Di era digital ini, cara main saham online sebenarnya cukup sederhana dan bisa langsung di HP. Pemula cukup unduh aplikasi sekuritas, buka akun, kemudian mulai beli saham langsung.
Beberapa orang masih banyak yang mengira investasi saham cuma buat mereka yang punya modal besar, padahal sekarang dengan modal kecil siapa pun bisa memulai. Oleh karena itu, di artikel ini tim Gotrade akan membahas langkah-langkah sederhana yang bisa langsung dipraktikkan pemula untuk mulai berinvestasi saham tanpa perlu modal besar.
Cara Memulai Investasi Saham bagi Pemula dengan Modal Kecil
1. Sesuaikan Tujuan Investasi
Sebelum mulai untuk investasi, bagi pemula penting untuk tahu tujuan kalian trading itu untuk apa. Apakah untuk biaya liburan, biaya pendidikan, dana pensiun, dana darurat atau sekadar ingin mengembangkan tabungan.
Dengan menentukan tujuan akan membantu investor memilih jenis saham, jangka waktu investasi, hingga seberapa besar risiko investasi yang siap ditanggung.
Umumnya, buat pemula dengan modal kecil, tujuan yang jelas juga membantu kamu tetap disiplin sekaligus tidak mudah panik saat harga saham naik-turun. Contoh, kalau tujuannya untuk jangka panjang seperti dana pensiun, kita bisa lebih tenang menghadapi fluktuasi harga jangka pendek karena fokusmu ada di pertumbuhan nilai investasi dalam beberapa tahun ke depan (bukan pergerakan harian).
2. Pelajari Apa Itu Saham dan Kenali Seberapa Besar Risiko yang Berani Diambil
Saham merupakan bukti kepemilikan sebagian kecil dari sebuah perusahaan. Saat kamu membeli saham, artinya kamu ikut punya bagian dari bisnis tersebut. Jadi, kalau perusahaannya berkembang dan untung, jadi nilai saham yang kamu pegang berpotensi ikut naik. Begitu pula sebaliknya.
Setelah paham konsep dasarnya, langkah selanjutnya yaitu mengenali seberapa besar risiko yang siap ditanggung. Ini penting karena akan menentukan arah strategi dan perlu kecocokan dengan kondisi finansial, sekaligus mental (alias bukan sekadar ikut-ikutan tren).
Dikutip dari artikel Investopedia “How to Start Investing in Stocks in 2026” yang ditinjau Julius Mansa, seorang Konsultan CFO dan profesor keuangan, menyebut bahwa sebelum mulai membeli saham, langkah yang kerap terlewat pemula yaitu mengenali dulu seberapa besar risiko yang siap ditanggung. Tabel berikut bisa membantu kamu menilai toleransi risiko secara sederhana:
Setelah mengetahui level toleransi risiko, selanjutnya yaitu kamu menyesuaikannya dengan jenis instrumen investasi yang tepat. Gambaran umumnya bisa dilihat di bawah ini.
3. Pilihlah Aplikasi yang Aman
Pastikan aplikasi jual beli sahamnya resmi berizin dan diawasi otoritas keuangan berwenang. Sebelum menyetor dana ke aplikasi investasi, penting untuk pemula tahu ini untuk menghindari platform ilegal atau risiko penipuan.
Menurut laman Otoritas Jasa Keuangan (OJK), penting untukmemastikan lembaga yang menawarkan produk (saham) sudah punya izin usaha yang sesuai bidangnya sebelum melakukan pembelian
Di Indonesia, aplikasi trading saham yang aman adalah yang berizin dan diawasi oleh OJK, Bursa Efek Indonesia (BEI), ataupun Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Kalau kamu berinvestasi di aset kripto atau komoditi berjangka, maka pastikan platformnya diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) lembaga berwenang mengatur legalitas perdagangan aset digital dan komoditi di Indonesia.
4. Sebar Risiko Investasi dengan ETF yang Harganya Rendah
Exchange-traded fund (ETF) mirip reksadana indeks dan bisa diperjualbelikan sepanjang hari seperti saham biasa (beda dengan reksadana konvensional yang transaksinya sekali sehari). Jika dari modal kecil, maka pilihlah ETF yang biaya pengelolaan (expense ratio) serendah mungkin.
5. Pilih Platform yang Bisa Trading Tanpa Komisi
Saat ini sudah banyak platform trading online yang bisa kita gunakan. Dikutip dari artikel Britannica Money yang telah diverifikasi senior financial journalist, David Schepp, memilih platform yang menawarkan transaksi saham tanpa biaya komisi termasuk cara memulai investasi saham untuk pemula dengan modal kecil.
Artinya kamu bisa beli saham dalam jumlah kecil tanpa khawatir biaya transaksi menggerus modalmu. Carilah aplikasi atau sekuritas yang jelas mencantumkan "zero commission" di layanannya. Platform broker Charles Schwab, Robinhood, merupakan contoh yang tidak membebankan biaya untuk melakukan transaksi saham online.
6. Pakai Fitur Saham Pecahan (Fractional Share)
Kebanyakan pemula masih belum punya mental kuat atas risiko kerugian yang besar, nah untuk mengatasi kondisi ini alternatifnya adalah dengan memanfaatkan saham pecahan. Fractional share ini bisa dipilih kalau kita ingin punya saham perusahaan besar (yang harganya mahal).
Dengan fitur fractional share, investor pemula bisa beli "sebagian" saham (bukan satu lembar pemula). Jadi, dengan modal Rp50-100 ribu pun kita tetap bisa punya saham perusahaan - perusahaan kecil. Membeli saham pecahan bisa diklasifikasikan sebagai investasi mikro.
7. Coba Pakai Cara dan Aplikasi yang Punya Fitur Micro-Investing
Micro investing memungkinkan kita untuk berinvestasi dengan modal yang kecil atau bahkan uang sisa transaksi harian. Biasanya, cara kerja aplikasinya bisa otomatis membulatkan setiap pembelian ke atas, kemudian selisihnya diinvestasikan (berjalan otomatis). Dengan begitu, kita bisa nabung investasi tanpa terasa berat.
8. Aktifkan Dividend Reinvestment Plan (DRIP)
Fitur DRIP merupakan fasilitas atau bahkan strategi untuk meningkatkan nilai portofolio secara berkelanjutan dan bertahap. Jika punya saham yang membagikan dividen, maka aktifkan fitur DRIP.
Nah, tujuan diaktifkannya DRIP ini adalah agar dividen yang kamu terima otomatis dibelikan lagi ke saham yang sama. Jadi, saat portfolio kita terus bertambah tanpa kamu harus keluar modal baru setiap saat.
Tutorial Beli Saham untuk Pemula
Bagi pemula, kamu bisa mula investasi pakai aplikasi Gotrade. Di sini kamu bisa modal mulai dari US$1 untuk bisa membeli saham-saham besar Amerika, seperti Meta, Tesla, Apple, ataupun Microsoft, lho!
Berikut langkah-langkah untuk beli saham bagi pemula:
1. Download aplikasi Gotrade: Klik link berikut untuk download di Android atau iOS.
2. Buat akun: Daftar menggunakan email atau nomor HP, kemudian ikuti dan lengkapi data diri sesuai proses verifikasi di aplikasi.
3. Setor dana: Top up saldo akunmu untuk modal investasi, kamu bisa mulai dari US$1 atau setara (sekitar Rp 17 -19 ribuan) atau tergantung per kurs saat itu.
4. Cari saham yang ingin dibeli: Ketik nama perusahaan atau kode saham yang kamu inca
5. Tentukan nominal pembelian: Jika sudah, masukkan berapa dolar yang ingin kamu investasikan.
6. Konfirmasi order: Cek kembali detail pembelian, kemudian konfirmasi sesuai harga pasar saat itu.
7. Pantau portofolio: Setelah transaksi berhasil, kamu juga bisa pantau perkembangan investasimu langsung dari aplikasi kapan pun dan di mana pun.
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.
Kholida Qothrunnada adalah konten strategis dan editor lulusan Ilmu Komunikasi dengan konsentrasi Multimedia Jurnalistik. Memiliki pengalaman lebih dari 4 tahun bekerja di media nasional sebagai reporter di bidang ekonomi dan bisnis. Memiliki minat untuk mendalami konten seputar keuangan, fintech, saham, dan kripto.
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.