Trailing Twelve Months (TTM): Cara Hitung hingga Manfaatnya

Kholida QothrunnadaKholida QothrunnadaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra

Bagikan artikel

Trailing Twelve Months (TTM): Cara Hitung hingga Manfaatnya

Ringkasan

  • TTM (Trailing Twelve Months) adalah data kinerja keuangan yang dihitung berdasarkan empat kuartal paling baru, atau sekitar 12 bulan terakhir.
  • Rumus dasar TTM adalah menjumlahkan data tahun fiskal terakhir dengan year-to-date (YTD) berjalan, lalu mengurangi YTD pada periode yang sama tahun sebelumnya.
  • PER TTM dihitung dengan membagi harga saham saat ini dengan EPS dari empat kuartal terakhir yang sudah dilaporkan, bukan berdasarkan proyeksi.
  • Investor umumnya menggunakan TTM untuk membandingkan kinerja atau valuasi perusahaan secara lebih konsisten, meskipun tahun fiskal masing-masing perusahaan berbeda.

Trailing Twelve Months (TTM) menjadi salah satu metode yang digunakan untuk melihat kinerja keuangan perusahaan dari data 12 bulan terakhir. Dalam analisis saham,TTM berfungsi untuk membantu investor memperoleh gambaran yang lebih update.

Jika kamu melihat data fundamental saham, lalu melihat label "EPS (TTM)" atau "PER (TTM)”, singkatan teknis ini menentukan seberapa akurat kamu menilai valuasi sebuah perusahaan hari ini. Pelajari seputar apa itu trailing twelve month di artikel ini.

Arti TTM dalam Laporan Keuangan dan Saham

TTM adalah akumulasi data keuangan seperti pendapatan, laba bersih, arus kas, dan Earnings Per Share (EPS) selama 12 bulan berjalan. Data tersebut diambil dari empat kuartal paling baru yang sudah dilaporkan perusahaan.

Baca juga: Apa Itu Nasdaq? Kenali Bursa Saham dan Indeks Nasdaq

Terkadang, Trailing Twelve Months (TTM) disebut juga Last Twelve Months (LTM). Keduanya merujuk pada konsep yang sama, yakni potret kinerja paling baru tanpa harus menunggu annual report (laporan tahunan) selanjutnya rilis.

Bedanya TTM dengan laporan tahunan (fiscal year/FY) ada di rentang waktunya. Laporan fiskal tahunan selalu terpaku pada periode tetap, misalnya 1 Januari sampai 31 Desember.

Sementara TTM itu bergeser setiap kuartal. Jadi begitu perusahaan merilis laporan Q3 2026, maka data TTM otomatis memasukkan Q4 2025 + Q1 2026 + Q2 2026 + Q3 2026.

Baca juga: CBOE Volatility Index (VIX): Cara Kerja hingga Rumus Perhitungannya

Data tersebut dibuat menggantikan kuartal paling lama yang sudah tidak termasuk dalam periode 12 bulan terakhir. Dalam aplikasi trading saham dan data provider, biasanya TTM tertulis mendampingi rasio-rasio penting. Jadi, kita akan mengetahui ini bukan proyeksi, melainkan angka tersebut berbasis data 12 bulan terakhir yang riil.

Cara Menghitung TTM Beserta Rumusnya

Cara kerja TTM yang sering dicari investor yaitu pada Price to Earnings Ratio atau PER TTM. Cara menghitung PER TTM bisa dengan membagi harga saham saat ini dengan total EPS (laba per saham) dari empat kuartal terakhir.

Sloan dan Wang (2025) dalam Review of Accounting Studies, menemukan bahwa pertumbuhan laba per saham (EPS) bisa diprediksi hingga lebih dari dua tahun ke depan. Hal ini tergambar kuat dalam rasio valuasi seperti P/E.

Hasil studi tersebut membuat sebagian besar variasi rasio valuasi antar saham dijelaskan oleh pertumbuhan laba yang bisa diprediksi, bukan oleh salah harga. Oleh sebab itu, tidak hanya sendiri, PER TTM perlu dibaca bersama ekspektasi pertumbuhan lain.

Rumus dan Contoh PER TTM

Contoh data keuangan TTM sederhana: Perusahaan publik mencatat pada Q4 2025 EPS sebesar 120, pada Q1 2026 sebesar 135, 140 pada Q2 2026, dan 150 di Q3 2026.

Maka, EPS TTM dicari dengan menjumlahkan 120 + 135 + 140 + 150 = 545.

Kalau saat ini harga sahamnya 8.720, maka PER TTM = 8.720 ÷ 545 ≈ 16x.

Angka tersebut menunjukkan pasar menghargai setiap satu satuan keuntungan historis perusahaan sebesar 16 kali.

Periode Kuartal

EPS

Kontribusi ke TTM

Q4 2025

120

Kuartal terlama dalam periode 12 bulan

Q1 2026

135

Ikut dihitung

Q2 2026

140

Ikut dihitung

Q3 2026

150

Kuartal terbaru yang baru dirilis

Total EPS TTM

545

Digunakan sebagai pembagi PER TTM

Rumus di atas adalah cara paling umum dipakai investor ritel dengan menggunakan pendekatan penjumlahan empat kuartal.

Sementara, untuk metrik lain seperti pendapatan atau EBITDA, formula yang lebih presisi (dipakai analis) yaitu dengan menambahkan data satu tahun fiskal terakhir dengan data year-to-date (YTD) tahun berjalan, lalu mengurangi YTD data periode yang sama tahun lalu, supaya bulan yang tumpang tindih tidak terhitung dua kali.

Rumus TTM = Data 1 Tahun Fiskal Terakhir + YTD Tahun Berjalan − YTD Periode Sama Tahun Lalu.

Kalkulator EPS & PER TTM

Perbedaan Annualized, TTM, NTM, YTD

Tidak sedikit orang tertukar, antara TTM dengan annualized, NTM, dan YTD. Semuanya merupakan istilah yang muncul berdampingan di laporan keuangan. Perbedaan utamanya ada pada sumber data dan arah waktu yang dipakai.

Annualized adalah proyeksi dengan cara mengalikan data satu./beberapa kuartal yang sudah ada agar setara satu tahun penuh alias disetahunkan. Misal, laba Q1 dikalikan 4. Metode tersebut cepat, namun rawan bias kalai bisnisnya musiman.

Sebaliknya, NTM (Next Twelve Months) sama sekali tidak memakai data historis karena murni estimasi atau konsensus analis tentang kinerja 12 bulan ke depan. Di sisi lain, YTD cuma menghitung dari awal tahun kalender berjalan sampai periode terakhir yang dilaporkan. Ini membuat rentang waktunya makin panjang seiring tahun berjalan.

Perbedaan TTM, NTM, dan YTD

Metrik

Rentang Waktu

Sumber Data

Sifat Data

TTM / LTM

12 bulan terakhir atau 4 kuartal terbaru

Laporan keuangan aktual

Historis, sudah terjadi

Annualized

Proyeksi 12 bulan berdasarkan data yang tersedia

Ekstrapolasi data kuartal berjalan

Estimasi dan bisa terpengaruh faktor musiman

NTM

12 bulan ke depan

Panduan manajemen dan estimasi analis

Proyeksi, belum terjadi

YTD

Dari awal tahun hingga periode terakhir yang dilaporkan

Laporan keuangan aktual

Historis dan periodenya bertambah setiap kuartal

Intinya, TTM melihat 12 bulan ke belakang berdasarkan data aktual, sementara NTM melihat 12 bulan ke depan berdasarkan estimasi. Annualized mengubah data periode yang lebih pendek menjadi estimasi satu tahun, sedangkan YTD hanya menghitung kinerja sejak awal tahun hingga periode terakhir yang tersedia.

Alasan Pentingnya Trailing Twelve Months

Ada beberapa alasan kenapa investor pemula sampai analis profesional perlu mengecek angka TTM. Berikut merupakan hal-hal yang membuat pentingTTM dan manfaatnya bagi investor:

1. Memberikan Informasi Gambaran Ter-Update

Ibaratkan, TTM itu tidak akan "basi" seperti laporan tahunan yang baru diperbarui setahun sekali. Dalam hal ini, ia bergerak mengikuti laporan kuartalan terbaru sehingga penting untuk saham yang kinerjanya berubah cepat.

2. Mengurangi Efek Musiman

Biasanya, bisnis ritel atau consumer goods akan melonjak penjualannya di kuartal tertentu, contohnya menjelang liburan. Karena TTM menjumlahkan empat kuartal penuh, jadi efek musiman satu kuartal tidak akan mendistorsi gambaran kinerja setahun penuh.

3. Memudahkan Perbandingan Antarperusahaan

TTM menstandarisasi periode pembanding yang membuat valuasi dua emiten tetap apple to apple meski tahun fiskalnya berbeda. Sementara, tidak semua perusahaan pakai tahun fiskal yang sama ( ada yang tutup buku Desember, ada yang Maret).

4. Berdasarkan Beberapa Rasio Valuasi penting

Selain PER, ada juga sario Price to Sales (PER TTM), EV/EBITDA, dividend yield, hingga return on equity juga lazim dihitung berbasis TTM. Ini dipakai supaya mencerminkan kondisi bisnis paling aktual.

Sebagai catatan, TTM juga memiliki keterbatasan. Di mana, ia tidak memprediksi masa depan dan bisa terdistorsi bila ada kejadian luar biasa (one-off) seperti pemulihan pasca krisis atau divestasi (aktivitas pengurangan aset). Oleh sebab itu, TTM bisa dipakai bersama dengan tren multi-tahun dan panduan manajemen.

Pantau Data TTM di Saham AS & ETF dari HP

Memahami rumus TTM secara manual itu memang penting, namun bisa lebih efisien kalau data EPS TTM, PER TTM sudah tersaji otomatis di layar sebelum kamu membeli saham AS atau ETF.

Data fundamental saham AS dan ETF juga merupakan metrik berbasis TTM, yang muncul transparan di setiap halaman saham. Di aplikasi seperti Gotrade, kanu bisa mulai investasi saham AS dan ETF pecahan (fractional share) dengan modal kecil. Proses buka akun dan transaksi dilakukan langsung dari aplikasi, tanpa ribet.

Kesimpulan

TTM adalah laporan 12 bulan terakhir yang digunakan sebagai cara membaca kinerja keuangan perusahaan lewat. Dalam hal ini, bukan lewat data tahunan yang statis melainkan bergerak mengikuti empat kuartal paling baru.

Dari hasil perhitungan TTM akan lahir metrik-metrik penting seperti PER TTM, EPS TTM, dan dividend TTM. Semuanya berperan dalam membantu investor menilai valuasi secara lebih objektif dibanding data annualized yang berbasis ekstrapolasi maupun NTM yang murni proyeksi. Pemahaman ini bisa membantu keputusan investasi lebih bijak, terutama di saham AS dan ETF, jauh lebih berbasis data daripada sekadar ikut-ikutan tren harga. Buka akun Gotrade sekarang dan mulai investasi saham AS dari $1.

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Kholida Qothrunnada
Ditulis oleh
Kholida Qothrunnada
Kholida Qothrunnada adalah editor sekaligus konten strategis dengan latar belakang pendidikan Ilmu Komunikasi, konsentrasi Multimedia Jurnalistik. Memiliki pengalaman 4+ tahun sebagai reporter ekonomi-bisnis di media nasional. Fokus topik dan minat: keuangan, fintech, saham, dan kripto.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left

Welcome Reward hingga $1.888

Buat akun dan trading saham AS di Gotrade

*Syarat dan ketentuan berlaku