Pengertian Treasury Stock dan Pengaruhnya ke Valuasi & EPS

Erwanto Khusuma
Erwanto Khusuma
Tim Gotrade
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade

Ringkasan

  • Treasury stock adalah saham yang dibeli kembali oleh perusahaan penerbitnya, tidak memiliki hak suara atau dividen, dan dicatat sebagai pengurang ekuitas (contra-equity) di neraca.
  • Dampak utama bagi investor: berkurangnya saham beredar meningkatkan EPS secara otomatis. Apple membuktikan ini dengan EPS naik 0,3% meski pendapatan turun 4,3%, berkat pengurangan 2,42% saham beredar melalui buyback.
  • Perusahaan AS seperti Apple ($94,9 miliar buyback pada 2024), Meta ($50 miliar), dan Alphabet ($70 miliar) aktif mengelola treasury stock sebagai strategi alokasi modal jangka panjang.
Pengertian Treasury Stock dan Pengaruhnya ke Valuasi & EPS

Share this article

Saat emiten mengumumkan pembelian kembali sahamnya sendiri, harga saham sering melonjak. Di balik aksi itu ada konsep penting: treasury stock, yaitu saham yang tidak lagi beredar di pasar, tidak punya hak suara, dan tidak menerima dividen.

Berikut penjelasan lengkap beserta contoh nyata dari perusahaan Amerika Serikat (AS) seperti Apple, Meta, dan Berkshire Hathaway.

Pengertian Treasury Stock

Treasury stock adalah saham yang telah diterbitkan oleh suatu perusahaan tetapi kemudian dibeli kembali dari pasar terbuka. Setelah dibeli kembali, saham ini tidak lagi dianggap sebagai saham beredar (outstanding shares), sehingga tidak memiliki hak suara maupun hak atas dividen.

Dalam laporan keuangan, saham treasury dicatat sebagai contra-equity, yaitu pengurang ekuitas pemegang saham di neraca.

Cara perusahaan memperoleh saham treasury

Ada dua jalur utama. Pertama, melalui program buyback saham di pasar terbuka, di mana perusahaan membeli sahamnya sendiri secara bertahap. Kedua, melalui tender offer, yaitu penawaran langsung kepada pemegang saham untuk menjual saham mereka pada harga tertentu.

Di AS, SEC mengatur bahwa perusahaan publik wajib melaporkan aktivitas buyback secara kuartalan. Tidak ada batasan persentase pembelian kembali selama program disetujui dewan direksi dan didanai dari kas perusahaan.

Dampak Treasury Stock ke EPS, Valuasi, dan Hak Suara Pemegang Saham

Pengaruh langsung ke earnings per share (EPS)

Ini adalah dampak paling signifikan bagi investor. Ketika perusahaan membeli kembali sahamnya, jumlah saham beredar berkurang. Dengan laba bersih yang sama, EPS otomatis naik karena pembaginya lebih kecil.

Contoh nyata: Apple mengumumkan program buyback $110 miliar pada Mei 2024, rekor terbesar dalam sejarah. Meski pendapatan turun 4,3% di salah satu kuartal, EPS justru naik 0,3% karena saham beredar berkurang 2,42%. Apple konsisten mengurangi saham beredar 2,4% hingga 3,2% setiap tahun melalui buyback agresif.

Dampak ke valuasi dan hak suara

Berkurangnya saham beredar juga memengaruhi rasio valuasi. Price-to-Earnings (P/E) ratio terlihat lebih menarik karena EPS yang lebih tinggi. Bagi perusahaan dengan program buyback konsisten, ini menjadi sinyal bahwa manajemen yakin sahamnya undervalued.

Dari sisi hak suara, pemegang saham yang tersisa mendapat porsi kepemilikan lebih besar secara proporsional setelah saham treasury ditarik dari peredaran.

Ingin berinvestasi di saham perusahaan global yang aktif melakukan buyback seperti Apple dan Berkshire Hathaway? Gotrade Indonesia memungkinkan kamu membeli saham fraksional mulai dari US$1. Download aplikasinya dengan klik di sini!

Contoh Treasury Stock di Perusahaan AS

Apple: raja buyback dengan $110 miliar per tahun

Apple (AAPL) adalah contoh paling agresif. Pada 2024, Apple menghabiskan $94,9 miliar untuk buyback, menggunakan 78,7% dari free cash flow-nya. Program buyback $110 miliar yang diumumkan Mei 2024 menjadi yang terbesar dalam sejarah korporasi AS. Hasilnya, saham beredar Apple terus menyusut 2,4% hingga 3,2% per tahun.

Berkshire Hathaway (BRK.B) milik Warren Buffett mengambil pendekatan berbeda. Buffett hanya melakukan buyback ketika harga saham dianggap di bawah nilai intrinsik, menjadikan buyback sebagai sinyal kepercayaan manajemen.

Meta dan Alphabet: tech giants yang ikut agresif

Meta (META) mengotorisasi program buyback $50 miliar pada 2023 dan terus menambahnya. Alphabet (GOOG) mengumumkan buyback $70 miliar pada April 2024. Kedua perusahaan ini masuk dalam daftar emiten yang konsisten melakukan buyback, menjadikan treasury stock sebagai strategi alokasi modal jangka panjang.

Treasury Stock vs Buyback: Apa Bedanya?

Buyback adalah aksinya, treasury stock adalah hasilnya

Banyak investor mencampuradukkan kedua istilah ini. Stock buyback adalah tindakan perusahaan membeli sahamnya dari pasar, sedangkan treasury stock adalah status saham setelah dibeli kembali. Singkatnya, buyback adalah prosesnya, treasury stock adalah produknya.

Saham hasil buyback tidak otomatis menjadi treasury stock selamanya. Perusahaan punya tiga opsi: menyimpannya sebagai treasury stock, menerbitkan kembali (reissue) untuk program opsi karyawan, atau menghapusnya secara permanen (retirement).

Perbedaan perlakuan akuntansi

Dalam akuntansi, ada dua metode pencatatan. Metode biaya (cost method) mencatat saham treasury pada harga pembelian sebagai pengurang ekuitas. Metode par value mencatat berdasarkan nilai nominal saham. Keduanya mengurangi total ekuitas pemegang saham.

Untuk mengukur seberapa agresif perusahaan melakukan buyback, investor bisa menggunakan metrik buyback yield, yaitu persentase saham yang dibeli kembali dibandingkan total kapitalisasi pasar dalam setahun.

Kesimpulan

Treasury stock memengaruhi EPS, valuasi, dan struktur kepemilikan perusahaan. Memahami mekanisme ini membantu investor menilai apakah kenaikan EPS didorong pertumbuhan bisnis atau sekadar pengurangan saham beredar.

Perhatikan emiten yang menggunakan buyback secara strategis. Dengan Gotrade Indonesia, kamu bisa berinvestasi di saham perusahaan global yang aktif mengelola treasury stock mulai dari US$1.

FAQ

Apa itu treasury stock dan apakah termasuk aset perusahaan?

Treasury stock adalah saham yang telah diterbitkan lalu dibeli kembali oleh perusahaan penerbitnya. Saham ini bukan aset, melainkan contra-equity yang mengurangi total ekuitas pemegang saham di neraca.

Apakah treasury stock menerima dividen?

Tidak. Saham treasury tidak memiliki hak atas dividen maupun hak suara dalam rapat pemegang saham. Dividen hanya dibagikan kepada saham yang masih beredar di tangan investor.

Bagaimana cara mengetahui apakah perusahaan memiliki saham treasury?

Cek laporan keuangan (10-K atau 10-Q) pada bagian shareholders' equity. Saham treasury tercantum sebagai pos pengurang dengan label "treasury stock." Informasi program buyback juga dipublikasikan melalui press release dan laporan SEC.

Sumber:

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade