Apa Itu OPEX? Jenis, Contoh, dan Cara Menghitungnya

Adelia VitaAdelia VitaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra

Bagikan artikel

Apa Itu OPEX? Jenis, Contoh, dan Cara Menghitungnya

Ringkasan Gotrade

  • OPEX (Operating Expense) adalah biaya yang digunakan perusahaan untuk menjalankan aktivitas operasional sehari-hari.
  • Contoh OPEX meliputi gaji karyawan, biaya pemasaran, sewa, teknologi, dan administrasi.
  • Investor dapat menggunakan OPEX untuk memahami efisiensi perusahaan melalui laporan keuangan.
  • OPEX yang meningkat tidak selalu buruk karena dapat menunjukkan investasi perusahaan untuk pertumbuhan.

Saat memilih saham investor biasanya akan melihat pendapatan, laba bersih, dan pertumbuhan bisnis.

Tetapi, ada satu komponen penting dalam laporan keuangan yang perlu diperhatikan, yaitu OPEX (Operating Expense).

OPEX menunjukkan seberapa efisien perusahaan mengelola biaya operasionalnya untuk menghasilkan pendapatan.

Baca juga: Apa Itu Margin Call? Alasan, Cara Menghitung, dan Risikonya

Dua perusahaan bisa memiliki pendapatan yang sama tetapi perusahaan dengan biaya operasional yang lebih rendah berpeluang menghasilkan keuntungan yang lebih besar.

Karena itu, memahami OPEX mampu membantu investor dalam menilai efisiensi dan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan profit.

Apa Itu OPEX?

OPEX adalah singkatan dari Operating Expense atau Operating Expenditure yaitu biaya-biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk menjalankan kegiatan operasional sehari-hari.

Baca juga: Efisiensi Pajak Saham, Ini Strategi Domestik dan Global 2026

Secara sederhana, OPEX mencakup semua biaya yang diperlukan agar bisnis terus berjalan tetapi tidak digunakan untuk membeli aset baru yang memiliki manfaat jangka panjang.

Menurut CFI operating expenses merupakan biaya yang muncul dari aktivitas operasional utama perusahaan seperti biaya administrasi, penjualan, dan biaya umum yang diperlukan untuk menjalankan bisnis.

Mengapa OPEX Penting dalam Bisnis?

Setiap perusahaan membutuhkan biaya untuk menjalankan operasional dan menghasilkan produk atau layanan.

Tetapi, meningkatkan pendapatan saja tidaklah cukup. Perusahaan juga perlu memastikan biaya yang dikeluarkan sebanding dengan hasil yang diperoleh.

Sebagai contoh:

Perusahaan A

Revenue: Rp10 miliar
OPEX: Rp7 miliar

Perusahaan B

Revenue: Rp10 miliar
OPEX: Rp4 miliar

Dengan pendapatan yang sama perusahaan B mampu memiliki biaya operasional yang jauh lebih efisien sehingga memiliki peluang untuk menghasilkan keuntungan yang lebih besar.

Tetapi, OPEX yang lebih rendah bukan berarti perusahaan akan lebih baik.

Beberapa bisnis memang membutuhkan biaya operasional yang lebih besar untuk mendukung pertumbuhan bisnisnya, seperti:

  • Perusahaan teknologi untuk meningkatkan biaya research & development.

  • Perusahaan retail untuk membuka cabang lebih banyak.

  • Perusahaan consumer goods digunakan untuk meningkatkan aktivitas pemasaran.

Karena itu, investor perlu melihat alasan di balik perubahan OPEX, bukan hanya apakah angkanya naik atau turun. OPEX yang meningkat bisa menjadi tanda inefisiensi, tetapi juga bisa menunjukkan perusahaan sedang berinvestasi untuk berkembang.

Contoh OPEX Berdasarkan Kategori

Setiap perusahaan memiliki jenis biaya operasional yang berbeda tergantung pada model bisnisnya. Tetapi, sebagian besar OPEX biasanya berasal dari biaya yang diperlukan untuk menjalankan aktivitas operasional.

Beberapa contoh kategori OPEX yang umum yaitu:

Kategori

Contoh Biaya

Employee Expense

Gaji, bonus, tunjangan, dan biaya tenaga kerja

Marketing Expense

Iklan, promosi, campaign, dan aktivitas pemasaran

Rent Expense

Sewa kantor, toko, gudang, atau fasilitas operasional

Utility Expense

Listrik, internet, air, dan kebutuhan utilitas lainnya

Technology Expense

Software, cloud service, dan sistem pendukung bisnis

Maintenance Expense

Perawatan mesin, peralatan, atau aset operasional

Administrative Expense

Biaya legal, accounting, insurance, dan kebutuhan administrasi

Contoh OPEX Berdasarkan Industri

Besarnya dan jenis OPEX bisa berbeda tergantung pada model bisnis perusahaan. Perusahaan teknologi, retail, dan manufaktur biasanya memiliki kebutuhan operasional yang berbeda sehingga komponen biaya yang dominan juga tidak sama.

1. Perusahaan Teknologi

Perusahaan teknologi biasanya memiliki OPEX yang besar pada tenaga kerja dan infrastruktur digital. Biaya operasionalnya mencakup gaji software engineer dan tim pengembangan produk, cloud computing, software subscription, serta customer support.

2. Perusahaan Retail

Perusahaan retail umumnya memiliki biaya operasional yang berkaitan dengan aktivitas toko dan distribusi. Contohnya adalah biaya sewa toko dan gudang, gaji pegawai, biaya distribusi, serta pemasaran dan promosi untuk menarik pelanggan.

3. Perusahaan Manufaktur

Perusahaan manufaktur membutuhkan OPEX untuk mendukung kegiatan produksi dan operasional sehari-hari. Beberapa contohnya adalah biaya perawatan mesin, administrasi, kebutuhan kantor, dan tenaga kerja pendukung.

Jenis-Jenis OPEX

Secara umum, biaya operasional (OPEX) dapat dibagi menjadi tiga jenis berdasarkan bagaimana biaya tersebut berubah mengikuti aktivitas bisnis.

1. Fixed OPEX

Fixed OPEX adalah biaya operasional yang relatif tetap meskipun aktivitas bisnis mengalami perubahan.

Contohnya seperti sewa kantor, gaji karyawan tetap atau biaya software bulanan. Misalnya, perusahaan tetap perlu membayar sewa kantor setiap bulan meskipun penjualan sedang menurun.

2. Variable OPEX

Variable OPEX adalah biaya operasional yang berubah mengikuti tingkat aktivitas bisnis maka semakin besar aktivitas perusahaan semakin besar pula biaya yang dikeluarkan.

Contohnya seperti biaya pengiriman, komisi penjualan, dan biaya distribusi yang meningkat ketika jumlah penjualan bertambah.

3. Semi-Variable OPEX

Semi-variable OPEX merupakan biaya yang memiliki kombinasi antara komponen tetap dan variabel.

Contohnya seperti listrik, internet, dan biaya maintenance tertentu. Perusahaan tetap memiliki biaya dasar yang harus dibayar tetapi total biaya bisa saja meningkat ketika penggunaan atau saat aktivitas bisnis bertambah.

Cara Menghitung OPEX

Untuk menghitung OPEX kamu perlu menjumlahkan seluruh biaya yang digunakan perusahaan untuk menjalankan kegiatan operasionalnya.

Rumus OPEX adalah:

Total OPEX = Employee Cost + Marketing Cost + Rent Cost + Technology Cost + Other Operating Expenses

Dalam laporan keuangan perusahaan AS, OPEX biasanya mencakup biaya seperti Research & Development (R&D), Sales & Marketing, serta General & Administrative (G&A).

Sebagai contohnya, sebuah perusahaan teknologi memiliki biaya operasional dalam satu tahn seperti berikut ini:

  • Research & Development (R&D): US$500 juta

  • Sales & Marketing: US$300 juta

  • General & Administrative (G&A): US$150 juta

  • Cloud dan software: US$50 juta

Maka:

Total OPEX = US$500 juta + US$300 juta + US$150 juta + US$50 juta = US$1 miliar

Artinya, perusahaan tersebut telah mengeluarkan sekitar US$1 miliar untuk menjalankan aktivitas operasionalnya selama periode tersebut.

Untuk menghitung OPEX perusahaan lebih mudah dan melihat langsung dampaknya terhadap profitabilitas kamu bisa gunakan OPEX & Operating Margin Calculator berikut ini:

Peran OPEX dalam Laporan Keuangan

Investor biasanya biasanya bisa menemukan OPEX dalam laporan laba rugi (income statement) perusahaan.

Menurut SEC laporan laba rugi digunakan untuk menunjukkan pendapatan dan biaya perusahaan dalam suatu periode termasuk biaya yang berkaitan dengan aktivitas operasional.

Dalam laporan keuangan perusahaan AS, OPEX biasanya akan muncul dalam beberapa komponen seperti:

  • Selling Expense: Biaya yang berkaitan dengan aktivitas penjualan dan pemasaran.

  • General & Administrative Expense (G&A): Biaya operasional umum seperti administrasi, manajemen, dan kebutuhan kantor.

  • Research & Development Expense (R&D): Biaya untuk pengembangan produk dan inovasi.

Dengan melihat OPEX, investor bisa memahami bagaimana perusahaan mengelola pengeluarannya termasuk apakah biaya operasional meningkat, menurun atau menjadi lebih efisien dari waktu ke waktu.

Bagaimana Investor Menggunakan OPEX untuk Analisis Saham?

OPEX membantu investor melihat seberapa efisien perusahaan mengelola biaya operasionalnya. Beberapa hal yang dapat kamu iperhatikan antara lain:

1. Membandingkan Pertumbuhan OPEX dengan Revenue

Investor bisa melihat apakah biaya operasional tumbuh lebih cepat atau lebih lambat dibanding pendapatan.

Contoh:

  • Tahun 2024: Revenue US$100 juta, OPEX US$40 juta

  • Tahun 2025: Revenue US$130 juta, OPEX US$45 juta

Revenue naik 30% sementara OPEX hanya naik 12,5%. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan semakin efisien karena pendapatan tumbuh lebih cepat daripada biaya operasional.

2. Melihat OPEX Ratio

Investor juga bisa menggunakan OPEX Ratio untuk mengukur seberapa besar pendapatan yang digunakan untuk biaya operasional.

Rumus OPEX Ratio:

OPEX Ratio = OPEX ÷ Revenue × 100%

Contohnya adalah:

Revenue US$1 juta dan OPEX US$300 ribu menghasilkan OPEX Ratio sebesar 30%. Artinya, 30% pendapatan perusahaan digunakan untuk biaya operasional.

Rasio ini sebaiknya kamu bandingkan dengan perusahaan sejenis dan tren historis perusahaan.

3. Memahami Penyebab OPEX Naik

Kenaikan OPEX tidak selalu berarti buruk. Biaya yang meningkat karena ekspansi, seperti membuka cabang baru, meningkatkan pemasaran atau menambah tim bisa menjadi investasi untuk pertumbuhan.

Tetapi, jika OPEX meningkat tanpa diikuti pertumbuhan pendapatan hal tersebut bisa menjadi tanda adanya inefisiensi.

Perbedaan CAPEX vs OPEX

OPEX sering dibandingkan dengan CAPEX (Capital Expenditure) karena keduanya sama-sama merupakan pengeluaran perusahaan. Namun, keduanya memiliki tujuan yang berbeda perhatikan tabel berikut ini:

OPEX

CAPEX

Tujuan

Mendukung operasional sehari-hari

Membeli atau meningkatkan aset jangka panjang

Periode manfaat

Biasanya digunakan dalam periode berjalan

Memberikan manfaat dalam jangka panjang

Contoh

Gaji, listrik, sewa, software

Gedung, mesin, kendaraan, peralatan

Dampak

Dicatat sebagai biaya operasional

Dicatat sebagai investasi aset

Sebagai contoh ketika perusahaan membeli komputer untuk karyawan maka pembelian komputer tersebut termasuk CAPEX karena merupakan aset yang digunakan dalam jangka panjang.

Sementara itu, biaya maintenance, perbaikan atau langganan software untuk komputer tersebut termasuk OPEX karena digunakan untuk mendukung operasional sehari-hari.

Apakah OPEX Tinggi Berarti Saham Perusahaan Buruk?

Tidak selalu. OPEX yang tinggi bukan berarti perusahaan memiliki kinerja yang buruk. Dalam beberapa kasus, biaya operasional yang besar justru menunjukkan perusahaan sedang berinvestasi untuk pertumbuhan.

Contohnya ketika perusahaan teknologi meningkatkan OPEX untuk merekrut engineer, memperbesar aktivitas Research & Development (R&D) atau membangun infrastruktur digital.

Meskipun biaya meningkat dalam jangka pendek, strategi tersebut mampu membantu perusahaan meningkatkan pendapatan di masa depan.

Karena itu, investor tidak cukup hanya melihat besar kecilnya OPEX saja. OPEX perlu dianalisis bersama faktor lain seperti pertumbuhan revenue, profit margin, dan strategi bisnis perusahaan.

Pahami OPEX Sebelum Menilai Kinerja Perusahaan

OPEX membantu investor memahami bagaimana perusahaan mengelola biaya untuk menjalankan bisnisnya.

Biaya seperti gaji, pemasaran, sewa, teknologi, dan administrasi menjadi bagian penting dalam melihat efisiensi operasional perusahaan.

Tetapi, OPEX tidak bisa dinilai hanya dari besar atau kecilnya angka saja. Biaya yang tinggi bisa menjadi tanda ekspansi dan investasi untuk pertumbuhan sementara biaya yang rendah bukan berarti perusahaan lebih baik.

Karena itu, investor perlu melihat bagaimana OPEX berubah dari waktu ke waktu membandingkannya dengan pertumbuhan revenue, profit margin, serta strategi bisnis perusahaan.

Dengan memahami OPEX, investor bisa memiliki gambaran yang lebih lengkap sebelum menganalisis saham.

Kamu bisa menggunakan Gotrade untuk memantau saham AS yang sedang dipelajari, melihat laporan keuangan perusahaan serta membandingkan kinerja bisnis sebelum mengambil keputusan investasi.

Buka akun Gotrade dan mulai analisis saham AS yang ingin kamu pelajari!

Referensi

Corporate Finance Institute (CFI). “Operating Expenses: Definition, Example, Type, Explain.

U.S. Securities and Exchange Commission (SEC), “Company Financial Filing – Operating Costs and Expenses Disclosure.

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Adelia Vita
Ditulis oleh
Adelia Vita
Adelia adalah seorang penulis dengan pengalaman lebih dari satu tahun dalam membuat konten di bidang keuangan, akuntansi, bisnis, dan SaaS. Memiliki ketertarikan pada dunia keuangan dan bisnis, ia menggabungkan riset yang mendalam dengan praktik penulisan yang baik untuk menghasilkan konten yang akurat, informatif, dan mudah dipahami oleh pembaca.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left

Welcome Reward hingga $1.888

Buat akun dan trading saham AS di Gotrade

*Syarat dan ketentuan berlaku