CBOE Volatility Index (VIX): Cara Kerja hingga Rumus Perhitungannya

Ringkasan
- CBOE Volatility Index (VIX) adalah indeks yang mengukur ekspektasi volatilitas pasar saham AS dalam 30 hari ke depan berdasarkan harga opsi S&P 500.
- Umumnya, VIX di bawah 20 menunjukkan kondisi pasar yang relatif tenang, sedangkan VIX di atas 30 dapat menandakan meningkatnya tekanan atau kekhawatiran investor.
- VIX menunjukkan seberapa besar pergerakan harga yang diperkirakan terjadi, tetapi tidak menunjukkan apakah pasar akan bergerak naik atau turun.
- Memahami VIX dapat membantu investor menilai kondisi pasar, mengelola risiko, dan menyesuaikan strategi saat berinvestasi pada saham maupun ETF AS.
CBOE Volatility Index (VIX) menjadi salah satu indikator yang digunakan untuk mengukur ekspektasi volatilitas pasar saham Amerika Serikat, utamanya S&P 500. CBOE merupakan bursa saham AS CBOE sendiri singkatan dari dari Chicago Board Options Exchange.
VIX kerap digunakan investor untuk melihat seberapa besar ketidakpastian dan gejolak yang diperkirakan terjadi di pasar. Pelajari seputar VIX hingga alasan pentingnya di bawah ini.
Apa Itu CBOE Volatility Index?
CBOE Volatility Index adalah indeks real time yang diterbitkan Chicago Board Options Exchange) untuk mengukur ekspektasi pasar terhadap volatilitas indeks S&P 500 dalam 30 hari mendatang. CBOE bursa yang berdiri sejak 1973 di Chicago. CBOE kini beroperasi sebagai perusahaan publik bernama Cboe Global Markets sejak berganti nama pada 2017.
Sebelum masuk lebih jauh, kita perlu tahu apa itu volatilitas dalam konteks trading. Volatilitas artinya ukuran seberapa besar dan seberapa cepat harga suatu aset berubah dalam periode tertentu.
Dalam hal ini, aset dikatakan volatil apabila harganya bergerak naik-turun dengan rentang yang lebar dalam waktu singkat. Volatilitas tinggi artinya potensi keuntungan maupun potensi kerugian sama-sama membesar. Hal ini terjadi karena harga bisa berubah drastis dalam hitungan hari bahkan jam.
Indeks volatilitas dalam perdagangan seperti VIX ini berguna sebagai "termometer" yang berperan merangkum ekspektasi ribuan pelaku pasar opsi menjadi satu angka. Semakin tinggi angkanya, maka semakin besar pergerakan yang diantisipasi investor pada S&P 500 (baik itu potensi rally maupun potensi koreksi).
Indeks VIX diperkenalkan oleh Profesor Robert E. Whaley, dalam studinya pada 1993 di The Journal of Derivatives. Ia memperkenalkan derivatif atas volatilitas pasar serta kerangka di balik sebuah indeks volatilitas yang bisa diperdagangkan dengan argumen bahwa volatilitas itu sendiri seharusnya bisa dilindungi nilai (hedging).
Cara Kerja CBOE Volatility Index
Cara kerja cara kerja CBOE volatility index cukup berbeda dari indeks harga saham biasa. VIX bekerja dengan "menerjemahkan" harga opsi menjadi ekspektasi pergerakan pasar (tidak melacak harga saham individual).
Berikut alur cara kerja VIX secara sederhana:
1. Kumpulkan Harga Opsi S&P 500
Cboe bekerja dengan mengambil harga real-time seluruh kontrak opsi put dan call S&P 500 (SPX dan SPXW) yang jatuh tempo mendekati 30 hari. Ini diambil dari dua periode: "near-term" dan "next-term".
2. Ubah Harga Opsi ke Estimasi Varians
Setiap harga opsi out-of-the-money diberi bobot berdasarkan strike price-nya, kemudian dijumlahkan menjadi estimasi varians pasar. Ini dilakukan tanpa menggunakan model penetapan harga opsi seperti Black Scholes.
3. Gabungkan ke Jangka Waktu 30 Hari Konstan
Varians dari periode near-term dan next-term digabungkan dan diinterpolasi secara matematis. Ini dilakukan supayahasilnya selalu mencerminkan ekspektasi 30 hari ke depan, berapa pun tanggal saat ini.
4. Akar- Kuadratkan dan Publikasikan
Hasil varians diakar-kuadratkan, dikalikan 100, kemudian dipublikasikan sebagai angka indeks VIX yang diperbarui kira-kira setiap 15 detik sepanjang jam perdagangan.
Penting untuk dicatat, satu sifat penting index VIX yaitu memiliki kecenderungan mean-reversion. Di mana, level volatilitas cenderung kembali ke rata-rata jangka panjangnya seiring waktu. Sifat ini juga yang membentuk kurva futures VIX dan menjelaskan mengapa lonjakan tajam biasanya tidak bertahan lama.
Cara Menghitung CBOE Volatility Index
Pada dasarnya, cara menghitung CBOE Volatility Index dengan metodologi resmi yang dipublikasikan Cboe dalam VIX White Paper. Secara matematis, rumus CBOE Volatility Index:
VIX² = (2 / T) × Σ [ (ΔKᵢ / Kᵢ²) × e^(rT) × Q(Kᵢ) ] − (1/T) × [F/K₀ − 1]²
Agar tidak pusing menghafal simbolnya, dari rumus tadi intinya adalah menjumlahkan harga seluruh opsi out-of-the-money S&P 500 (Q), dibobot terbalik dengan kuadrat strike price-nya (K²).
Kemudian, disesuaikan dengan suku bunga bebas risiko (r) dan harga forward index (F). Hasil akhirnya, untuk mendapatkan angka VIX yang dipublikasikan tinggal diakar-kuadratkan.
Kalkulator Estimasi Pergerakan Pasar dari Level VIX
Berapakah Skor VIX yang Baik?
Pada dasarnya, tidak ada angka VIX yang secara resmi "baik" atau "buruk". Mengapa? karena levelnya hanya mencerminkan ekspektasi pasar.
Tapi, umumnya pelaku pasar menggunakan rentang berikut sebagai acuan praktis, berdasarkan panduan pembacaan level VIX yang diterbitkan Cboe sendiri:
Level VIX | Interpretasi | Kondisi Pasar |
< 12 | Sangat rendah | Pasar cenderung sangat tenang, tetapi investor perlu mewaspadai potensi complacency atau rasa terlalu percaya diri. |
12–20 | Rendah–normal | Kondisi pasar relatif stabil dengan tingkat ketidakpastian yang masih terkendali. |
20–30 | Meningkat | Ketidakpastian pasar mulai meningkat dan investor cenderung lebih waspada terhadap pergerakan harga. |
30–40 | Tinggi | Volatilitas pasar relatif besar dan tekanan jual dapat meningkat. |
> 40 | Ekstrem | Menunjukkan tingkat ketidakpastian yang sangat tinggi dan sering muncul ketika pasar menghadapi tekanan atau krisis besar. |
Catatan: Interpretasi umum level index VIX (bukan kategori resmi Cboe, melainkan konvensi pasar).
Manfaat Memahami CBOE Volatility Index
Memahami VIX bukan sekadar wawasan akademis, ini akan berguna bagi investor ritel yang membeli saham atau ETF AS. Secara umum, berikut beberapa alasan pentingnya mempelajari CBOE volatility index:
1. Mengetahui Sinyal Sentimen Pasar
VIX naik tajam biasanya bersamaan dengan penurunan tajam S&P 500, karena permintaan lindung nilai (hedging) melonjak saat investor khawatir.
2. Bantu Menentukan Ukuran Posisi
Saat VIX tinggi, banyak investor mengurangi ukuran posisi karena rentang pergerakan harga yang lebih lebar dan tidak terduga.
Indikator waktu masuk — sebagian investor menggunakan lonjakan VIX ke level ekstrem sebagai penanda potensi titik jenuh jual, meski ini bukan sinyal pasti.
3. Konteks Makro
VIX yang tetap tinggi dalam waktu lama sering berkorelasi dengan ketidakpastian kebijakan moneter, geopolitik, atau musim rilis data ekonomi penting.
Sebagai gambaran, VIX secara historis cenderung meningkat pada bulan September dan Oktober. Periode musiman yang lebih volatil dibanding pertengahan tahun sebelum umumnya mereda menjelang akhir tahun.
Hubungan antara VIX dan kondisi pasar juga menjadi perhatian dalam penelitian akademis. Sebagai contoh, dalam sebuah studi di Journal International Review of Financial Analysis (2022), menguji apakah faktor volatilitas dan ketidakpastian dihargai (priced) dalam pasar saham AS, dan menegaskan bahwa risiko volatilitas yang diwakili oleh VIX adalah faktor risiko yang memberikan kompensasi imbal hasil.
Selain dikenal sebagai bursa opsi terbesar di AS dengan pangsa pasar sekitar 30%, Cboe Global Markets juga mengoperasikan bursa ekuitas terbesar ketiga di AS (setelah NYSE dan Nasdaq) dengan pangsa pasar sekitar 10%, serta bursa saham terbesar di Eropa. Dengan kata lain, Cboe menjadi salah satu infrastruktur inti pasar modal AS (bukan sekadar penyedia data).
Apa Saja Risiko Berinvestasi di Cboe?
Risiko berinvestasi di CBEO bisa merujuk pada dua hal berbeda, yakn membeli saham Cboe Global Markets (ticker CBOE) sebagai perusahaan bursa dan bertransaksi produk berbasis VIX yang diperdagangkan di platform CBOE.
Risiko Sebagai Saham (CBOE)
Pendapatan Cboe sangat bergantung pada volume transaksi di bursanya. Di mana, sekitar dua pertiga dari pendapatan berasal dari biaya transaksi sehingga kinerjanya sensitif terhadap aktivitas pasar.
Risiko Regulasi
Sebagai bursa teregulasi di AS dan Eropa, Cboe tunduk pada perubahan kebijakan otoritas seperti SEC. Hal ini bisa memengaruhi struktur biaya maupun produknya.
Contango pada Produk VIX
Produk turunan VIX (futures, ETN/ETP) kerap diperdagangkan dalam kondisi contango. Ini membuat nilainya tergerus dari waktu ke waktu jika ditahan dalam jangka panjang.
Bukan Aset yang bisa "Dibeli Langsung"
Index VIX sendiri tidak bisa dibeli seperti saham. Dalam hal ini, investor hanya bisa mengakses eksposurnya lewat futures, opsi, atau produk turunan yang punya karakteristik risiko sendiri.
Lalu, bagaimana CBOE menghasilkan uang? sumber pendapatan utamanya yaitu dari biaya transaksi dari perdagangan opsi dan saham di bursanya, ditambah biaya akses, biaya data pasar, biaya regulasi. Lisensi produk indeks seperti VIX kepada penerbit ETF dan institusi keuangan lain juga termasuk.
Pantau Volatilitas dan Trading Saham AS lewat GoTrade
Jika kamu telah belajar dan memahami apa itu VIX, kamu bisa bertindak di pasar AS. Lewat aplikasi investasi saham AS seperti Gotrade, kamu bisa membeli saham AS dan ETF secara fraksional mulai dari nominal kecil.
Selain itu, kamu juga bisa memantau pergerakan pasar AS secara langsung dari HP. Dengan begitu, kamu bisa membangun portofolio terdiversifikasi untuk menghadapi periode volatilitas tinggi.
Kesimpulan
CBOE Volatility Index menjadi barometer ekspektasi pasar terhadap volatilitas S&P 500 dalam 30 hari ke depan. Indeks ini dihitung CBOE dari harga riil opsi put dan call di bursanya.
Sejatinya, index VIX menjadi alat ukur seberapa besar pergerakan yang diantisipasi investor. Oleh karena ini, VIX paling berguna sebagai konteks tambahan, bukan sinyal tunggal. Dengan memahami cara kerja, cara menghitung, dan cara membaca levelnya, ini akan membantu investor dalam mengelola risiko portofolio saham dan ETF AS dengan lebih bijak. Buka akun Gotrade sekarang dan mulai investasi saham AS dari $1.
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.














