Belajar Trading Saham untuk Pemula: Mulai dari Nol dengan Aman

Atalya WianAtalya WianHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra

Bagikan artikel

Belajar Trading Saham untuk Pemula: Mulai dari Nol dengan Aman

Ringkasan Gotrade

  • Trading berfokus pada pergerakan harga, sedangkan investasi lebih melihat pertumbuhan bisnis jangka panjang.

  • Pahami cara kerja pasar, istilah dasar, serta legalitas platform sebelum mulai trading.

  • Pemula bisa mulai dari tren, support-resistance, Moving Average, RSI, dan candlestick.

  • Tentukan stop-loss, batas risiko, dan ukuran posisi sebelum membuka transaksi.

  • Mulai dengan dana yang siap untuk trading, saham yang dipahami, dan rencana yang jelas.

  • Fokus pada proses dan disiplin karena setiap transaksi tetap memiliki risiko kerugian.

Membeli dan menjual saham untuk memanfaatkan perubahan harga dalam jangka waktu tertentu dikenal sebagai trading saham. Trading lebih berfokus pada pergerakan harga dalam jangka pendek hingga menengah, berbeda dengan investasi, yang biasanya melihat pertumbuhan aset dalam jangka panjang.

Selain itu, mencari saham yang akan naik besok bukanlah satu-satunya cara untuk belajar trading. Untuk kamu yang baru mulai, beberapa hal yang lebih penting daripada yang lain: memahami cara pasar bekerja, mengetahui tingkat risiko yang dapat diterima, dan membuat rencana sebelum membuka posisi.

Selain itu, modal tidak harus langsung besar. Semakin banyak orang sekarang dapat mengakses saham, termasuk saham AS yang hanya dapat diakses dalam bentuk fraksional melalui platform tertentu.

Baca juga: Aplikasi Investasi Modal 10 Ribu: Mana yang Terbaik?

Perbedaan Investasi dan Trading Saham

Saham dapat diinvestasikan maupun ditradingkan. Yang membedakan adalah bagaimana mereka dilihat dan proses pembuatan keputusannya.

Perubahan harga dalam hitungan menit, hari, minggu, atau bahkan bulan biasanya menjadi perhatian utama para trader. Kapan masuk atau keluar dari posisi dapat dilihat dengan chart, momentum, volume, dan katalis pasar.

Investor mengantisipasi periode yang lebih panjang. Kualitas bisnis, pertumbuhan pendapatan, keuntungan, arus kas, valuasi, dan prospek bisnis dalam beberapa tahun ke depan adalah semua aspek yang sangat diperhatikan.

Baca juga: Di Mana Beli Saham? Ini 5 Platform yang Bisa Dipilih

Aspek

Trading

Investasi

Horizon

Jangka pendek hingga menengah

Jangka panjang

Fokus

Pergerakan harga

Pertumbuhan bisnis

Analisis

Teknikal dan katalis

Fundamental dan valuasi

Frekuensi transaksi

Relatif lebih sering

Relatif lebih jarang

Waktu pemantauan

Cenderung lebih aktif

Bisa lebih pasif

Oleh karena itu, trading bukan sekadar mengantisipasi pergerakan harga. Keputusan lebih mudah berubah menjadi spekulasi jika tidak ada metode dan batas risiko.

"Berapa banyak profit yang bisa didapat?" tidak perlu menjadi tujuan awal bagi pemula. Jika kamu memiliki proses yang dapat diulang dan dinilai dari satu transaksi ke transaksi berikutnya, akan lebih bermanfaat.

Cara Kerja Trading Saham dan Istilah yang Perlu Kamu Pahami

Secara sederhana, ketika order beli dan jual bertemu di pasar, transaksi terjadi. Bergantung pada produk dan bursa yang Anda gunakan, prosesnya dapat berbeda.

Pasar modal Indonesia, tempat transaksi saham dilakukan, diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Struktur yang berbeda digunakan untuk mengakses saham AS dari Indonesia. Misalnya, Gotrade Indonesia menggunakan skema Penyaluran Amanat ke Bursa Luar Negeri (PALN), sebuah kontrak derivatif saham asing yang didukung penuh oleh saham terkait. POJK Nomor 1 Tahun 2025 mengatur derivatif keuangan yang memiliki aset dasar berupa efek, seperti saham asing.

Sebelum memilih platform, pikirkan tiga hal penting: siapa pihak yang berizin, bagaimana produk dibuat, dan siapa regulator yang mengawasinya.

Selain itu, saat mulai trading, kamu mungkin menemukan beberapa istilah berikut.

Istilah

Arti sederhana

Lot

Satuan perdagangan saham di BEI. Satu lot terdiri dari 100 saham

Bid

Harga tertinggi yang ditawarkan pembeli

Ask

Harga terendah yang diminta penjual

Market Order

Order yang mencari harga terbaik yang tersedia

Limit Order

Order dengan batas harga yang kamu tentukan

Stop-loss

Level untuk membatasi kerugian ketika harga bergerak berlawanan

Kamu tidak perlu membeli semua saham AS; beberapa platform menawarkan transaksi fraksional untuk saham AS.










Bayangkan harga satu saham US$100, dan jika platform mendukung transaksi fraksional, pembelian senilai US$10 setara dengan eksposur 0,1 saham. Saat ini, Gotrade Indonesia menawarkan transaksi fraksional mulai dari US$1.

Meskipun ada risiko, nominal yang lebih kecil membuatnya lebih mudah untuk diakses. Nilai posisi juga akan turun kira-kira sepuluh persen jika harga saham turun sepuluh persen.

Analisis Teknikal untuk Pemula: Tiga Alat untuk Memulai

Ketika chart trading baru dibuka, tampilannya mungkin terlihat rumit. Ada banyak garis dan puluhan indikator, tetapi tidak semuanya perlu digunakan.

Kalau kamu baru mulai, cukup gunakan tiga alat berikut.

1. Moving Average untuk melihat tren

Moving Average meratakan pergerakan harga selama periode tertentu sehingga arah tren lebih mudah terlihat.

Ketika harga dan Moving Average sama-sama bergerak naik, tren secara umum sedang mengarah ke atas. Sebaliknya, garis yang terus menurun dapat menunjukkan tren yang melemah.

Brock, Lakonishok, dan LeBaron (1992) di Journal of Finance menemukan bahwa aturan teknikal sederhana seperti Moving Average memiliki daya prediksi terhadap pergerakan indeks pada periode yang mereka teliti.

Moving Average sebaiknya digunakan sebagai konteks, bukan sebagai sinyal otomatis untuk membeli saham.

2. RSI untuk melihat momentum

Relative Strength Index atau RSI bergerak dalam rentang 0 hingga 100. Angka 70 atau lebih sering disebut overbought, sedangkan angka di bawah 30 disebut oversold.

Bagian ini sering disalahartikan.

RSI 75 tidak otomatis berarti harga akan segera turun. Begitu juga RSI 25 tidak berarti harga pasti akan naik. Dalam tren yang kuat, RSI dapat bertahan cukup lama di area tersebut.

Jegadeesh dan Titman (1993) di Journal of Finance mendokumentasikan efek momentum, yaitu kecenderungan saham yang menguat dalam 3 hingga 12 bulan sebelumnya untuk melanjutkan kinerjanya dalam jangka pendek.

Baca juga: Cara Analisis Teknikal Saham untuk Pemula: MA, RSI, dan MACD

3. Candlestick untuk melihat reaksi harga

Candlestick menunjukkan harga pembukaan, penutupan, tertinggi, dan terendah dalam periode tertentu.

Kamu tidak perlu menghafal puluhan nama pola di awal. Setelah memahami bentuk body dan wick, lihat bagaimana candlestick terbentuk di dekat support atau resistance.

Misalnya, daripada langsung memasang enam indikator pada chart AAPL, kamu bisa melihat lebih dulu apakah harga sedang membentuk tren, bergerak sideways, atau bereaksi di area harga tertentu.

Prosesnya sederhana: baca tren, tandai support dan resistance, lihat Moving Average, gunakan RSI untuk memeriksa momentum, lalu gunakan candlestick untuk melihat reaksi harga.

Analisis fundamental juga masih relevan. Pendapatan, kondisi utang, laba, dan informasi bisnis lainnya dapat memengaruhi pergerakan saham. Kamu tidak perlu mempelajari semua rasio sekaligus saat baru mulai.

Baca juga: Cara Baca Grafik Saham untuk Pemula: Arti, Elemen, dan Kesalahan Umum

Manajemen Risiko Lebih Penting daripada Mencari Saham yang Tepat

Tidak ada trader yang selalu tepat. Pertanyaan yang lebih penting adalah apa yang terjadi pada modal ketika analisis ternyata salah.

Salah satu pendekatan yang umum digunakan adalah membatasi risiko sekitar 1% hingga 2% dari modal pada satu transaksi. Angka ini mungkin tidak berlaku untuk semua orang, tetapi bisa menjadi titik awal untuk melihat seberapa besar dampak satu posisi terhadap portofolio.

Ambil contoh modal Rp10 juta dengan batas risiko 1% per transaksi.

Risiko maksimum yang direncanakan adalah:

Rp10.000.000 × 1% = Rp100.000

Jika kamu ingin masuk di harga Rp1.000 dan menetapkan stop-loss di Rp950, jarak antara entry dan stop-loss adalah Rp50 per saham. Dengan batas risiko Rp100 ribu, jumlah posisi yang sesuai adalah 2.000 saham atau 20 lot.

Nilai posisinya mencapai Rp2 juta, tetapi kerugian yang direncanakan sekitar Rp100 ribu jika posisi keluar di dekat stop-loss.

Ukuran posisi sebaiknya ditentukan sebelum transaksi dibuka, bukan setelah harga mulai turun. Angka aktual tetap dapat berubah karena slippage, biaya transaksi, atau pergerakan harga yang cepat.

Kalkulator menggunakan modal, persentase risiko, harga entry, dan harga stop-loss. Dari sana, kamu dapat melihat nominal risiko maksimum, risiko per saham, jumlah saham, dan nilai posisi.

Urutannya penting. Tentukan dulu berapa uang yang siap dirisikokan dan kapan analisismu dianggap salah. Setelah itu, baru hitung ukuran posisi.

Bagaimana Cara Memulai Trading Saham sebagai Pemula?

Setelah memahami bagaimana pasar bekerja dan risiko yang ada, mulailah membangun proses. Prosesnya tidak harus kompleks.

1. Tentukan platform dan pahami legalitasnya

Pilih platform sesuai pasar yang ingin kamu akses. Untuk saham Indonesia, periksa perusahaan sekuritas dan pengawasan OJK.

Jika kamu menargetkan saham AS, jangan berhenti pada pertanyaan, "Apakah AAPL atau NVDA tersedia?" Perhatikan juga siapa yang menjalankan transaksi, bagaimana produknya disusun, dan lembaga mana yang mengawasinya.

Biaya, jenis order, dan fitur yang tersedia juga penting untuk dipertimbangkan.

2. Gunakan dana yang siap untuk trading

Pisahkan modal trading dari dana kebutuhan sehari-hari dan dana darurat.

Ketika baru memahami prosesnya, memulai dengan jumlah yang lebih kecil cukup masuk akal. Kesalahan bisa terjadi saat belajar. Tujuannya agar kesalahan tersebut tidak langsung berdampak besar pada kondisi keuanganmu.

3. Mulailah dengan saham yang kamu pahami

Tidak semua saham yang ramai perlu ditradingkan.

Periksa likuiditas, volume, spread, volatilitas, kondisi bisnis, dan katalis yang sedang berlangsung. Setidaknya kamu memahami faktor yang sedang menggerakkan saham tersebut.

4. Buat rencana sebelum masuk

Sebelum membeli, tentukan alasan mengambil posisi, area entry, stop-loss, batas risiko, dan kondisi yang membuat analisismu dianggap salah.

Rencana dibuat sebelum harga bergerak, bukan ketika posisi sudah merah dan kamu mulai mencari alasan untuk tetap bertahan.

5. Tentukan ukuran posisi

Setelah menentukan entry dan stop-loss, hitung ukuran posisi berdasarkan risiko yang siap kamu tanggung.

Alih-alih bertanya, "Berapa banyak saham yang bisa saya beli?", Ubah pertanyaannya menjadi, "Kalau analisis ini salah, berapa kerugian maksimum yang masih siap saya terima?"

Perbedaannya terlihat kecil, tetapi cara berpikirnya berbeda.

Pertimbangkan juga setiap transaksi setelah posisi ditutup. Catat alasan entry, harga masuk dan keluar, hasil akhirnya, serta apakah kamu sudah mengikuti rencana.

Trading journal dapat menunjukkan pola yang sulit terlihat dari satu transaksi. Misalnya, transaksi yang menghasilkan keuntungan mungkin dilakukan tanpa disiplin, sementara posisi yang rugi sebenarnya sudah mengikuti rencana dengan benar.

Kalau kamu baru mulai, kamu juga tidak perlu langsung mencoba day trading. Menahan posisi selama beberapa hari atau minggu dapat memberi lebih banyak waktu untuk memahami kondisi pasar.

Perhatikan kebiasaan seperti all-in, tidak memiliki batas risiko, revenge trading, mengejar harga karena FOMO, atau mengubah strategi setelah satu kali rugi.

Jika alasan dan rencananya belum jelas, kamu tidak perlu memaksakan transaksi.

Hal yang Perlu Diingat Saat Belajar Trading Saham

Belajar trading saham bukan perlombaan untuk menemukan saham atau indikator terbaik. Pemahaman mendasarnya sebenarnya lebih sederhana, yaitu memahami pasar, membaca harga, mengetahui waktu relevansi analisis, dan pengelolaan risiko.

Saat tahapan awal, kamu juga tidak perlu membuat chart terlalu penuh. Gunakan tren, support-resistance, candlestick, Moving Average, dan RSI untuk membaca pergerakan harga.

Perlu diingat bahwa kamu perlu manajemen risiko yang dijalankan bersama dengan analisis. Sehingga, ketika rencanamu tidak berjalan dengan tepat, stop-loss dan position sizing bisa meminimalisir dampaknya ke modal.

Jangan khawatir bila kamu punya modal yang masih sedikit. Kamu tetap bisa belajar dengan modal kecil, yaitu dengan akses fraksional. Akses fraksional memungkinkan kamu untuk terekspos ke saham AS tanpa harus membeli satu saham penuh. Namun, risiko pergerakan harga tetap ada.

Ingat, trading selalu punya risiko kerugian, dan kinerja di masa lalu tidak menjamin hasil di masa depan. Sebelum memutuskan, riset mendalam dan pertimbangkan tingkat risiko yang bisa diterima. Yuk, pelajari analisis teknikal saham dengan trading di Gotrade!

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Atalya Wian
Ditulis oleh
Atalya Wian
Atalya adalah content marketer dengan pengalaman lebih dari 3 tahun di industri SaaS, e-commerce, hingga keuangan. Spesialis dalam penulisan topik bisnis, teknologi, dan keuangan untuk audiens profesional.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left

Welcome Reward hingga $1.888

Buat akun dan trading saham AS di Gotrade

*Syarat dan ketentuan berlaku