Saham dibeli melalui perusahaan sekuritas atau broker dan transaksi dilakukan lewat aplikasi trading.
Sebelum memilih platform, perhatikan legalitas, biaya transaksi, pilihan saham, dan fitur yang sesuai dengan kebutuhanmu.
Memilih saham perlu mempertimbangkan fundamental perusahaan, tujuan investasi, risiko, dan valuasi.
Strategi Warren Buffett menekankan ROE, tingkat utang, profit margin, keunggulan kompetitif, dan nilai intrinsik saham.
Mau beli saham, tapi masih bingung harus membelinya di mana? Kamu mungkin pernah mendengar istilah Bursa Efek Indonesia (BEI), perusahaan sekuritas, broker, sampai aplikasi trading.
Tapi, apakah semuanya merupakan tempat untuk membeli saham? Jawabannya berbeda-beda, dan memahami perannya bisa membantumu menghindari kebingungan saat pertama kali berinvestasi.
Kabar baiknya, kamu tidak perlu datang langsung ke bursa atau kantor perusahaan yang sahamnya ingin dibeli.
Saat ini, transaksi saham dapat dilakukan secara online melalui platform yang menyediakan akses ke pasar saham. Sebelum menentukan pilihan, yuk pahami dulu di mana beli saham, bagaimana alurnya, dan apa saja yang perlu diperhatikan sebelum menekan tombol buy.
Saham Dibeli di Mana? Kenali 3 Bagian dalam Transaksinya
Kalau kamu mencari tahu di mana beli saham, ada tiga bagian penting yang perlu dipahami: bursa, perusahaan sekuritas atau broker, dan aplikasi trading. Ketiganya memiliki fungsi berbeda dalam proses transaksi saham.
1. Bursa Menjadi Tempat Saham Diperdagangkan
Menurut PT Bursa Efek Indonesia (BEI), saham merupakan tanda penyertaan modal seseorang atau pihak dalam suatu perusahaan. Saham yang telah tercatat kemudian diperdagangkan melalui bursa dengan mempertemukan pihak yang ingin membeli dan menjual. Di Indonesia, perdagangan saham berlangsung di Bursa Efek Indonesia, sementara saham perusahaan Amerika dapat diperdagangkan di berbagai bursa seperti New York Stock Exchange (NYSE) dan Nasdaq.
Harga saham terbentuk melalui mekanisme permintaan dan penawaran serta dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kondisi perusahaan, industri, dan ekonomi. Jadi, meskipun bursa menjadi tempat berlangsungnya perdagangan, investor tidak perlu datang langsung ke sana untuk membeli saham. Kamu cukup menggunakan perusahaan sekuritas atau broker yang memberikan akses ke pasar tersebut.
2. Perusahaan Sekuritas atau Broker Menjadi Perantara
Perusahaan sekuritas atau broker berperan sebagai perantara yang memberikan akses kepada para investor dalam melakukan transaksi pada pasar saham. Untuk membeli saham Indonesia, investor umumnya perlu membuka rekening efek dan Rekening Dana Nasabah (RDN) pada perusahaan sekuritas.
Sementara itu, untuk membeli saham Amerika, kamu dapat menggunakan broker hingga platform lain yang memiliki akses ke pasar saham AS. Mengingat transaksi investasi berkaitan langsung dengan platform yang digunakan, perlu dipastikan bahwa platform tersebut memiliki legalitas hukum dan regulasi jelas seperti sudah terawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
3. Aplikasi Trading Menjadi Sarana untuk Bertransaksi
Aplikasi trading sudah menjadi alat yang digunakan para investor dalam mengakses pasar, hingga melakukan transaksi secara online. Melalui aplikasi, kamu bisa mencari saham berdasarkan nama atau kode ticker, juga mengetahui informasi harga, memasukkan order beli atau jual, hingga memantau portofolio.
Jadi, saat bertanya di mana beli saham, jawaban praktisnya adalah melalui aplikasi dari sekuritas atau broker yang menyediakan akses ke pasar saham yang kamu inginkan. Kamu bisa menyesuaikan kebutuhan tradingmu, sesuai platform yang dipilih sebab setiap aplikasi memiliki fitur, biaya dan ragam aset yang berbeda-beda.
Peran Masing-masing dalam Pembelian Saham
Bagian
Fungsi
Contoh
Bursa
Tempat saham diperdagangkan
BEI, NYSE, Nasdaq
Sekuritas/Broker
Memberikan akses dan meneruskan order investor
Perusahaan sekuritas atau broker saham
Aplikasi Trading
Sarana mencari saham dan melakukan transaksi
Gotrade dan platform lainnya
Investor
Pihak yang membeli atau menjual saham
Kamu
Dengan memahami pembagian tersebut, kamu tidak lagi perlu bingung apakah harus mencari “tempat beli saham” secara fisik. Transaksi dapat dilakukan secara online melalui platform yang terhubung dengan pasar saham.
Setelah memilih platform, proses pembelian saham umumnya dimulai dengan membuat dan melakukan verifikasi akun, selanjutnya kamu juga perlu menyiapkan dana investasi, mencari saham berdasarkan nama atau kode ticker, dan juga memasukkan order beli melalui aplikasi. Setelah order berhasil dieksekusi, posisi investasi akan tercatat di portofolio dan dapat dipantau melalui platform yang digunakan.
5 Rekomendasi Aplikasi untuk Beli Saham
Setelah memahami di mana beli saham, pertanyaan berikutnya adalah aplikasi apa yang bisa digunakan? Ada berbagai platform yang menawarkan akses ke pasar saham dengan fitur dan karakteristik berbeda. Berikut beberapa pilihan yang bisa kamu pertimbangkan.
1. Gotrade
Gotrade merupakan platform yang memungkinkan investor Indonesia mengakses saham dan ETF Amerika melalui aplikasi. Layanannya beroperasi melalui PT Valbury Asia Futures, pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa efek.
Dengan tampilan yang user friendly dan fitur fractional shares, kamu dapat berinvestasi dengan nominal yang lebih fleksibel. Gotrade memungkinkan kamu berinvestasi dalam pecahan saham AS mulai dari US$1, sehingga kamu tidak harus membeli satu saham secara utuh.
2. Pluang
Pluang merupakan salah satu platform investasi yang menyediakan berbagai pilihan aset dalam satu aplikasi, termasuk akses ke saham Amerika. Platform seperti ini dapat menjadi pilihan bagi kamu yang ingin mengelola beberapa jenis investasi tanpa harus berpindah-pindah aplikasi.
Sebelum menggunakannya sebagai tempat membeli saham, perhatikan kembali aset yang tersedia, biaya transaksi, minimum pembelian, serta ketentuan lain yang berlaku agar sesuai dengan kebutuhanmu.
3. Stockbit
Stockbit dikenal sebagai platform investasi saham yang juga menyediakan fitur komunitas. Selain melakukan transaksi, pengguna dapat mengikuti diskusi dan informasi yang berkaitan dengan pasar saham. Karakteristik tersebut dapat membantu investor yang ingin memperoleh perspektif dari komunitas sebelum mengambil keputusan. Namun, informasi dari komunitas tetap perlu disaring dan tidak sebaiknya menjadi satu-satunya dasar saat memilih saham.
4. Ajaib
Ajaib merupakan platform investasi yang menyediakan akses ke saham Indonesia dan sejumlah instrumen investasi lainnya. Proses pendaftaran dan transaksi dilakukan secara online melalui aplikasi, sehingga dapat menjadi salah satu pilihan bagi pemula yang ingin mulai mengenal pasar saham.
Saat memilih aplikasi untuk membeli saham, jangan hanya mempertimbangkan popularitasnya. Periksa juga biaya transaksi, fitur, pilihan aset, serta kemudahan penggunaan yang ditawarkan.
5. Interactive Brokers
Interactive Brokers merupakan broker global yang menyediakan akses ke berbagai pasar dan instrumen investasi. Pilihan ini dapat dipertimbangkan oleh investor yang membutuhkan akses pasar lebih luas dan fitur perdagangan yang lebih lengkap. Namun, banyaknya fitur yang tersedia juga membuat platform ini mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk dipelajari, terutama bagi investor yang baru mulai berinvestasi.
5 Strategi Memilih Saham ala Warren Buffett
Mengetahui di mana beli saham hanyalah langkah awal. Setelah memiliki akses ke pasar, kamu juga perlu menentukan saham apa yang layak dipertimbangkan.
Dilansir dari Investopedia, Warren Buffett dikenal dengan pendekatan value investing yang berfokus pada kualitas bisnis, kinerja keuangan, kemampuan manajemen, serta harga saham dibandingkan nilai intrinsiknya.
Pendekatan ini bukan berarti kamu harus meniru setiap keputusan Buffett. Namun, beberapa prinsipnya dapat menjadi referensi ketika melakukan riset saham.
1. Perhatikan Konsistensi ROE
Return on Equity (ROE) bisa menjelaskan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dari modal yang dimiliki pemegang saham. Menurut penjelasan dari Buffett, perusahaan yang bisa menghasilkan ROE secara konsisten selama bertahun-tahun dinilai lebih menarik dibandingkan dengan perusahaan yang baru menunjukkan kinerja bagus dalam waktu pendek. Oleh karena itu jangan hanya melihat ROE satu tahun, sebaiknya kamu bisa melakukan perbandingan selama beberapa tahun dengan perusahaan lain dalam industri yang masih sama..
2. Cek Tingkat Utang Perusahaan
Perusahaan yang bertumbuh, tidak selalu menjamin kalau kondisi keuangannya sehat jika pertumbuhan tersebut terlalu bergantung pada utang. Salah satu indikator yang dapat dianalisis dan diteliti adalah debt-to-equity (D/E), yang membandingkan jumlah utang dengan ekuitas perusahaan.
Rasio yang tinggi perlu dilihat lebih lanjut karena dapat menunjukkan ketergantungan perusahaan terhadap pembiayaan utang. Namun, tingkat D/E yang wajar juga dapat berbeda antar industri, sehingga sebaiknya tidak digunakan sendirian untuk mengambil keputusan.
3. Perhatikan Pertumbuhan Profit Margin
Profit margin bisa menjelaskan seberapa besar laba yang dapat dihasilkan perusahaan dari pendapatannya. Margin yang berkembang, bisa menjadi salah satu tanda kalau pengelolaan mampu mengendalikan biaya dan menjalankan bisnis secara efisien. Karena itu, melihat tren profit margin selama beberapa tahun dapat memberikan gambaran yang lebih baik dibandingkan hanya melihat laba dalam satu periode.
4. Cari Perusahaan dengan Keunggulan Kompetitif
Perusahaan yang memiliki produk atau layanan yang sulit digantikan, dapat memiliki keunggulan dibandingkan pesaingnya. Keunggulan ini bisa berasal dari kekuatan merek, produk yang unik, jaringan distribusi, atau faktor lain yang membuat pelanggan tetap memilih perusahaan tersebut.
Buffett sering menggunakan dasar ini, ketika menilai bisnis yang memiliki kemampuan mempertahankan daya saing dalam jangka panjang. Maka dari itu, sebelum kamu membeli saham, pastikan kamu sudah memahami apa yang membuat perusahaan tersebut unggul dan berbeda dari kompetitor lainnya.
5. Bandingkan Harga Saham dengan Nilai Intrinsiknya
Dalam value investing, perusahaan yang bagus belum tentu menjadi investasi menarik jika sahamnya dibeli dengan harga yang terlalu tinggi. Karena itu, investor perlu mempertimbangkan apakah harga saham saat ini masuk akal dibandingkan estimasi nilai intrinsiknya. Tidak ada satu rumus sederhana yang dapat menentukan nilai intrinsik secara pasti. Investor perlu mempertimbangkan kondisi bisnis, kemampuan menghasilkan laba, prospek pertumbuhan, dan berbagai faktor lainnya.
Prinsip tersebut juga menunjukkan bahwa tidak ada satu pilihan yang otomatis menjadi investasi saham terbaik untuk semua orang. Saham yang menarik bagi satu investor belum tentu sesuai dengan tujuan, jangka waktu, dan toleransi risiko investor lainnya.
Sebelum Membeli Saham, Perhatikan Hal Ini
Sudah tahu di mana beli saham dan menemukan platform yang sesuai? Jangan langsung terburu-buru memasukkan order. Ada beberapa hal yang sebaiknya kamu periksa terlebih dahulu agar keputusan investasi tidak hanya didasarkan pada tren atau rekomendasi orang lain.
Sesuaikan dengan Tujuan Investasi
Tentukan terlebih dahulu alasan kamu membeli saham. Apakah untuk pertumbuhan nilai investasi dalam jangka panjang, memperoleh dividen, atau tujuan keuangan tertentu? Tujuan ini dapat membantu menentukan jenis saham dan strategi yang lebih sesuai.
Kenali Risiko yang Bisa Ditanggung
Harga saham dapat mengalami kenaikan maupun penurunan. Bursa Efek Indonesia menjelaskan bahwa investor dapat menghadapi risiko seperti capital loss, yaitu kondisi ketika saham dijual dengan harga lebih rendah daripada harga belinya. Karena itu, gunakan dana yang memang dialokasikan untuk investasi dan pahami risiko sebelum melakukan transaksi.
Jangan Hanya Mengikuti Saham yang Sedang Populer
Saham yang sedang ramai dibicarakan belum tentu menjadi pilihan yang tepat. Sebelum membeli, luangkan waktu untuk memahami bisnis perusahaan, laporan keuangan, prospek industri, dan valuasinya. Dengan begitu, keputusan investasi memiliki alasan yang jelas dan tidak semata-mata mengikuti tren.
Siap Menentukan Saham yang Ingin Kamu Beli?
Sekarang kamu sudah tahu bahwa saham tidak dibeli secara langsung dari bursa. Investor menggunakan perusahaan sekuritas atau broker untuk mendapatkan akses ke pasar, kemudian melakukan transaksi melalui aplikasi trading. Setelah menemukan platform yang sesuai, langkah berikutnya adalah memahami saham yang ingin dibeli dan memastikan pilihan tersebut sesuai dengan tujuan investasimu.
Kalau kamu ingin mulai mengakses saham Amerika dari Indonesia, Gotrade dapat menjadi salah satu pilihan yang praktis. Dengan tampilan yang user friendly dan fitur yang memudahkan proses investasi, kamu bisa mulai mengenal berbagai saham dan ETF Amerika dari satu aplikasi.Download aplikasi Gotrade dan mulai perjalanan investasimu hari ini.
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.
Gabriella dengan pengalaman 2+ tahun sebagai Content Writer yang telah menangani berbagai niche, mulai dari digital marketing, mental health, parenting, travel, furniture, teknologi, hingga finansial. Ia memiliki ketertarikan dalam menulis topik seputar finansial dan investasi. Berbekal latar belakang S1 Ilmu Komunikasi konsentrasi Jurnalistik, ia terbiasa melakukan riset, keyword research, menulis artikel yang mengikuti prinsip E-E-A-T, serta melakukan editing dan proofreading agar konten lebih akurat, relevan, dan nyaman dibaca.
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.