalu tanpa pergerakan harga yang cukup besar, nilai kedua options berkurang karena time decay. Efek ini semakin agresif saat mendekati expiry.
Straddle lebih rentan terhadap theta karena premi ATM memiliki time value yang lebih besar. Strangle juga terpengaruh, tapi karena premi awalnya lebih kecil, jumlah absolut yang tergerus per hari juga lebih rendah.
Ada beberapa cara memitigasi risiko theta:
- Pilih expiry yang cukup panjang. Expiry 30-45 hari memberi ruang sebelum theta menjadi agresif, sambil tetap menangkap event yang ditargetkan.
- Jangan tahan sampai expiry. Jika pergerakan besar sudah terjadi, tutup posisi dan kunci profit. Menunggu lebih lama hanya mengekspos sisa nilai ke time decay.
- Perhatikan timing entry terhadap event. Buka posisi cukup awal agar IV belum terlalu inflated, tapi tidak terlalu jauh agar theta tidak menggerus terlalu banyak sebelum katalis terjadi.
Kesimpulan
Straddle dan strangle sama-sama bertaruh pada volatilitas, bukan arah. Straddle lebih mahal tapi breakeven lebih dekat. Strangle lebih murah tapi butuh pergerakan lebih besar.
Kunci keberhasilan keduanya ada pada timing: masuk saat IV masih reasonable, targetkan event spesifik, dan keluar sebelum theta menggerus terlalu banyak nilai.
Ingin mulai eksplorasi strategi options di berbagai kondisi market? Download Gotrade dan coba options trading, sekarang!
FAQ
Apa perbedaan utama straddle dan strangle?
Straddle menggunakan strike price yang sama untuk call dan put (ATM), sedangkan strangle menggunakan strike berbeda (OTM). Straddle lebih mahal tapi breakeven lebih dekat.
Kapan sebaiknya pakai straddle?
Saat kamu sangat yakin akan ada pergerakan besar dan cepat, misalnya menjelang earnings perusahaan yang dikenal volatil.
Apakah strangle lebih aman dari straddle?
Tidak selalu. Max loss strangle memang lebih kecil (premi lebih murah), tapi probabilitas profit juga lebih rendah karena breakeven lebih jauh.
Apa risiko terbesar dari kedua strategi ini?
Theta decay. Jika harga tidak bergerak cukup besar sebelum expiry, nilai kedua options akan terus menyusut dan bisa berakhir tanpa nilai.











