Trailing Twelve Months (TTM): Cara Hitung hingga Manfaatnya

Ringkasan
- TTM (Trailing Twelve Months) adalah data kinerja keuangan yang dihitung berdasarkan empat kuartal paling baru, atau sekitar 12 bulan terakhir.
- Rumus dasar TTM adalah menjumlahkan data tahun fiskal terakhir dengan year-to-date (YTD) berjalan, lalu mengurangi YTD pada periode yang sama tahun sebelumnya.
- PER TTM dihitung dengan membagi harga saham saat ini dengan EPS dari empat kuartal terakhir yang sudah dilaporkan, bukan berdasarkan proyeksi.
- Investor umumnya menggunakan TTM untuk membandingkan kinerja atau valuasi perusahaan secara lebih konsisten, meskipun tahun fiskal masing-masing perusahaan berbeda.
Trailing Twelve Months (TTM) menjadi salah satu metode yang digunakan untuk melihat kinerja keuangan perusahaan dari data 12 bulan terakhir. Dalam analisis saham,TTM berfungsi untuk membantu investor memperoleh gambaran yang lebih update.
Jika kamu melihat data fundamental saham, lalu melihat label "EPS (TTM)" atau "PER (TTM)”, singkatan teknis ini menentukan seberapa akurat kamu menilai valuasi sebuah perusahaan hari ini. Pelajari seputar apa itu trailing twelve month di artikel ini.
Arti TTM dalam Laporan Keuangan dan Saham
TTM adalah akumulasi data keuangan seperti pendapatan, laba bersih, arus kas, dan Earnings Per Share (EPS) selama 12 bulan berjalan. Data tersebut diambil dari empat kuartal paling baru yang sudah dilaporkan perusahaan.
Terkadang, Trailing Twelve Months (TTM) disebut juga Last Twelve Months (LTM). Keduanya merujuk pada konsep yang sama, yakni potret kinerja paling baru tanpa harus menunggu annual report (laporan tahunan) selanjutnya rilis.
Bedanya TTM dengan laporan tahunan (fiscal year/FY) ada di rentang waktunya. Laporan fiskal tahunan selalu terpaku pada periode tetap, misalnya 1 Januari sampai 31 Desember.
Sementara TTM itu bergeser setiap kuartal. Jadi begitu perusahaan merilis laporan Q3 2026, maka data TTM otomatis memasukkan Q4 2025 + Q1 2026 + Q2 2026 + Q3 2026.
Data tersebut dibuat menggantikan kuartal paling lama yang sudah tidak termasuk dalam periode 12 bulan terakhir. Dalam aplikasi trading saham dan data provider, biasanya TTM tertulis mendampingi rasio-rasio penting. Jadi, kita akan mengetahui ini bukan proyeksi, melainkan angka tersebut berbasis data 12 bulan terakhir yang riil.
Cara Menghitung TTM Beserta Rumusnya
Cara kerja TTM yang sering dicari investor yaitu pada Price to Earnings Ratio atau PER TTM. Cara menghitung PER TTM bisa dengan membagi harga saham saat ini dengan total EPS (laba per saham) dari empat kuartal terakhir.
Sloan dan Wang (2025) dalam Review of Accounting Studies, menemukan bahwa pertumbuhan laba per saham (EPS) bisa diprediksi hingga lebih dari dua tahun ke depan. Hal ini tergambar kuat dalam rasio valuasi seperti P/E.
Hasil studi tersebut membuat sebagian besar variasi rasio valuasi antar saham dijelaskan oleh pertumbuhan laba yang bisa diprediksi, bukan oleh salah harga. Oleh sebab itu, tidak hanya sendiri, PER TTM perlu dibaca bersama ekspektasi pertumbuhan lain.
Rumus dan Contoh PER TTM
Contoh data keuangan TTM sederhana: Perusahaan publik mencatat pada Q4 2025 EPS sebesar 120, pada Q1 2026 sebesar 135, 140 pada Q2 2026, dan 150 di Q3 2026.
Maka, EPS TTM dicari dengan menjumlahkan 120 + 135 + 140 + 150 = 545.
Kalau saat ini harga sahamnya 8.720, maka PER TTM = 8.720 ÷ 545 ≈ 16x.
Angka tersebut menunjukkan pasar menghargai setiap satu satuan keuntungan historis perusahaan sebesar 16 kali.
Periode Kuartal | EPS | Kontribusi ke TTM |
Q4 2025 | 120 | Kuartal terlama dalam periode 12 bulan |
Q1 2026 | 135 | Ikut dihitung |
Q2 2026 | 140 | Ikut dihitung |
Q3 2026 | 150 | Kuartal terbaru yang baru dirilis |
Total EPS TTM | 545 | Digunakan sebagai pembagi PER TTM |
Rumus di atas adalah cara paling umum dipakai investor ritel dengan menggunakan pendekatan penjumlahan empat kuartal.
Sementara, untuk metrik lain seperti pendapatan atau EBITDA, formula yang lebih presisi (dipakai analis) yaitu dengan menambahkan data satu tahun fiskal terakhir dengan data year-to-date (YTD) tahun berjalan, lalu mengurangi YTD data periode yang sama tahun lalu, supaya bulan yang tumpang tindih tidak terhitung dua kali.
Rumus TTM = Data 1 Tahun Fiskal Terakhir + YTD Tahun Berjalan − YTD Periode Sama Tahun Lalu.
Kalkulator EPS & PER TTM
Perbedaan Annualized, TTM, NTM, YTD
Tidak sedikit orang tertukar, antara TTM dengan annualized, NTM, dan YTD. Semuanya merupakan istilah yang muncul berdampingan di laporan keuangan. Perbedaan utamanya ada pada sumber data dan arah waktu yang dipakai.
Annualized adalah proyeksi dengan cara mengalikan data satu./beberapa kuartal yang sudah ada agar setara satu tahun penuh alias disetahunkan. Misal, laba Q1 dikalikan 4. Metode tersebut cepat, namun rawan bias kalai bisnisnya musiman.
Sebaliknya, NTM (Next Twelve Months) sama sekali tidak memakai data historis karena murni estimasi atau konsensus analis tentang kinerja 12 bulan ke depan. Di sisi lain, YTD cuma menghitung dari awal tahun kalender berjalan sampai periode terakhir yang dilaporkan. Ini membuat rentang waktunya makin panjang seiring tahun berjalan.

Metrik | Rentang Waktu | Sumber Data | Sifat Data |
TTM / LTM | 12 bulan terakhir atau 4 kuartal terbaru | Laporan keuangan aktual | Historis, sudah terjadi |
Annualized | Proyeksi 12 bulan berdasarkan data yang tersedia | Ekstrapolasi data kuartal berjalan | Estimasi dan bisa terpengaruh faktor musiman |
NTM | 12 bulan ke depan | Panduan manajemen dan estimasi analis | Proyeksi, belum terjadi |
YTD | Dari awal tahun hingga periode terakhir yang dilaporkan | Laporan keuangan aktual | Historis dan periodenya bertambah setiap kuartal |
Intinya, TTM melihat 12 bulan ke belakang berdasarkan data aktual, sementara NTM melihat 12 bulan ke depan berdasarkan estimasi. Annualized mengubah data periode yang lebih pendek menjadi estimasi satu tahun, sedangkan YTD hanya menghitung kinerja sejak awal tahun hingga periode terakhir yang tersedia.
Alasan Pentingnya Trailing Twelve Months
Ada beberapa alasan kenapa investor pemula sampai analis profesional perlu mengecek angka TTM. Berikut merupakan hal-hal yang membuat pentingTTM dan manfaatnya bagi investor:
1. Memberikan Informasi Gambaran Ter-Update
Ibaratkan, TTM itu tidak akan "basi" seperti laporan tahunan yang baru diperbarui setahun sekali. Dalam hal ini, ia bergerak mengikuti laporan kuartalan terbaru sehingga penting untuk saham yang kinerjanya berubah cepat.
2. Mengurangi Efek Musiman
Biasanya, bisnis ritel atau consumer goods akan melonjak penjualannya di kuartal tertentu, contohnya menjelang liburan. Karena TTM menjumlahkan empat kuartal penuh, jadi efek musiman satu kuartal tidak akan mendistorsi gambaran kinerja setahun penuh.
3. Memudahkan Perbandingan Antarperusahaan
TTM menstandarisasi periode pembanding yang membuat valuasi dua emiten tetap apple to apple meski tahun fiskalnya berbeda. Sementara, tidak semua perusahaan pakai tahun fiskal yang sama ( ada yang tutup buku Desember, ada yang Maret).
4. Berdasarkan Beberapa Rasio Valuasi penting
Selain PER, ada juga sario Price to Sales (PER TTM), EV/EBITDA, dividend yield, hingga return on equity juga lazim dihitung berbasis TTM. Ini dipakai supaya mencerminkan kondisi bisnis paling aktual.
Sebagai catatan, TTM juga memiliki keterbatasan. Di mana, ia tidak memprediksi masa depan dan bisa terdistorsi bila ada kejadian luar biasa (one-off) seperti pemulihan pasca krisis atau divestasi (aktivitas pengurangan aset). Oleh sebab itu, TTM bisa dipakai bersama dengan tren multi-tahun dan panduan manajemen.
Pantau Data TTM di Saham AS & ETF dari HP
Memahami rumus TTM secara manual itu memang penting, namun bisa lebih efisien kalau data EPS TTM, PER TTM sudah tersaji otomatis di layar sebelum kamu membeli saham AS atau ETF.
Data fundamental saham AS dan ETF juga merupakan metrik berbasis TTM, yang muncul transparan di setiap halaman saham. Di aplikasi seperti Gotrade, kanu bisa mulai investasi saham AS dan ETF pecahan (fractional share) dengan modal kecil. Proses buka akun dan transaksi dilakukan langsung dari aplikasi, tanpa ribet.
Kesimpulan
TTM adalah laporan 12 bulan terakhir yang digunakan sebagai cara membaca kinerja keuangan perusahaan lewat. Dalam hal ini, bukan lewat data tahunan yang statis melainkan bergerak mengikuti empat kuartal paling baru.
Dari hasil perhitungan TTM akan lahir metrik-metrik penting seperti PER TTM, EPS TTM, dan dividend TTM. Semuanya berperan dalam membantu investor menilai valuasi secara lebih objektif dibanding data annualized yang berbasis ekstrapolasi maupun NTM yang murni proyeksi. Pemahaman ini bisa membantu keputusan investasi lebih bijak, terutama di saham AS dan ETF, jauh lebih berbasis data daripada sekadar ikut-ikutan tren harga. Buka akun Gotrade sekarang dan mulai investasi saham AS dari $1.
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.














